SP/JULIAN Suasana Kelenteng Hong Tiek Hian Jalan Dukuh Surabaya menjelang malam Imlek, Rabu (14/2). Ibadah perayaan Imlek akan dilakukan Kamis (15/2) tepat dipukul 24.00 WIB. Sedang rangkaian perayaan hingga Jumat siang.

Perayaan Imlek tinggal sehari lagi. Warga keturunan Tionghoa akan merayakan Tahun Baru China itu, Jumat (16/2/2018) besok. Termasuk mereka yang tinggal di Surabaya. Persiapan perayaan itu pun sudah dilakukan, baik di Kelenteng maupun rumah dengan memasang pernak pernik Imlek seperti lampion, membersihkan patung-patung dewa hingga kebutuhan lain untuk peribadatan mereka. Sesuai horoskop Tiongkok, tahun 2018 ini jatuh pada tahun ‘Anjing Tanah.’ Ada peruntungan apa di tahun tersebut?

--------------

Laporan : Firman Rachman – Ibnu F Wibowo, Editor: Ali Mahfud

---------------

Mengintip bagaimana persiapan klenteng yang akan digunakan dalam peribadatan menyambut imlek, Surabaya Pagi menengok sebuah klenteng di jalan Dukuh Surabaya, Rabu (14/2) malam. Klenteng Hong Tiek Hia namanya. Klenteng yang sudah berusia 700 tahunan itu terlihat sepi dari luar. Hujan gerimis mengguyur kota Surabaya malam tadi.

Namun siapa tahu, di dalam klenteng tertua di Surabaya itu, puluhan pekerja sibuk menyiapkan peralatan dan menata segala bentuk kebutuhan perayaan umat Kong Hu Chu esok tahun 2569 imlek.

Mereka membagi tugas, mulai dari menghidupkan hio, menjaganya agar tetap menyala, menyiapkan Kim Chua, yakni replika uang perak dari kertas. Menurut penganutnya, uang tersebut akan dibakar sebagai persembahan kepada dewa-dewa atau leluhur mereka. Selain itu ada pula yang memperbaiki karpet di depan patung dewa.

Khong Tji (56) salah satu pekerja menyebut, mereka saat ini mempersiapkan perayaan imlek untuk umat esok hari. Para pekerja di sini juga tidak hanya etnis tionghoa, melainkan warga sekitar yang diberdayakan untuk bekerja di klenteng tersebut.

"Di sini kami mempersiapkan apa yang dibutuhkan untuk kelancaran ibadah dan perayaan imlek besok. Saat ini memang sepi, tapi besok pasti penuh sesak mas," ujar Tji dengan logat mandarin yang khas.

Sayup-sayup terdengar lagu Dewi Kwam Im di bagian atas klenteng tersebut. Sementara terlihat tiga orang keturunan Madura yang turut membersihkan patung-patung dewa di kotak Dewi Kwan Im.

Maryah, wanita 37 tahun itu cekatan mengganti lilin yang sudah mulai habis. Sembari mengecek beberapa patung kecil agar tetap rapi di tempatnya. Ia mengaku baru dua tahun bekerja di klenteng tersebut. Namun Maryah yang seorang muslim mengaku senang dapat bekerja di klenteng itu. "Ya suasananya gini-gini aja mas. Tapi seneng di sini orangnya baik-baik," ujar perempuan berdarah Madura itu.

Klenteng Hong Tiek Hia adalah salah satu klenteng yang masih dibuka saat klenteng lainnya ditutup dan sepi. Menurut mereka, menyiapkan yang terbaik bagi umat adalah sebuah ibadah lain. "Kalau klentengnya rapi, bersih orang ibadah pasti juga nyaman toh mas. Ya selain kerja juga ibadah, menyenenangkan orang lain," tandasnya.

Ibadah perayaan Imlek akan dilakukan Kamis (15/2) tepat dipukul 24.00 WIB. Namun umat Kong Hu Chu kerap datang lebih awal. Rangkaian perayaan juga akan dilakukan hingga Jumat siang. Salah satunya membakar perahu, rumah dan berbagai macam bentuk bangunan yang terbuat dari Kim Chua (replika uang perak).