SURABAYA PAGI, Surabaya - Maraknya peredaran narkotika di kalangan remaja dan pelajar di Indonesia, membuat Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) DPD Jawa Timur bergerak melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah di Surabaya.

Kali ini, DPD Granat Jatim mengunjungi SMAN 2 Surabaya di jalan Kusuma Bangsa, Rabu (14/2) pagi. Bertempat di Aula sekolah, ratusan siswa diajak untuk mengetahui bahaya narkotika sejak dini.

Bagi mereka, tak sadar jika narkotika bukan hanya barang yang dilarang oleh pemerintah, melainkan ada beberapa zat yang tidak dilarang namun masuk dalam kategori adiktif.

"Ini sebenarnya agenda rutin kami, namun kali ini bertepata dengan hari valentine yang banyak anak muda merayakan dengan cara kurang baik. Disini momentum itu kami ambil untuk menyanbangi sekolah dan mensosialsasikan bahaya serta gerakan anti narkoba," kata Arie Soeripan, Rabu (14/2) pagi.

Arie menambahkan, kegiatan tersebut ditujukan kepada anak muda karena memang mereka sangat rentan terjerat narkotika.

"Jadi ini kan anak generasi jaman now. Mereka tentu kami ajak untuk tahu apa saja klasifikasi narkotika dan bagaimana dampak serta bahayanya. Kami ingin mengajak anak luda jaman now untuk memerangi narkotika," imbuh Arie.

Sementara itu, salah satu siswi kelas X4, Fidela Nathania menuturkan jika kegiatan positif itu sangat membantu teman seusianya untuk mengerti lebih jauh tentang zat narkotika dan bahayanya.

" kegiatan ini positif menurut saya. Kita jadi tahu kalau narkoba itu jenisnya banyak. Salah satunya rokok. Itukan yang belum dilarang oleh pemerintah. Nah kita harus ngerti tuh kak seperti apa jenis narkoba dan bahayanya gimana," kata siswi berusia 15 tahun itu.

Tak hanya iti, Fidela juga berjanji akan melakukan gerakan kecil untuk mengajak teman-temannya menjauhi narkotika dari hal yang kecil pula.

"Kalau ada temen yang ngerokok kita tegur, kita beritahu. Karena kalau mereka tidak tahu bagaimana bisa memilih. Yang pasti aku anti narkotika deh," tutupnya. Fir