Pasangan Cagub dan Cawagub Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak dan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno menunjukan nomor urut saat pengundian nomor urut pasangan calon di Hotel Mercure Surabaya, Selasa (13/2/2018). FOTO: SP/BYOB

SURABAYA PAGI, Surabaya – Pasangan Cagub-Cawagub Khofifah Indar Parawansa - Emil Elestianto Dardak mendapat nomor urut 1 di Pilgub Jawa Timur 2018. Sedangkan pasangan Saifullah Yusuf – Puti Guntur Soekarno mendapat nomer urut 2. Keduanya mencoba beragam cara untuk menarik simpati warga Jawa Timur yang mayoritas berkultur Nahdliyin dan Nasionalis ini. Jika Khofifah membawakan pantun, maka Puti Guntur membalasnya dengan puisi. Ini seakan menjadi petanda awal genderang ‘perang’ di Pilgub Jatim dimulai.

 

Bagi Khofifah, angka satu menjadi penguatan sinyal atau pertanda kemenangannya di Pilgub Jatim kali ini. Khofifah pun langsung membuat pantun pasca dirinya mendapat nomer satu. “Kota Malang Kota Batu, Tempat yang indah untuk wisata. Alhamdulilah dapat nomer satu, Khofifah Emil untuk Jatim Sejahtera,” ucap Khofifah berpantun seusai Rapat Pleno Terbuka Pengundian dan Pengumuman Nomor Urut Pasangan di Hotel Mercure Surabaya, Selasa (13/4).

 

Tak cuma satu, pantun kedua juga dilontarkan Khofifah di depan para peserta acara pengundian nomer urut kemarin. Pantun penutup dengan Bahasa Suroboyoan. “Mlaku-Mlaku nang Darmo Kali, Ketemu Muslimat diajak ngaji. Ojok lali pitulikur Juni, Khofifah-Emil sing nomer siji,” lontar Khofifah yang disambut tepuk riuh pendukungnya dari semua elemen partai pendukung yang kemarin terlihat sangat kompak itu.

 

Apalagi pantun yang kedua itu dilantunkan mirip nada dalam Sholawat Badar. Pendukung Khofifah-Emil juga tak henti-hentinya melantunkan sholawat Badar secara bersama-sama. Sehingga cukup membuat merinding semua undangan yang ada di ruangan lantai 2 Hotel Mercure itu. Termasuk bikin merinding para pendukung Gus Ipul-Puti Guntur.

 

Dijelaskan Khofifah, nomer satu adalah nomor yang baik, satu berarti mempersatukan atau menyatukan seluruh  entitas masyarakat Jawa Timur. Persatuan ini menjadi modal utama membangun Jawa Timur ke arah yang lebih berkeunggulan. “Alhamdulilah, nomer satu itu sangat mudah diingat oleh masyarakat. Selain itu, angka satu juga bermakna sesuatu yang baru, harapan baru, sekaligus menunjukkan suatu kualitas,” tandasnya.

 

Program Prioritas

Khofifah mengaku telah merumuskan sembilan program prioritas yang diberi nama Nawa Bakti Satya untuk pencalonannya di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018. Program tersebut menjadi senjata Khofifah-Emil membangun Jawa Timur. "Nawa Bakti Satya maknanta sembilan program unggulan yang kita  baktikan untuk  kemulyaan masyarakat Jawa Timur . Mulia dimata masyarakat, mulia dimata bangsa-bangsa lain dan mulia dihadapan Allah SWT," tuturnya.

 

Khofifah berharap kontestasi Pilgub Jatim 2018 bisa berjalan dengan guyub rukun tanpa adanya perpecahan akibat berbeda pilihan. Dengan demikian, pesta demokrasi 5 tahunan ini bisa benar-benar dinikmati seluruh masyarakat.

 

Terpisah, Emil Dardak menilai, mendapatkan nomor urut satu sebagai anugerah tersendiri. Nomor satu, buat dia, juga sebagai bentuk motivasi untuk membuat Jawa Timur yang terus  lebih baik lagi. "Alhamdulillah, kami berharap juga menjadi nomor satu, karena tujuan kami juga satu, yaitu mempercepat  pemerataan  kesejahteraan bagi seluruh rakyat Jawa Timur," ungkapnya.

 

Emil mengatakan mengibaratkan nomer satu adalah semangat yang sama persis dengan Bhinneka Tunggal Ika sebagai prinsip yang luar biasa di Indonesia. “Berbeda-beda namun tetap satu, Kita bersatu untuk Jatim untuk menjadi nomer satu di tingkat Nasional,” kata Emil penuh semangat.

 

Namun demikian, baik Khofifah maupun emil sama-sama menilai nomor urut bukan menjadi acuan kemenangan. Karena bagi keduanya, kemenangan bergantung pada adu konsep dan gagasan membangun JawaTimur.

 

Puisi dari Buku Bung Karno

Tak mau kalah dengan pantun dari Khofifah, Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno, menggubah puisi dari kakeknya, Bung Karno, yang dimuat di buku berjudul “Sarinah” halaman 17-18. “Ijinkan saya menyampaikan puisi yang pernah dibacakan Bung Karno, dalam buku “Sarinah”, yang mencerminkan persamaan antara perempuan dan laki-laki,” kata Puti Guntur Soekarno.

 

Ia menyampaikan puisi itu, tanpa teks, dan menggubahnya dalam konteks Jawa Timur dan kebersamaan dirinya dengan Gus Ipul. Berikut puisi tersebut:

 

Kami berdua bagai kepak sayap burung garuda

Yang kanan dan yang kiri

Ketika kami berdua mengepakkan dengan kuatnya

Maka kami bisa terbang setinggi-tingginya

Menukik, menyentuh rakyat Jawa Timur

Sayap kami berdua, akan mengayomi rakyat Jawa Timur

Sehingga kemenangan kami berdua, kami yakinkan adalah kemenangan untuk seluruh rakyat Jawa Timur

Maka itu, kabeh sedulur kabeh makmur

 

Saat mengatakan “kami berdua”, Puti Guntur mengangkat dua jarinya. Saat pengundian nomor urut Pilkada, pasangan Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno mendapatkan nomor urut 2. “Mohon doa dan restu dari rakyat Jawa Timur untuk kami berdua, Gus Ipul dan saya. Semoga kemenangan kami kelak adalah kemenangan rakyat Jawa Timur,” kata Puti.

 

Teruskan Program Pakde

Dikesempatan yang sama, Gus Ipul menegaskan, saat ini terbuka peluang lebar bagi dirinya dan Puti untuk meneruskan semangat perubahan yang berkelanjutan. “Selama dua periode mendampingi Pakde Karwo (gubernur saat ini), banyak keberhasilan yang telah dicapai. Tetapi juga banyak perubahan yang harus dilanjutkan,” kata Gus Ipul.

 

Terkait masa kampanye, Gus Ipul menegaskan tekadnya untuk menjalankan kampanye yang sehat. “Kampanye yang menggembirakan rakyat,” kata dia. n rko