Foto SMG/Dwy Agus Susanti

SURABAYAPAGI, Mojokerto - Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto pada tahun 2018 ini telah berhasil masuk enam besar nominasi lomba pangan aman tingkat nasional dan merupakan terbaik di Propinsi Jawa Timur. Selasa (13/2) tim verifikasi nasional Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pusat dan daerah melakukan penilaian lapangan di kelurahan tersebut.

Tim juri pusat yang berjumlah lima orang dipimpin oleh Tuty Anna Samosir memulai penilaian dari Pendopo Graha Praja Wijaya Pemkot Mojokerto. Disambut langsung Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus, Plt Sekda Gentur Prihantono, Kepala Dinas Kesehatan Ch Indah Wahyu, Camat Magersari, Lurah Wates dan pejabat terkait.

Dalam sambutan penerimaan, Wali Kota Mas’ud Yunus menyampaikan bahwa keamanan pangan terus diperhatikan di Kota Mojokerto. Kecukupan dan kualitas kemanan pangan di Kota Mojokerto terus disinergikan oleh pihak terkait. “Kita selalu memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk mengkonsumsi makanan yang sehat, yang bergizi dan aman,” tutur Mas’ud Yunus.

Di Kota Mojokerto, Pemkot telah membentuk kader motivator kesehatan. Setiap dua puluh rumah ada seorang kader. Setiap hari jumat kader masuk keluar rumah untuk memberikan pendampingan bagaimana manjaga pola hidup bersih dan sehat. “Termasuk didalamnya terdapat pemantauan bagaimana mendapatkan makanan yang sehat dan aman,” jelasnya.

Wali Kota menyambut baik upaya pemerintah pusat khususnya BPOM untuk melaksanakan kegiatan penilaian dalam rangka memberikan motivasi kepada masyarakat agar dapat selalu memperhatikan pangan yang sehat. Pihaknya juga menyampaikan bahwa yang terpenting dari lomba ini bukan menang atau kalah tetapi bagaimana masyarakat Kota Mojokerto dapat selalu termotivasi untuk mengkonsumsi makananan yang aman.

“Mudah-mudahan kegiatan ini akan dapat memberikan motivasi khususnya kepada masyarakat Kota Mojokerto untuk memiliki kesadaran dalam mengelola dan mengkonsumsi makanan-makanan yang higenis, bergizi dan aman dari zat yang membahayakan,” seru Wali Kota.

Usai acara seremonial, tim penilai menuju Kelurahan Wates untuk melakukan pemantauan keamanan pangan di industri rumah tangga, PKL, rumah warga hingga sekolah. Lokasi pertama di SDN Wates 3 dan 4, dilanjutkan di rumah makan Bakso Mantono, rumah Bu Fauzi, IRTP produksi coklat Zahra, Toko Jaya Agung, Posyandu Raung, Puskesmas Wates, PKL gado-gado Bu Is, kampung sayur dan terakhir mengunjungi TPA Randegan. dw/adv