Ilustrasi

SURABAYAPAGI.com, Manila - Empat orang tewas di Filipina selatan akibat badai tropis yang menimbulkan hujan deras dan tanah longsor.

Badai Tropis Sanba menerjang wilayah pantai timur Pulau Mindanao, Filipina selatan hari ini dengan kekuatan angin mencapai 75 kilometer per jam.

Hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut memicu tanah longsor di desa-desa pegunungan di luar kota pertambangan, Carrascal -- sekitar 760 kilometer sebelah selatan ibu kota Manila. Kepala kepolisian wilayah setempat, James Alendogao mengatakan empat orang tewas akibat tanah longsor tersebut.

"Wilayah-wilayah tersebut saat ini tak bisa diakses dan kami tidak tahu sejauh mana kerusakan," tutur Alendogao seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (13/2/2018).

Badan cuaca negara menyatakan, badai tersebut diperkirakan akan bergerak cepat ke arah barat laut dalam 24 jam mendatang, menimbulkan hujan sedang hingga lebat di wilayah Filipina tengah.

Setiap tahunnya, Filipina rata-rata diterjang sekitar 20 badai atau topan, sebagian di antaranya merupakan topan mematikan. Sanba merupakan topan besar kedua yang menerjang Filipina tahun ini, dan yang pertama menimbulkan korban jiwa.

Sebelumnya pada Desember 2017, Badai Tropis Tembin menewaskan 240 orang di wilayah Mindanao. Topan paling mematikan dalam sejarah Filipina adalah Topan Super Haiyan yang menyebabkan lebih dari 7.350 orang tewas atau hilang di Filipina tengah pada November 2013. (dtk/cr)