Beras Di Gudang Bulog

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Perum Bulog Sub Divre II Wilayah Surabaya Selatan optimis bisa memenuhi target serapan beras tahun 2018 sebesar 43 ribu ton.

Padahal, sampai awal bulan Februari ini serapan beras di Perum Bulog Sub Divre II Wilayah Surabaya Selatan baru 250 ribu ton.

Kepala Perum Bulog Sub Divre II Wilayah Surabaya Selatan, Taufik Budi Santoso mengatakan, pihaknya optimistis memenuhi target dari pemerintah pusat tersebut.

"Target kita tahun ini sebesar 43 ribu ton naik dari tahun lalu yang hanya 39.500 ton setara beras," ungkapnya, Rabu (7/2/2018.

Masih kata Taufik, penyerapan saat ini sudah 25 ribu ton. Menurutnya, makin hari penyerapan makin meningkat karena meski saat ini harga beras cukup tinggi dan sedikit yang panen, namun diperkirakan bulan Maret sudah mulai panen raya di wilayahnya.

"Karena panen raya diperkirakan terjadi pada bulan Maret sampai dengan April. Saat panen raya diperkirakan penyerapan beras mencapai 60 sampai 70 persen. Meski kondisi cuaca saat ini berpengaruh karena rendemen akan naik sehingga mempengaruhi gabah," katanya.

Untuk itu, lanjut Taufik, di setiap gudang Bulog ada spanduk terkait penyerapan gabah. Para petani bisa menjual hasil panen ke gudang Bulog dengan harga sesuai Inpres Nomor 5/2015. Yakni Gabah Kering Sawah (GKS) Rp3.700, Gabah Kering Giling (GKG) Rp4.650 dan beras Rp7.300.

"Saat ini, stok kita masih 3 ribu ton. Artinya aman untuk 2 bulan kebutuhan ke depan. Aman pengadaan dimulai lagi karena stok akan bertambah terus. Untuk wilayah kita, penyerapan yang banyak dari Jombang karena masih banyak lahan pertanian," ujarnya.

Taufik menambahkan, di Kabupaten Mojokerto penyerapan terbanyak dari empat kecamatan. Yakni Kecamatan Mojoanyar, Dlanggu, Pungging dan Gondang. Sedang di Kabupaten Jombang yakni Kecamatan Perak, Megaluh, Ploso, dan Sumobito. (bj/irs)