Samanhudi Anwar bersama istri barunya, Echa Paramita

SURABAYA PAGI, Surabaya – Kabar menghebohkan kembali menimpa kepala daerah di Jawa Timur. Jika sebelumnya beredar foto mirip Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bersama seorang perempuan, kali ini terkait dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Bahkan, kasusnya sudah dilaporkan ke polisi. Belakangan diketahui, kepala daerah itu adalah Wali Kota Blitar M. Samanhudi Anwar yang dilaporkan istrinya, Echa Paramita, ke Polres Blitar Kota. Namun, laporan itu dilimpahkan ke Polda Jatim, karena menyangkut pejabat negara.

---------------

Laporan : Hendarwanto - Lestariono

----------------

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan laporan itu. Menurutnya, laporan dugaan KDRT yang dilakukan pejabat daerah itu memang telah dilimpahkan ke Polda jatim. "Wali kota itu inisialnya S dan pelapornya berinisial E," terang Barung dikonfirmasi di Mapolda Jatim, Selasa (6/2/2018).

Kabar yang berkembang, tengara penganiayaan itu berlangsung, 25 Januari 2018 tengah malam. Namun apa yang mendasari terjadinya penganiayaan terhadap E, yang nota bene istrinya sendiri, belum ada kejelasan secara pasti dari pihak kepolisian.

Tetapi informasi yang beredar, pertengkaran S dengan E berlangsung di sebuah lapangan futsal di Jalan Ciliwung, Blitar. Korban E kabarnya dipukul di bagian wajah. Setelah dipukul, S masuk mobil dan korban berusaha memegang mobil hingga tubuhnya terseret. Pascakejadian itu, korban lapor ke Polresta Blitar.

Mantan Kabid Humas Polda Sulsel, menegaskan dalam penanganan perkara ini, penyidik tidak membedakan pejabat atau orang umum. Karena, siapapun yang terlibat dengan masalah hukum perlakuannya sama. "Dalam penanganan perkara ini, penyidik harus profesional. Tapi penyidik lebih mengedepankan azas praduga tak bersalah," tandas Barung.

Kapan Walikota Blitar ini diperiksa di Subdit PPA Ditreskrimum Polda Jatim? Barung menyatakan pihaknya akan meminta izin pemeriksaan terlebih dulu ke Gubernur Jatim. "Penyidik akan mengirim surat pada gubernur untuk minta izin pemeriksaan terhadap Walikota S. Tapi penyidik sudah memeriksa E saat lapor di Polresta Blitar," terang Barung.

Korban yang kabarnya pernah menjadi sinden di sebuah program ternama di TV swasta itu, sudah divisum di RS Bhayangkara Blitar. "Sebagai pembanding, penyidik juga memvisum di RSU Blitar," tandasnya.

Meski sudah terhitung 2 pekan, Polresta Blitar belum memeriksa S sebagai terlapor. Kabarnya dari pihak istrinya komplain hingga terdengar sampai Polda Jatim. Setelah dikoordinasikan, akhirnya perkara itu dilimpahkan ke Polda Jatim dengan dalih perkara yang ditangani menyangkut pejabat.

Sementara itu, Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar, membenarkan ada laporan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan Wali Kota Blitar, M Samanhudi Anwar, terhadap istrinya, Echa Paramita, di Polres Blitar Kota. Tetapi, kasus KDRT yang dilakukan kepala daerah itu sudah dilimpahkan ke Polda Jatim.

"Iya, kasusnya kami limpahkan ke Polda Jatim. Karena melibatkan kepala daerah yang wewenang menangani Polda Jatim," kata Adewira saat dikonfirmasi melalui ponsel, Selasa (6/2).

Adewira tidak menjelaskan secara detail laporan kasus KDRT itu. Dia hanya mengatakan sekarang kasus KDRT itu ditangani Polda Jatim. "Intinya kasusnya sudah kami limpahkan ke Polda Jatim," mantan Kasatlantas Polrestabes Surabaya ini. n