Polda Panggil Manajemen National Hospital

 

Potongan gambar dari video dugaan pelecehan seks terhadap pasien wanita di National Hospital


Polda Jatim akan memanggil Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan manajemen National Hospital Surabaya, terkait kasus dugaan pelecehan seksual dokter pada calon perawat di rumah sakit yang berlokasi di Surabaya barat itu. Selain itu, polisi juga akan meminta keterangan dari saksi ahli dalam kasus tersebut. Seperti saksi ahli pidana dan ahli kejiwaan.

"Pihak manajemen akan kami mintai keterangan juga. Mungkin pekan depan akan kami periksa," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, Kamis (1/2/2018) .

Sebelumnya, seorang calon perawat melaporkan dr RA atas kasus dugaan pelecehan seksual ke Polda Jatim pada 23 Agustus 2017. Korban merasa dilecehkan ketika menjalani tes kesehatan calon perawat di National Hospital.

Kata Barung, salah satu materi yang ditanyakan adalah prosedur standar pelaksanaan tes calon pegawai di rumah sakit tersebut. Termasuk, tes penerimaan perawat.

Barung menambahkan, pada Agustus 2017, seorang calon perawat melapor ke Polda. Pelapor mengaku mendapat pelecehan dari seorang dokter di National Hospital. "Kemudian tim penyidik juga ingin minta keterangan pihak IDI tentang prosedur pelaksanaan tes calon perawat," ujarnya. "Kami akan mintai keterangan dari ahli, dari dokter, ahli pidana, juga ahli kejiwaan," imbuh dia.

Sebelumnya, dokter National Hospital Surabaya disebut tidak melakukan aksi pencabulan saat memeriksa OP, seorang perempuan pelamar calon perawat.
Apa yang dilakukan dokter R disebut sudah sesuai prosedur pemeriksaan calon perawat di rumah sakit tersebut.

Kuasa hukum dokter R, Syahrul Borman, mengatakan, dokter R memang ditugasi khusus oleh rumah sakit untuk memeriksa kesehatan fisik pelamar calon perawat. "Dan, yang dilakukan sudah sesuai prosedur pemeriksaan calon perawat," katanya.

Di hadapan polisi saat diperiksa pada Selasa, kliennya mengakui ada pemeriksaan fisik kepada calon perawat perempuan OP. "Karena ada keluhan di sekitar dubur, atas seizin calon perawat, dokter R memeriksa sekitar organ vital," ungkapnya.

Dia mengatakan, tidak ada pencabulan dalam pemeriksaan calon perawat di rumah sakit National Hospital Surabaya. "Semuanya berjalan sesuai prosedur," tandasnya.

 



Komentar Anda



Berita Terkait