Rangkap Jabatan, Posisi Idrus di DPP Golkar Disebut "Portofolio"

 

SURABAYAPAGI.COM- Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyebut posisi baru Idrus Marham di kepengurusan DPP hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) 2017 dengan istilah "jabatan portofolio."

Idrus dalam Kepengurusan DPP Golkar baru menjabat sebagai Ketua Koordinator Bidang Kelembagaan. Menteri Sosial itu sebelumnya merupakan Sekretaris Jenderal DPP Golkar saat Setya Novanto masih menjadi Ketua Umum.

"Terkait Pak Idrus memang ada jabatan yang kita sebut portofolio. mungkin pekerjaannya tidak semasif sebagai sekjen yang lalu," kata Airlangga saat menjelaskan posisi Idrus di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Senin (21/1/2018).

Airlangga tidak menganggap ada masalah dibalik pemberian jabatan untuk Idrus di DPP Golkar baru, meski mantan Sekjen partai beringin itu menjabat Mensos gantikan Khofifah Indar Parawansa.


Menurutnya, jabatan Idrus sebagai Ketua Koordinator Bidang Kelembagaan tak akan mengganggu waktunya sebagai Mensos. "Jabatan portofolio itu tidak sebanyak pekerjaan di Mensos."

Menteri Perindustrian itu juga menjelaskan alasan dibalik pengangkatan Letjen (Purn) Lodewijk Freidrich Paulus sebagai Sekjen. Menurutnya, Lodewijk diangkat sebagai Sekjen karena sudah menjadi pengurus di periode kepengurusan lalu.

Airlangga membantah ada intervensi politisi senior Golkar dibalik penunjukan Lodewijk sebagai Sekjen. "Tidak ada, tidak ada yang menekan," katanya.

Jumlah pengurus DPP Golkar hasil Munaslub 2017 terhitung berkurang dibanding sebelumnya. Pada susunan pengurus DPP Golkar di bawah pimpinan Novanto ada 305 kader yang diberi tugas mengawal kerja DPP.

Saat ini, total pengurus DPP Golkar adalah 251 orang. Airlangga berkata, perombakan DPP bertujuan demi memenangkan Pemilu 2019 dan menyambut pilkada 2018.

"Secara spesifik target Golkar di Pemilu 2019 meningkatkan elektabilitas antara 16-18 persen," katanya. 

CR/beb (trt)



Komentar Anda