Bandit Belia Puluhan TKP Didor Tim Anti Bandit Polres Gowa

Tertangkap setelah menjambret dan terlibat curanmor puluhan TKP

 

PALING DIBURU -- Aan (duduk di kursi) saat ditanya AKBP Shinto Silitonga saat gelar ungkap kasus di Polres Gowa Sulawesi Selatan.


SURABAYAPAGI.com - Meskipun baru berusia 19 tahun MA alias Aan warga Sombaopu ini memiliki jam terbang tinggi dalam dunia kejahatan. Pemuda yang tak tamat sekolah ini lekat dengan tindak pidana pencurian dengan kekerasan di wilayah kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Sebanyak 25 TKP menjadi penanda licinnya penjahat cilik ini.
 
Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga menjelaskan, dalam tiap aksinya Aan tidak sendirian. Ia bersama kelompoknya terus berkeliaran memburu mangsa. Mereka pun beranggotakan 5 orang dengan usia yang juga masih belia.
 
"Ada empat orang yang menajdi DPO kami. Mereka berusia 16-21 tahun," kata Shinto, Kamis (18/1).
 
Para jambret dan begal ingusan ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Aksi kejahatanya pun tak segan melukai para korban. Bahkan kelompok ini juga spesialis pencurian kendaraan bermotor di wilayah Gowa.
 
Dari hasil penyidikan, Aan tak hanya terlibat kejahatan jalanan. Aan juga merupakan salah satu pelaku pembakaran gedung DPRD Kabupaten Gowa. Selain itu iapun mahir membuat bom molotov.
 
"Pelaku ini sangat sering bersentuhan dengan tindak kriminalitas. Mulai curat, curas dan curanmor hingga pengrusakan dan pembuatan bom molotov," imbuh mantan Kasat Reskri Polrestabes Surabaya ini.
 
Di tangan tim Anti Bandit Polres Gowa, Aan harus menerima sakitnya timah panas yang menembus dua kakinya lantaran melawan dan mencoba kabur saat ditangkap.
 
Selain itu, Shinto juga menghimbau agar para korban pelaku kejahatan jalanan agar tak segan melaporkan kejadian yang dialaminya ke pihak kepolisian.
 
"Minimnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan kejadian kejahatan jalanan menjadi salah satu faktor tingginya tingkat kriminalitas di Gowa. Maka kami menghimbau agar masyarakat juga tanggap dan selalu melaporkan kejadian kejahatan sekecil apapun ke pihak kepolisian guna memburu para pelaku kejahatan ini," tutp Shinto.



Komentar Anda