Kombes Pol Rudi Setiawan menunjukkan tersangka penculikan anak, Ahmad Wahyudi, setelah diamankan polisi, Kamis (18/1/2018). Foto-foto: SP/Robert/Julian

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terungkap sudah teka teki siapa sosok pria yang menculik Shakila Rahmawati (5 tahun) di Kantor BRI Life Jalan Dr. Soetomo Surabaya. Pria itu bernama Ahmad Wahyudi (33) warga Jalan Kedungrejo Timur 2 RT2/1 Waru Sidoarjo. Pria asli Tuban ini benar-benar tidak dikenal Siti Musharifah (35 tahun), ibu kandung Shakila. Identitas penculik itu terungkap setelah pihak kepolisian di Surabaya berhasil membekuknya di kos-kosannya Jalan Karangan Gang IV Surabaya, Kamis (18/1) kemarin. Apa motif Ahmad membawa kabur Shakila?
-----------
Laporan : Narendra Bakrie, Editor: Ali Mahfud
-----------

Ahmad akhirnya ditangkap dan diperiksa intensif oleh penyidik Unit Reskrim Polsek Tegalsari. Namun, dari pantauan Surabaya Pagi, Ahmad terlihat santai dan tak ada rasa sedikit pun sikap grogi. Dia menjawab dengan gamblang semua pertanyaan yang diajukan kepadanya. Maklum saja, Ahmad memang orang waras yang sehari-hari jadi sopir truk tangki air.

Lantas apa alasan Ahmad membawa kabur Shakila yang baru saja dikenalnya? "Saya ingin mengambilnya sebagai anak saya. Saya akan merawatnya seperti anak saya sendiri. Semua keperluannya saya cukupi selama saya ajak bersembunyi di kos-kosan. Meskipun uang saya tinggal 700 ribu," aku pria bertato ini disela-sela pemeriksaannya, Kamis (17/1/2018).

Ahmad kemudian bercerita mengapa dirinya ingin merawat Shakila dengan cara menculik. Ahmad mengaku memiliki anak perempuan seumuran Shakila. Tapi hingga saat ini, dirinya tak pernah bertemu. Sebab anaknya itu ikut ibunya (mantan istri Ahmad). Dia berpisah dengan anaknya itu setahun setengah lebih pasca ia dan istrinya bercerai. "Kemudian saya nikah lagi, tapi istri saya meninggal dunia," sambung Ahmad.

Dia tidak menampik jika niatnya (menculik) muncul saat dirinya satu bus dengan Shakila yang dibawa ibunya saat itu. Sebab saat melihat Shakila, dia tiba-tiba teringat anaknya. Sehingga Ahmad mulai mendekati Siti, ibu kandung Shakila dan mengikutinya hingga Kantor BRI Life Jalan Dr Soetomo Surabaya. "Saat ada kesempatan, saya bawa saja anak ini. Saya tidak apa-apakan dia. Justru saya rawat dia. Tapi saya menyesal," tutur Ahmad.

Sembunyi di Kos
Ahmad sendiri menculik Shakila pada Selasa (16/1/2018) sekitar pukul 10.00 Wib. Dia memanfaatkan lengahnya Siti yang pada saat itu masuk ke Kantor BRI Life Jalan Dr Soetomo Surabaya, sambil menggendong Adiba, adik Shakila. Pasca berhasil membawa Shakila, Ahmad naik angkot menuju Jalan Karangan Gang 4 Surabaya. Di daerah itu, Ahmad menyewa kos dengan membayar Rp 500 ribu.

Setelah dapat kos-kosan, Ahmad kadang kala membawa Shakila keluar kos untuk jalan-jalan. Itu dilakukan agar Ahmad, agar Shakila tidak menangis. Ahmad juga membelikan semua keperluan Shakila. Mulai dari susu formula, pakaian, sandal hingga jajan dan mainan anak-anak. Namun selepas itu, Ahmad lebih sering bersembunyi di kos-kosannya.

Namun, persembunyian Ahmad akhirnya terendus warga sekitar. Itu setelah warga mengetahui peristiwa penculikan yang viral melalui media sosial (medsos). "Kejadian (penculikan) itu memang sengaja kami viralkan. Hal itu menang kita tempuh sebagai salah satu upaya agar masyarakat juga turut serta memberikan informasi kepada kami. Alhamdulillah langkah itu efektif dalam kasus ini," kata Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan, Kamis (18/1/2018).

Dilanjutkan Kombes Pol Rudi, setelah warga curiga bahwa pria dan anak perempuan kecil itu mirip korban penculikan, warga kemudian melapor ke nomor telepon Polsek Tegalsari yang tertera dalam foto yang di viralkan di medsos. "Setelah itu, tim kami dari Polsek Tegalsari di backup tim Satreskrim Polrestabes Surabaya akhirnya melakukan penyanggongan di TKP. Setelah benar, pelaku akhirnya kami sergap," bebernya.

Akibat ulah perbuatannya itu, Ahmad harus mendekam di tahanan dan dikenakan pasal 328 KUHP dan Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 pasal 83 tentang perlindungan anak.