17 Peneliti Unair Terima Mandat Jokowi Untuk Tangani COVID-19

Penerimaan SK penetapan peneliti secara simbolis. SP /Foto: Istimewa

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebanyak 17 peneliti Universitas Airlangga (Unair) menerima mandat riset dan inovasi COVID-19 dari Presiden Joko Widodo. SK penetapan peneliti diterima secara simbolis oleh Rektor Unair Prof Mohammad Nasih dan Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 Prof Ali Ghufron Mukti pada Kamis (4/5).

Penyerahan SK tersebut juga turut disaksikan Wakil Rektor Unair beserta jajarannya. Kemudian ada perwakilan Kemenristekbrin, Pimpinan RS Unair, tim peneliti Unair dan ITS.

Ketika mendapatkan mandat dari Presiden, Prof Ali menyampaikan semangat dan terima kasih kepada para peneliti Indonesia. Karena telah bersatu padu menghasilkan riset dan inovasi baru menghadapi dan cara menyelesaikan pandemi COVID-19. Sebab, beberapa riset dan inovasi itu banyak dihasilkan dari para peneliti Unair dan ITS.

"Ada empat kategori kelompok riset dan inovasi untuk mempercepat penanganan COVID-19, yang akan diteliti oleh peneliti Unair dan ITS. Di antaranya meliputi pencegahan, screening dan diagnosis, alat kesehatan dan pendukung, obat-obatan dan terapi serta sosial humaniora," kata Ali di Unair, Jumat (5/6/2020).

Ada tiga nilai yang diinginkan dari lahirnya inovasi tersebut. Yakni, teknologi tepat guna, nilai tambah dan substitusi atau pengurangan impor.

Rektor Unair Prof Nasih juga mengucapkan terima kasih karena telah dipercaya untuk melaksanakan kegiatan riset dan inovasi yang dikomandani langsung oleh Kemenristekbrin. Ke depan, Uniar berkomitmen berpartisipasi dalam penanganan COVID-19 dari hulu hingga hilir.

Mulai dari penanganannya hingga penemuan vaksin. Sebab selama ini, rata-rata vaksin dihasilkan dari luar negeri.

"Kami berharap inovasi ini akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa dan menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Bagi kami tiada hari tanpa partisipasi," harapnya.

Selain itu, Unair juga terlibat dengan mitra lainnya dan akan terus berupaya untuk menghasilkan vaksin khusus masyarakat Indonesia yang diuji coba pada virus lokal. Untuk meneliti itu, Unair bekerja sama dengan peneliti luar negeri untuk menghasilkan vaksin.

Sementara Anggota Tim Peneliti/Riset Unair Prof Ni Nyoman Tri Puspaningsih, merasa bangga kepada para peneliti Unair yang telah diberikan kesempatan dan kepercayaan untuk mengabdi bersama dalam meningkatkan kemandirian bangsa. Dia berharap, semoga penelitian ini dapat menyebar manfaat demi bangsa Indonesia.

"Semoga ini menjadi langkah baik bagi riset Indonesia dengan untuk membuktikan penelitiannya dalam waktu singkat. Artinya Indonesia mampu jika kita semua bersatu dan melakukan ini bersama-sama," pungkasnya. dsy3