Ngayomi, Kunci Persempit Tumbuhnya Pengacara Hitam

Kiat Bambang Sutjipto SH, MH, Ketua Peradi Sidoarjo

 

Bambang Sutjipto SH, MH


Kini, semua pengacara, baik pengacara praktik yang diangkat oleh Pengadilan Tinggi maupun Advokat yang diangkat oleh Menteri Kehakiman, kedudukannya di depan hukum sama yaitu sama-sama terikat dan dilindungi oleh UU Advokat No 18 Tahun 2003. Berkat sifat asah, asih dan asuh dari Ketua Peradi Sidoarjo, Bambang Sutjipto SH, MH, 200 advokat se Sidoarjo, sampai kini tetap solid dalam satu wadah, Peradi (Persatuan Advokat Indonesia). Apa saja kiatnya. Berikut wawancaranya dengan wartawan Surabaya Pagi, H. Raditya Mohammar Khadaffi.

----------------------------------

“Di Surabaya kini ada 3 organisasi Peradi. Di Malang dan Jember ada 2 Peradi. Alhamdulillah di Sidoarjo tetap satu Peradi,” beber advokat senior Bambang Sutjipto, yang setiap hari yang selalu berpakaian perlente, menyerupai Adnan Buyung Nasution SH, di Surabaya, Rabu sore kemarin (17/01).

Kunci suksesnya, kata Bambang, ngayomi semua pengacara tanpa membedakan asal usul dan status sosial. ”Pimpinan meski organisasi profesi harus bisa menjadi bapak yang bijak. Apalagi kini ada terpaan pengacara hitam. Alhamdulillah berkat pembinaan kualitas profesionalisme jasa hukum dan kode etik Advokat, di Sidoarjo sampai kini tak ditemukan pengacara hitam. Kami bertekad mempersempit ruang gerak pengacara hitam di Sidoarjo,” ungkap Bambang, yang sampai kini telah membawahi beberapa perusahaan di Sidoarjo dan Surabaya.

Hari Sabtu (20/1), Peradi Cabang Sidoarjo, menyelenggarakan Muscab (Musyawarah Cabang) ke 2 di Sidoarjo. Bambang didaulat oleh lebih 50% anggota Peradi Kabupaten Sidoarjo, untuk bersedia dipilih yang kedua. Alasannya, selama ini Bambang Sutjipto, membina semua advokat tanpa pilih kasih. “Kalau teman-teman memilih saya kembali memimpin Peradi Sidoarjo yang kedua, saya akan tingkatkan kualitas advokat Sidoarjo menjadi pemberi jasa hukum kompeten dan terpercaya di mata klien dan mitra penegak hukum,” jelas Bambang.

Agendanya, tiap bulan akan menyelenggarakan pelatihan dan seminar hukum dengan mengundang pakar-pakar hukum dari kampus.

Dalam pandangan Bambang, mayoritas advokat Sidoarjo masih menangani kasus-kasus perceraian, sengketa tanah dan pidana ringan. Ke depannya Bambang akan mengundang ahli hukum perbankan, kepailitan dan IT.

“Sidoarjo itu salah satu kota penyanggah Surabaya. Saya ingin kualitas dan kemampuan advokat Sidoarjo tak boleh ketinggalan dari advokat Surabaya,” harap Bambang yang sudah merintis kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta di Surabaya.

Komposisi kepengurusan Peradi ke depan, selain tidak mengutamakan satu organisasi advokat lama saja, juga akan mengajak advokat muda dari beberapa organisasi seperti IPHI, AAI, dan lain-lainnya.

Sampai kini, Peradi Sidoarjo, sudah menyelenggarakan beberapa kali angkatan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA). Ada yang surprise, satu angkatan bisa melibatkan 65 sarjana hukum. n



Komentar Anda



Berita Terkait