La Nyalla Mattalitti. Foto : SP/IBNU

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Salah satu mantan Bacagub Partai Gerindra La Nyalla Mattalitti menyesalkan sikap Gerindra yang memilih bergabung dengan poros Gus Ipul-Puti Guntur. Menurut Nyalla, Gerindra hanya akan menjadi pelengkap saja pada poros tersebut.

"Kata Hasto, "pengusung Ipul-Puti adalah PDIP dan PKB. PKS dan Gerindra silakan kalo mau jadi pendukung," Apa gak malu? Posisinya jadi pelengkap," kata Ketua Kadin Jatim tersebut, Kamis(11/01).

La Nyalla, sebelumnya pun mengaku telah legowo dengan pembatalan niatnya untuk maju sebagai Cagub di Pilgub Jatim. "Saya ikhlas dibeginikan dan saya haqqul yaqin tidak ada yg sia-sia atas apa yang sudah dikerjakan oleh kita semua," katanya.

"Apapun keputusannya itu yang terbaik menurut Allah SWT. Sekalipun kita merasakan dan dilihat dari dhohir bahwa itu pendholiman terhadap diri saya," tegas Nyalla pada kesempatan tersebut.

Dimintai pendapat, bergabungnya Gerindra ke kubu PDIP dipandang oleh pengamat politik asal Unesa Agus Mahfud Fauzi sebagai langkah bersinergi demi kepentingan yang jauh lebih besar. Di sisi lain, hal itu juga menggambarkan bahwa Gerindra dan PDIP sama-sama memiliki gambaran baik tentang Jawa Timur bersama Gus Ipul.

"Jangka pendek ini tentang Jatim. Kalau tentang Pilpres ini jangka panjangnya," jelas Agus.

Kepentingan masing-masing partai koalisi, dipandang oleh pakar sosiologi politik tersebut perlu untuk segera dijembatani oleh Gus Ipul. "Tapi, Menurut saya mereka sudah saling memahami. Sehingga koalisi tidak sampai retak," jelasnya.

"Seandainya ada yang tidak setuju, mereka setelah pendaftaran hari ini tidak akan terlalu aktif, tetapi minimal sudah menjadi bagian pendukung dan pengusung pada pendaftaran hari ini," tambah mantan Komisioner KPU tersebut.

Ketidakaktifan itu, menurut Agus adalah dalam artian tidak terlalu aktif dalam perjuangan pemenangan secara teknis di lapangan, tapi secara kelembagaan partai tetap mengeluarkan pernyataan yang mendukung.

"Risikonya bagi calon, jika teledor maka suara dukungan pemilih terhadap partai pengusung, akan berpindah jika tidak dikawal. Disini sebaiknya semua partai pengusung satu paslon berkoordinasi untuk pembagian tugas pengawalan suara pemilu 2014, supaya pemilih pada pilkada 2018 tidak berpaling," tegasnya. ifw