Ketua Harian KONI JATIM, M. Nabil. (SP/LUXI NOVIASARI)

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Demi menjadi yang terbaik segala macam usaha perlu dilakukan. Mulai menyiapkan atlet terbaik dengan menyiapkan segala yang dibutuhkan untuk meraih kemenangan dalam PON XX 2020.

KONI Jatim tidak hanya diam, namun terus melakukan pembenahan-pembenahan dengan mengevaluasi dari beberapa segi. Dengan terus menyaring atlet-atlet terbaik dalam setiap cabang olahraga (cabor).

“Sekarang kita masuk tahap, hasil tes tahap dua dari beberapa cabor lapis ke dua yang kita evaluasi,” ucap M. Nabil selaku Ketua Harian KONI Jatim.

Dari sisi ekternal, pihak KONI Jatim juga terus memantau serta menanyakan perihal aturan yang nantinya akan menjadi syarat dalam PON XX 2020 di Papua.

“Melakukan pembenahan-pembenahan terhadap aturan yang belum diselesaikan oleh PB PON tentang pembatasan-pembatasan usia,” tambahnya

Dalam suatu pertandingan usia memang menjadi suatu hal yang krusial, karena jika usia kurang maupun lebih dari batasan, para atlet sudah dipastikan tidak dapat bertanding.

Berdasarkan keterangan M.Nabil hingga saat ini sudah ada beberapa cabor yang sudah fix berapa batasan usianya, seperti cabor balap sepeda yang mematok batasan usianya 21 tahun.

“Surat resminya sudah diterima jika batasan usianya adalah 21 tahun. Namun saat ini pihaknya masih belum bisa mengusulkan siapa saja yang masuk dalam squad yang akan mewakili KONI Jatim,” tuturnya. lx