Ustadz Felix Siauw

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Komika Ge Pamungkas dan Joshua Suherman dihujat habis-habisan lantaran dinilai bawa-bawa Islam dalam lawakannya di sebuah acara Stan-up Comedy.

Ge Pamungkas sendiri, kini terancam dipolisikan. Sementara Joshua sudah dilaporkan oleh Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) ke Mabes Polri pada Selasa (9/1/2018) kemarin.

Stand-up comedy Joshua Suherman melakukan pelecehan, penghinaan, bahkan telah melakukan pelecehan terhadap agama Islam,” ujar Rahmat Imran, Ketua FUIB kepada wartawan di Bareskrim Mabes Polri kemarin.

Laporan yang dibuat oleh FUIB diterima oleh SPKT Bareskrim Polri dengan nomor laporan LP/30/I/2018/Bareskrim tertanggal 9 Januari 2018.

Gaya lawakan kedua Komika ini nampaknya membuat Ustad Felix Siauw ikut geram. Pria yang memeluk islam pada 2010 ini menulis kekesalannya melalui akun sosial media miliknya.

Berikut tulisannya yang kini dibanjiri sejumlah komentar dari followernya. Felix Siauw sendiri, memiliki pengikut di facebook berjumlah 4.194.693 pengikut.

Lawakan Rendahan

Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan

Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih.

QS Luqman 6-7

Sejak dahulu pun ini sudah disampaikan, bahwasanya diantara manusia ada yang berkata-kata dengan hal yang tak ada faidah, yang dengan itu mereka menyesatkan manusia

Tidak hanya menyesatkan manusia, tapi juga menjadikan jalan Allah sebagai olok-olokan, bahwan lawakan, bahan candaan, dan pancingan untuk ditertawakan

Alasan mereka ini adalah kritik sosial, kritik kepada manusianya bukan pada agamanya. Tapi yang mereka sebut “Allah”, yang mereka sebut “Islam”, jelas sekali

Apa tujuan mereka menyampaikan itu? Jelas, membuat orang tidak percaya dengan Islam, ingin menunjukkan bahwa agama tidak boleh dibawa ke ranah kehidupan

Narasi yang sama selalu kita dengar dari penista agama dan siapapun yang mendukungnya, ingat kata-kata “Jangan mau dibodohi dengan Al-Maidah 51”?

Inti yang ingin mereka sampaikan sebenarnya sama, bahwa agama itu tidak berpengaruh dalam kehidupan bernegara, bahkan agama hanya bikin masalah saja

Maka dulu muncul kalimat “kafir jujur lebih baik dari Muslim korup”, mereka ingin menginstall pemahaman pada kaum Muslim “beragama tak membuatmu baik”

Apa kondisi ideal yang mereka inginkan? Sebuah negera tanpa agama. Agama boleh dibicarakan di Masjid, tapi jangan sampai sebagai dasar dalam menentukan keputusan hidup

Agama boleh membahas shalat, puasa, dan ibadah lain. Tapi jangan sampai jadi pertimbangan dalam memilih pemimpin, dan bahasan-bahasan kenegaraan

Mengapa? Sebab musuh kedzaliman adalah Islam. Dan mereka tahu, satu-satunya cara bisa meneruskan kedzaliman tuan-tuan serakah mereka, adalah menyingkirkan Islam.

Sebelumnya, Ge Pamungkas sendiri telah membuat klarifikasi melalui akun isntagram. Klarifikasi itu ditujukan kapada salah satu akun fanpage yang ikut memposting video lawakan Ge Pamungkas tersebut. Dalam klarifikasinya Ia mengatakan tidak bermaksud menyinggung Islam.

“Menghina agama dan adat istiadat bukanlah gaya saya dalam menghibur penonton. Jadi saya sangat amat sadar bahwa saya tidak mungkin menghina atau menyentuh rana itu, terlebih lagi menghina sang Khalik, Allah SWT.” kata Ge.

Sementara Joshua Suherman, nampaknya enggan untuk membuat klarifikasi, hal ini dikatakan oleh Ketua FUIB Rahmat Imran

Rahmat menuturkan, alasan melaporkan Joshua ke Bareskrim Mabes Polri karena tidak ada itikad baik dari Joshua untuk meminta maaf.

“Kemarin Minggu itu, saya membrodcast tentang pelaporan saya. Dengan alasan pada hari Senin akan ada ruang untuk komunikasi bersama Joshua, akan tetapi sampai saat ini Joshua tidak menggunakan apa yang kita berikan tadi, tidak menghubungi pihak kami untuk minta maaf ataupun untuk ketemu. Makanya kami bertekad melaporkan Joshua,” kata Rahmat.