Ini salah satu foto mirip Azwar Anas dengan seorang perempuan yang beredar sejak pekan lalu.

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memang telah resmi mundur sebagai Cawagub pendamping Gus Ipul. Namun bupati dua periode itu masih menjadi sorotan, lantaran foto-foto syur yang mirip dirinya bersama seorang perempuan yang beredar belakangan ini. Pasalnya, hingga kini Anas tak pernah mengklarifikasi kebenaran dalam foto tersebut. Padahal, pakar teknologi menilai foto-foto yang beredar itu asli. Bukan hasil editan.

Pakar Teknologi Informasi (TI), I Putu Hendika Permana, S.Kom, MM itu menyampaikan, bahwa foto-foto mirip diduga Azwar Anas itu bukan foto rekayasa. "Itu foto asli. Dari empat foto yang ada setelah saya lakukan pengecekan melalui analisa ELA (Error Level Analysis) menunjukkan bahwa tidak ada editing konten/perubahan isi gambar yang menunjukkan bahwa gambar tersebut tidak terdapat penambahan gambar lain di dalamnya," tegas Putu, kemarin.

Disebutkan, foto-foto mirip Anas tersebut yang sudah tersebar di banyak media massa dan media sosial itu, sudah melalui proses editing pada size (ukuran gambar), pemotongan gambar dan lainnya. "Analisis ini menggunakan salah satu prinsip dasar dalam melakukan forensik, yaitu Evidence Enhancement dan memanfaatkan teknologi digital Meta Data Analitic. Hasil analisa dari detail properti gambar, maka dapat disimpulkan gambar tersebut sudah melalui beberapa proses editing. Proses editing yang dimaksud pada kesimpulannya adalah pemotongan gambar, perubahan ukuran dan lainnya. Editing yang dimaksud belum tentu merupakan perubahan konten atau isi foto," papar lelaki ber-almamater teknik informatika ITS Surabaya ini.

Dari empat foto yang ditelitinya, menurut Putu, rata-rata sudah mengalami perubahan pada ukuran. Contohnya pada gambar yang menunjukkan seorang lelaki yang diduga Azwar Anas sedang duduk di dalam mobil dan memangku kaki seorang perempuan. "Analisa pencahayaan yang dilakukan pada objek dua tubuh yang berbeda, analisa dikakukan pada empat step yang dites memberikan dukungan bahwa foto ini memang sudah diedit ukuran dan lain sebagainya. Namun tidak ada perubahan konten di dalamnya," terang dia.

Tidak Bermoral
Abdul Malik, Ketua Kongres Advokat Indonesia ( KAI ) Jatim menuturkan, terlepas dari fenomena politik, menurutnya yang pertama yang harus dipastikan yang berada dalam foto tersebut apa benar-benar Azwar Anas atau bukan. “Saya tidak mau berspekulasi terkait orang di dalam foto itu. Jika pun benar itu AA (Azwar Anas, red) dalam aspek hukumnya itu lemah, hanya tipiring ( Tindak Pidana Ringan) aja. Tapi karena itu pejabat, sanksi moralnya yang besar,” ungkapnya kepada Surabaya Pagi, Selasa (9/1) kemarin.

Malik yang juga pengurus DPD Partai Gerindra Jatim ini menegaskan sangat tidak pantas seorang pejabat atau pimpinan daerah itu melakukan hal seperti itu (foto syur). “Kalau dari segi moralnya sangat tidak bermoral,” tandas Malik.

Ia mengatakan tidak dipungkiri bahwa banyak pejabat publik yang suka main perempuan dan itu bukan rahasia lagi. “Jika itu benar AA, apes aja dia, tidak perlu munafik banyak pejabat yang seperti itu dan itu bukan rahasia lagi, hanya belum ketahuan aja,” lanjut Malik.

Abdul Malik menerangkan, sejauh itu bukan istri orang atau bukan suami orang sanksinya itu hanya hukumnya tipiring saja. Namun tetap perbuatannya zina. Sedang jika sudah mempunyai suami atau istri, itu namanya perzinaan. Sanksi moralnya lebih besar. “Kalau hukumnya dalam Islam itu dirajam sampai mati,” cetus Malik.

“Apalagi suaminya orang Madura lebih bahaya itu. Seandainya saya suaminya si perempuan itu, saya tidak akan mengambil jalur hukum negara. Saya akan mengambil julur hukum adat sebagai orang Madura,” tambah pria berdarah Madura tersebut.

Foto Lawas
Sejauh ini, beredarnya foto-foto itu dianggap hanya sebagai foto lawas saja. Meski tak pernah mengklarifikasi di hadapan publik atau media, Anas melalui keterangan tertulisnya, tidak pernah membenarkan maupun membantah foto yang beredar itu. Anas menganggap ada proses pembunuhan karakter di tengah pertarungan politik menjelang Pilgub Jatim 2018.

"Jadi terkait apa yang jadi desus-desus itu, saya sudah biasa. Perlakuan yang sama persis seperti ini sudah saya terima sejak tahun kedua menjabat ketika saya menerapkan sejumlah kebijakan," ujar Anas dalam keterangan tertulisnya.

Dia berbicara mengenai kebijakannya, seperti pelarangan pasar modern hingga memperjuangkan saham bagi rakyat di sektor pertambangan. Menurut Anas, kebijakan-kebijakannya yang tegas itu membuat dia dan keluarga kerap mendapat 'serangan'.

"Saya juga dikirimi macam-macam gambar di masa lalu untuk mencegah saya mengambil kebijakan-kebijakan tertentu. Tapi kan saya tetap lanjutkan apa yang baik bagi orang banyak," lanjut Anas.

Soal Wakil Gus Ipul
Belum pastinya Saifullah Yusuf mendaftar calon gubernur Jawa Timur dimaklumi KPU Jatim. Sebab, sampai hari kedua pendaftaran di KPU Jatim, tidak ada satupun utusan Gus Ipul datang ke KPU untuk menyampaikan rencana pendaftaran.

Di Hari kedua kemarin (9/1), belum ada pasangan bakal calon (Bacalon) Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) dan partai politik (parpol) yang mendaftarkan diri ke KPU Provinsi Jawa Timur

"Sampai jam 16.00, hari kedua ini ditutup tanpa ada pendaftar. Selanjutnya, Rabu (10/1) besok akan kami buka kembali pendaftaran dan ditunggu bagi yang ingin mendaftarkan di KPU," ujar Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito di Posko pendaftaran KPU Jatim, Selasa (9/1).

Eko yang juga mantan Ketua KPU Surabaya ini menyampaikan, untuk pendaftaran di hari ketiga Rabu (10/1) KPU mulai dibuka jam 08.00 Wib - 00.00 Wib. "Kepada parpol pengusung Bacagub dan Bacawagub untuk memanfaatkan pendaftaran di hari terakhir besok, kami tunggu sampai Jam 12 malam," ujarnya.

Eko menambahkan, meski belum ada yang daftar di hari kedua. Ada beberapa partai politik (parpol) pengusung Khofifah - Emil datang ke KPU Jatim seperti Golkar, Demokrat, Nasdem, Hanura. "Parpol tersebut dipastikan mendukung dan mengantarkan Khofifah - Emil pada Rabu (10/1) besok (hari ini, red) sekitar jam 10.00. Dan untuk calon parpol pengusung lainnya masih belum ada konfirmasi lagi ke KPU Jatim," ujarnya. n rko/alq/fir