Tersangka memeragakan cara untuk mengelabui korbannya , saat gelar perkara di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (5/1). Polisi mengamankan barang bukti emas palsu. Foto: SP/ROBERT.

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Di zaman milenial seperti ini, masih saja banyak orang yang percaya praktik magis. Di Surabaya contohnya. Dua orang terpaksa merugi puluhan hingga ratusan juta karena tertipu praktik magis seseorang. Dua korban itu Zainul dan Hamid. Keduanya merupakan Warga Sememi Surabaya. Mereka berdua tertipu 200 Juta setelah mereka percaya, kuningan yang mereka beli, bisa berubah menjadi emas murni.

Sedangkan pelaku penipuan terhadap keduanya adalah Sofyan (52) warga Jalan Kendung, Sememi Surabaya. Meski hanya lulusan SD, Sofyan berhasil mengelabuhi Zainul dan Hamid. Caranya, Sofyan meyakinkan kedua korban, bahwa dirinya mampu mengubah kuningan menjadi emas murni. Tentu saja, dengan mahar sejumlah uang sebagai syarat ritualnya.

Padahal, Sofyan membeli kuningan dan permata itu di Pasar Turi Surabaya. Dengan membeli kuningan berlogo Bung Karno seharga 150 ribu per batang, Sofyan menjualnya kepada kedua korban dengan harga 3 Juta. "Darisanalah, pelaku (Sofyan) memulai sederetan ritual untuk mengubah kuningan itu menjadi emas," kata Kasubbaghumas Polrestabes Surabaya, Kompol Lily Djafar, Jumat (5/1/2018).

Memang, aksi tipu-tipu Sofyan itu terbongkar setelah dua korban melapor ke Polrestabes Surabaya. Dari laporan itu, Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya akhirnya meringkus Sofyan berikut barang bukti di rumahnya. Darisanalah terkuak aksi tipu-tipu yang dilakukan Sofyan. "Jadi kuningan itu disimpan di rumah pelaku, dan secara berkala korban harus mengikuti ritual agar kuningan bisa berubah jadi emas," beber Kompol Lily.

Ritual yang dijalankan Sofyan yaitu membungkus kuningan dan permata ke dalam kain. Saat ritual, kedua korban harus datang dan mengikuti ritual tersebut. Dalam ritual, setelah merapalkan beberapa mantra, kedua korban disuruh meminum segelas air yang berbau minyak. Sedangkan sisanya, disuruh membasuhkan ke wajah kedua korban. Dan setiap ritual, kedua korban disuruh menyerahkan sejumlah uang untuk syarat mahar, agar kuningan itu segera menjadi emas.

Namun, setelah 5 bulan ditunggu-tunggu, kuningan tersebut tak kunjung menjadi emas. Dua korban yang sudah merasa ditipu, akhirnya melapor ke Polrestabes Surabaya. Sebab harapan mereka untuk mendapat emas murni ternyata sia-sia. Korban Zainul sudah merugi 160 Juta. Sedangkan korban Hamid merugi 40 Juta.

Sementara kepada penyidik Sofyan mengaku, dirinya sudah melakukan praktik tersebut sejak 2015 silam. Darisana, kuat dugaan bahwa Sofyan telah menipu banyak korban. Namun memang baru dua korban yang berani melapor. "Saya sebenarnya memang bisa. Tapi memang perlu waktu lama. Kalau hanya sebentar, sulit mengubah kuningan menjadi emas," dalih Sofyan. bkr