Bambang Haryo : Asrilia Kurniati tak Terkait Mundurnya Anas

 

Azwar Anas (dua dari kiri) dan Bambang Haryo (kanan) beserta istrinya.


Anggota DPR RI Bambang Haryo menegaskan bahwa sang Istri, Asrilia Kurniati tidak ada kaitannya dengan foto yang disebut-sebut bakal menjadi alasan mundurnya Azwar Anas sebagai Cawagub bagi Gus Ipul. Pada Jumat(5/1) pagi, Bambang Haryo mengatakan istrinya selalu bersama dirinya.

"Jadi gini, istri saya ini selalu mendampingi saya di Jakarta. Paling-paling hanya 1-2 hari saja dia di Surabaya untuk ngecek anak-anak. Jadi nggak mungkin itu," kata Bambang Haryo kepada Surabaya Pagi.

"Saya pikir, kalaupun itu terjadi, saya rasa tetap nggak mungkin. Selain itu, istri saya ini kan publik figur. Publik figur ini dalam artian dia menjadi Ketua dalam berbagai organisasi kemasyarakatan yang banyak bergerak di bidang sosial," tambah anggota DPR RI asal dapil Jatim I tersebut.

Selalu Turut Dampingi
Bambang Haryo, pada kesempatan yang sama juga menegaskan bahwa sang istri selalu turut mendampingi dirinya secara langsung. "Istri saya ini juga selalu ikut dalam berbagai kunjungan kerja yang saya lakukan, jadi nggak mungkin sekali. Itu semua (ikutnya sang Istri dalam setiap kunjungan kerja) saya lakukan karena saya tidak ingin muncul isu-isu negatif seperti ini," tegas politisi Partai Gerindra ini.

Wartawan Surabaya Pagi Ibnu F Wibowo yang mewawancarai suami Asrilia Kurniati Bambang Haryo, melalui SMS Kamis pada pukul 20.14. Tapi tidak dibalas oleh Bambang melalui nomor HP 0811300xxx. Dan
baru Jumat pagi Bambang Haryo, membalas. Konfirmasi yang dilakukan diminta untuk dilengkapi dengan info soal SMS dan penegasan tidak menelepon. Tapi Bambang Haryo protes karena menjadi viral.

Semalam (5/1), Bambang Haryo juga melakukan klarifikasi ke redaksi Surabaya Pagi. Ia menegaskan jika wanita dalam foto yang beredar itu bukan istrinya. “Masak pahanya besar gitu, istri saya tidak seperti itu. Sampean juga tahu kalau istri saya itu cantik kan,” tutur Bambang Haryo.

Ia juga menyesalkan berita yang muncul di Surabaya Pagi, sebab wartawan bersangkutan dianggapnya tidak melakukan konfirmasi terhadap dirinya. “Saya ini di Komisi VI (DPR), sudah cek ke Telkomsel, tidak ada nomor saudara Ibnu yang masuk ke HP saya. Berarti beritanya berita bohong,” kata Bambang yang juga seorang pengusaha besar di Surabaya. Karena itu, ia meminta agar wartawan yang bersangkutan maupun pihak redaksi melakukan permintaan maaf.

Sementara itu, dalam surat pernyataan yang ditanda tangani Ibnu selaku wartawan di lapangan yang melaporkan berita tersebut mengungkapkan bahwa dirinya sudah melakukan SMS permohonan izin wawancara kepada Bambang Haryo pada pukul 20.14 (Kamis malam), namun tidak dibalas. Keesokan harinya, Bambang Haryo baru menjawab. Bambang menyebut ada pertemuan sebelumnya, sehingga pesan yang dikirimkan Surabaya Pagi baru bisa terbaca pada sekitar 22.00. “Esok paginya (Jumat) mengkonfirmasi Bambang Haryo sudah saya lakukan,” sebut Ibnu dalam pernyataannya yang diterima redaksi Surabaya Pagi.

Sedang informasi isu skandal foto, sebut Ibnu, berasal dari kalangan wartawan. “Saya dengar dari wartawan BBS TV. Ia mengaku dengar dari wartawan Surya,” sebutnya.

Anas Sosok Baik
Di sisi lain, foto yang beredar terkait rumor akan mundurnya Azwar Anas dari Pilgub Jatim 2018 dipandang Bambang Haryo hanya sebagai upaya untuk membunuh karakter Bupati Banyuwangi tersebut. "Ini semua menurut saya terjadi karena sosok Pak Anas yang terlalu kuat. Sehingga banyak yang ingin menjatuhkan Beliau. Hal-hal seperti ini yang harusnya dinetralisir oleh media," ujar politisi asal Partai Gerindra tersebut.

"Media seharusnya tidak terseret isu-isu yang menjatuhkan. Publik ini butuh isu-isu yang bagus. Agar negara ini bisa mendapatkan masukan untuk menjadikan bangsa ini lebih bagus lagi ke depannya," lanjut Bambang Haryo.

Sosok Azwar Anas juga dipandang oleh Bambang Haryo sebagai pemimpin yang baik. "Program-program dia banyak yang sudah berhasil. Senior saya di DPR RI yang sering menjadi partner diskusi saya sampai sekarang," katanya. "Untuk itu, seharusnya Pak Anas ini kita dukung bersama. Beliau ini juga yang saya jagokan di Pilgub Jatim 2018," pungkas Bambang Haryo.

Kusnadi tak Komentari
Pada konferensi pers yang dilakukan oleh DPD PDIP Jatim di Kantor DPD PDIP Jatim, Jumat(5/1), Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi mengungkapkan bahwa dirinya belum bisa mengomentari terkait isu mundurnya Azwar Anas sebagai Cawagub bagi Gus Ipul. Menurut Kusnadi, hal itu dikarenakan belum adanya informasi langsung dari Azwar Anas.

"Sampai hari ini dan jam ini, PDIP belum menerima surat pengunduran diri dari Azwar Anas. Kok surat, secara lisan saja tidak ada. Jadi Anas ini ngomong saja belum, bagaimana saya bisa menyikapi?" ujar pria yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim tersebut.

Kusnadi, pada kesempatan yang sama juga menjelaskan bahwa mekanisme penggantian nama pada surat rekomendasi dukungan yang telah dikeluarkan tidak dapat serta merta dilakukan. "Kecuali, yang bersangkutan ini terjerat kasus korupsi atau terkena OTT KPK," jelasnya.

Disinggung soal foto yang menunjukkan sosok yang diduga mirip Azwar Anas dengan seorang wanita, Kusnadi juga enggan menyikapi hal tersebut. "Yang jelas, wanita yang awalnya disebut ada di foto itu kan sudah menyangkal. Suaminya sudah bilang kalau itu nggak mungkin istrinya," kata Kusnadi.

Di sisi lain, mundurnya Rakerdasus DPD PDIP Perjuangan pun menurut Kusnadi bukan didasari isu mundurnya Azwar Anas. Hal tersebut dikatakan Kusnadi didasari dengan acara pernikahan dari anak Pramono Anung.

"Awalnya kan rencana tanggal 6, tapi dari DPP nggak bisa. Karena tanggal 6 ini kan Pak Pram mantu. DPP ini semua disana. Rakerdasus ini kan nggak bisa kalau nggak ada DPP. Jadi bukan karena isu ini," tegas Kusnadi.

Polda Pantau
Tak bisa dipungkiri, beredarnya foto syur yang diduga mirip Azwar Anas, juga dipantau Polda Jatim. Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, pihaknya sudah memantau beredarnya foto tersebut. Namun sebagai penegak hukum, pihaknya tetap akan menunggu laporan resmi dari siapapun yang merasa dirugikan dengan beredarnya foto tersebut. "Karena ini merupakan delik aduan. Sehingga kami, akan melakukan tindakan jika sudah ada laporan resmi itu," katanya semalam.

Kombes Pol Frans Barung menambahkan pihaknya sebagai unsur keamanan dalam Pilkada Jatim tahun ini jauh hari sudah melakukan pemantauan di media sosial. "Jadi kami tidak hanya fokus pada PAM dan patroli pasukan saja. Kami jauh hari juga sudah mengantisipasinya dengan melalukan patroli Cyber Troops," tegasnya.

Patroli Cyber Troops tersebut difokuskan untuk memantau media sosial yang berkembang di masyarakat. Dan hasilnya hingga saat ini, Polda Jatim sudah men-take down 405 akun media sosial yang berpotensi menjadi provokator. Sebab 405 akun media sosial itu teridentifikasi tidak bertuan (abal-abal).

"Untuk antisipasi perang media sosial di Pilkada Jatim kali ini, kami jauh hari sudah fokus memelototi akun yang kami tengarai menjadi akun pendukung para paslon. Bukan apa-apa, ini untuk mengantisipasi hoax dan fitnah melalui medsos. Jadi kami (Polda Jatim) tidak khawatir," ulas Kombes Pol Frans Barung.

"Jadi sekali lagi, terkait beredarnya foto tersebut, kami tekankan kembali, siapapun yang merasa dirugikan, kami tunggu laporan resminya," sambungnya.

Sekedar diketahui, dari catatan Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung menjelaskan secara detail, trend pengguna medsos di Jatim antara lain 75 persen menggunakan Facebook (FB), 15 persen menggunakan Instagram (IG) dan selebihnya main di Twitter. n ifw/bkr



Komentar Anda