Gubernur Jawa Timur Soekarwo didampingi kadishub Jatim Wahud Wahyudi dan Kabid Angkutan dan Keselamatan Jalan Dishub Jatim, Isa Ansori, menempelkan stiker pada angkutan online pada acara peresmian angkutan telah online yang berijin di halaman Grahadi, Sur

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Setelah ditunggu sekian lama, para pengemudi angkutan online di Jatim akhirnya bisa bernafas lega. Ini setelah Gubernur Jawa Timur Soekarwo melaunching pengoperasian angkutan sewa khusus/online yang sudah mendapatkan ijin dari Dinas Perhubungan Provinsi Jatim.

Peresmian tersebut dilakukan Pakde Karwo, sapaan Soekarwo di halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (4/1) pagi.Pakde melaunching 113 kendaraan. Yang telah mendapatkan ijin dari Dinas Perhubungan Provinsi Jatim.

Pakde Karwo mengungkapkan bahwa peresmian ini sebagai manifestasi titik akhir dari semua kesepakatan dan kerukunan antara angkutan online dan non online/konvensional.
“Bagaimanapun teknologi adalah hal yang tidak mungkin kita hindari. Jadi peresmian ini sebagai bentuk pemerintah memfasilitasi hal ini,” jelasnya dengan raut wajah bahagia.

Pakde Karwo menjelaskan bagaimana proses perumusan hingga menemukan titik akhir. Setelah tiga kali pembahasan di Grahadi, akhirnya disepakati peraturan terakhir yang tentunya menyerap aspirasi masyarakat online dan non online. Dalam setiap perumusan termasuk pergub, dua pihak ini juga selalu dilibatkan.
“Proses ini menggambarkan bahwa antara online dan non online pandangan hidupnya sama, yakni ingin berdampingan secara damai dan saling kompromi mencari titik tengah, ini patut dihargai,” terangnya.

Menurutnya, sikap dan pandangan Pemprov Jatim jelas. Dimana yang besar difasilitasi melalui peraturan, dan yang kecil harus dibantu agar tak kalah dalam pertarungan. Efisiensi adalah tuntutan jaman, tapi yang tidak efisien tak boleh kalah sehingga pemerintah harus membantu untuk memfasilitasi.

Pemerintahan yang baik, lanjutnya, tak bisa membiarkan yang kalah itu mati sehingga bentuk CSR yang diberikan oleh perusahaan angkutan online sebagai bentuk kegotongroyongan dan kepedulian terhadap yang kecil.
“Budaya tanding seperti demonstrasi itu melelahkan. Kita tidak membutuhkan budaya tanding tapi kebersamaan,” kata orang nomor satu di Jatim ini.

Peresmian ini, tambahnya, merupakan bentuk dialog antara kedua belah pihak. Sehingga, bila sudah dirumuskan tidak ada lagi yang tidak sependapat karena semua sudah dilibatkan. Terkait pengaturan bagi kendaraan online roda dua, akan diatur lebih lanjut.