Wakil Rektor III UNAIR Prof. Mochammad Amin Alamsjah (Ketiga dari kiri) bersama Jeffrey J.P. Tsai, Ph. D (tengah) dan jajaran pimpinan UNAIR dan Asia University seusai melakukan pembahasan kerja sama. Foto: SP/IBNU.

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Berbagai langkah untuk meningkatkan pengakuan dunia internasional terhadap Universitas Airlangga terus dilakukan. Peningkatan kualitas pendidikan dengan terus menggenjot program pertukaran pelajar, kolaborasi riset, hingga melakukan pengabdian bersama masyarakat dunia menjadi fokus Unair.

Kali ini upaya peningkatan itu berupa melakukan kolaborasi riset dengan berbagai peneliti dari Asia University, Taiwan. Setidaknya, ada sepuluh peneliti Unair diundang secara langsung oleh pihak Asia University untuk melakukan diskusi serta tukar pemikiran mengenai hasil riset.

Kegiatan yang dilakukan di Asia University Taiwan itu dilangsungkan mulai tanggal 26 Desember hingga 31 Desember 2017. Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, selaku Direktur Airlangga Global Engagement (AGE) Unair mengatakan, keterlibatan Unair dalam hal ini didasari dengan kiprah Unair selama ini yang secara tidak langsung dilirik oleh pihak Asia University.

Prof. Nyoman menambahkan bahwa dalam kolaborasi riset tersebut ada beberapa peneliti Unair yang memiliki hasil riset lebih unggul jika dibandingkan dengan Asia University, begitu sebaliknya. Dengan itu, tambah Prof. Nyoman, kelebihan dan kekurangan yang dimiliki masing-masing institusi menjadi salah satu hal untuk saling melengkapi.

“Dengan memiliki keunggulan yang berbeda, baik Unair maupun Asia University, kerja sama ini akan saling melengkapi dan mengisi,” jelasnya,

Dalam pertemuan itu juga disepakati tentang berbagai kerja sama antara Unair dan Asia University. Mewakili pihak Unair, Wakil Rektor III UNAIR Prof. Mochammad Amin Alamsjah, mengatakan bahwa kesepakatan kerja sama itu meliputi kolaborasi riset dan publikasi serta kerja sama pada bidang pertukaran staf serta mahasiswa yang bakal dilangsungkan pada tahun 2018.

“Untuk kerja sama kolaborasi riset dan publikasi, ada sembilan bidang riset yang disepakati dengan 17 judul penelitian yang diusulkan oleh peneliti Unair dan Asia University. Sementara itu, untuk pertukaran staf dan mahasiswa, akan ada pertukaran baik secara inbound maupun outbound pada tahun depan,” terangnya.

“Untuk tenaga kependidikan juga akan ada bentuk pelatihan,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, Prof. Amin juga menambahkan, kerja sama juga bakal dilakukan dalam bentuk pertukaran dosen.

"Sekali lagi, hal itu bakal dilakukan dalam bentuk inbound dan outbound. Bentuk kerja sama nantinya seperti melaksanakan kuliah tamu, pembimbingan riset mahasiswa maupun menjadi konsultan,” pungkasnya. ifw