SURABAYAPAGI.com, Gubeng - Berdalih butuh uang untuk kebutuhan bayar hutang ke rentenir, dua pemuda ini nekat melakukan aksi penjambretan sebuah handpone di jalan Mayar Kertoarjo Surabaya pada Sabtu (11/12) malam.

Dua pemuda yang merupakan teman dekat ini mengaku kalap hingga menjambret sebuah handpone milik Dewi Triola.

Kejadian itu bermuka saat dua tersangka yang bernama Tri Budi Utomo (31) warga Gubeng Masjid I /40 Surabaya dan Andreansyah (19) warga Gubeng Masjid II/ 31 Surabaya ini mengendarai motor mio bernopol L-5315-EV. Keduanya berputar mencari mangsa. Hingga akhirnya mereka melihat korban tengah menggunakan handpone duatas motornya saat dibonceng oleh temannya.

Tanpa pikir panjang, Budi yang menjoki motor langsung memepet korban, sedangkan Andreansyah langsung merampas handpon merk I Phone 5 milik korban.

"Keduanya sempat berhasil membawa handpone korban, kemudian berusaha kabur. Namun korban terus mengikuti pelaku dan berteriak jambret. Teriakan tersebut didengar oleh anggota kring serse yang kebetulan sedang melakukan pengamanan acara musik di jalan itu. Pelaku yang panik dikejar korban dan anggota kemudian hilang kendali dan terjatuh. Keduanya berhasik kami amankan," ujar Kapolsek Gubeng,Kompol Sudarto, Selasa (12/12) siang.

Dari pengakuannya, kedua pelaku ini baru pertama beraksi. Namun polisi menduga, aksi ini bukan pertama kalinya lantaran kedua pelaku cukup lihai menjalankan aksi kejahatan tersebut.

"Iya baru sekali ini. Kepepet untuk bayar hutang di rentenir. Saya hutang satu juta, jadi satu juta setengah mas. Gaji saya gak cukup buat bayar itu," aku Andreansyah.

Kini kedua pelaku harus mendekam ditahanan polsek Gubeng Surabaya guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka dijerat dengan pasal 365 KUH tentang pencurian dengan kekerasan yang ancaman hukumannya lebih dari empat tahun. Fir