153 Preman di Surabaya Digaruk dalam Waktu Tiga Jam

Dilakukan serentak oleh Polrestabes Surabaya

 

Sejumlah anggota Tim Anti Bandit Polrestabes Surabaya melakukan razia preman di beberapa titik Kota Surabaya, Kamis (7/12/2017). Razia tersebut bertujuan mengantisipasi tindak kejahatan jelang Hari Raya Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. (SP/Robert)


SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kamis (7/12/2017) kemarin, menjadi hari yang mengejutkan bagi para preman di Surabaya. Betapa tidak, mereka yang biasa tenang-tenang saja, tiba-tiba didatangi sejumlah polisi berompi Tim Anti Bandit. Beberapa berhasil kabur, namun lebih banyak yang tergaruk. Pasalnya, kemarin Polrestabes Surabaya melakukan giat razia preman secara serentak seluruh Surabaya. Hasilnya, hanya dalam 3 jam saja, 153 preman berhasil diamankan. 

 

Razia preman itu dipimpin langsung oleh Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Leonard Sinambela dan Wakasatreskrim, Kompol I Dewa Gede Juliana. Selain menerjunkan Tim Anti Bandit Satreskrim Polrestabes Surabaya, Tim Anti Bandit Unit Reskrim Polsek Jajaran juga diperintahkan meringkus para preman yang biasa meresahkan masyarakat Surabaya. Razia ini dimulai sejak pukul 12.00 hingga 15.00 Wib. 

 

AKBP Leonard menegaskan, preman yang terjaring razia kali ini dari berbagai profesi. Seperti tukang parkir liar, pak ogah yang biasa mengkal di putaran jalan, calo, tukang palak kepada pengguna jalan atau warga yang melintas serta para pengamen jalanan. Mereka digaruk lantaran sering memalak sejumlah uang kepada masyarakat. "Kami akan lakukan proses pemeriksaan dan pendataan," sebutnya, usai memimpin razia. 

 

 



Sejumlah anggota Tim Anti Bandit Polrestabes Surabaya melakukan razia preman di beberapa titik Kota Surabaya, Kamis (7/12/2017). Razia tersebut bertujuan mengantisipasi tindak kejahatan jelang Hari Raya Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. SP/Robert


Setelah diperiksa dan didata, sambung AKBP Leonard, preman yang terbukti melanggar hukum bakal diproses sesuai hukum yang berlaku. Jika tidak, maka akan dilakukan pembinaan oleh anggota Satbinmas. Leonard menyebut, razia premanisme ini terus dilakukan secara intensif hingga Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2018. Sehingga masyarakat Surabaya menjadi aman dan nyaman melalukan aktifitasnya. 

 

"Kami akan terus berpatroli dan melakukan razia serupa. Dengan harapan, kedatangan tim kami bisa membuat para preman dan pelaku kejahatan berfikir ulang untuk melakukan perbuatan jahatnya," tegas AKBP Leonard. 

 

Dari catatan Surabaya Pagi saat mengikuti jalannya razia. Sejumlah titik dituju oleh Tim Anti Bandit Satreskrim Polrestabes Surabaya. Antara lain Jalan Indrapura, Jalan Demak, Jalan Dupak, Jalan Kalibutuh, Jalan Semarang, Jalan Rajawali, Jalan Kapasan, Jalan Kapasari, Pasar Gembong dan Jalan Kusuma Bangsa. Sedangkan Polsek Jajaran di Polrestabes Surabaya juga menuju titik-titik berkumpulnya para preman di wilayah hukumnya dipimpin Kanit Reskrim masing-masing. 

 

GRAFIS RAZIA PREMANISME POLRESTABES SURABAYA : 

 

Personil yang diterjunkan : 

  1. Sat Reskrim (Tim Anti Bandit) : 25 orang
  2. Sat Sabhara : 10 orang 
  3. Tim Anti Bandit Unit Reskrim Polsek Jajaran. 

 

Hasil : 

  1. Polrestabes Surabaya : 51 org
  2. Polsek Jajaran : 102 org

Antara lain : 

  1. Polsek Wonokromo : 6 org
  2. Polsek Sawahan : 7 org
  3. Polsek Mulyorejo : 3 org
  4. Polsek Tambaksari : 2 org
  5. Polsek Gubeng : 3 org
  6. Polsek Wiyung : 4 org
  7. Polsek Wonocolo : 4 org
  8. Polsek Dukuh Pakis : 11 org
  9. Polsek Tegalsari : 8 org
  10. Polsek Rungkut : 4 org
  11. Polsek Bubutan : 11 org
  12. Polsek Simokerto : 4 org
  13. Polsek Gayungan : 4 org
  14. Polsek Tandes : 1 org
  15. Polsek Pakal : 2 org
  16. Polsek Benowo : 4 org
  17. Polsek Tenggilis : 3 org
  18. Polsek Karangpilang : 3 org
  19. Polsek Lakarsantri : 4 org
  20. Polsek Genteng : 3 org
  21. Polsek Sukolilo : 7 org
  22. Polsek Sukomanunggal : 2 org.
  23. Polsek Jambangan : 2 org

 

Dari jumlah tolal 153 orang, 46 adalah pengamen/anjal dan 107 parkir liar. bkr



Komentar Anda



Berita Terkait