Pemkab Gresik Berencana Batasi Jam Operasional Warkop

 

Petugas Satpol PP tengah mendata peramu saji yang terjaring razia di warkop remang-remang. (Ft. MIS/SP)


SURABAYA PAGI, Gresik - Buntut dari menjamurnya warung remang-remang berioperasi di Kabupaten Gresik, akhirnya Pemkab Gresik, berencana membatasi jam operasional warung kopi (warkop).

Pembatasan jam operasional warkop ini, memang tidak semua pengelola warkop sepakat. Pasalnya, tidak semua warkop remang-remang. Apalagi dicap sebagai warung penyedia plus-plus sebagaimana yang disebut-sebut sebagai warung pangku.

Informasi yang berhasil dihimpun Surabaya Pagi, diperoleh batas akhir operasional warkop di malam hari sampai pukul 21.00 Wib. Pembatasan jam tayang ini tertuang dalam rencana peraturan bupati (Perbub) Gresik.

Ketua MUI Gresik KH Mansjur Shodiq merespon positif rencana Perbup yang mengatur warkop. Hal itu dikemukakan agar warung remang-remang yang keberadaannya meresahkan selama ini, bisa ditertibkan.

Selain Ketua MUI Gresik, pencinta Front Pembela Islam (FPI) Cabang Gresik, Alwi juga menyambut positif jika Pemkab Gresik membuat regulasi yang mengatur warkop. Khususnya yang operasional pada malam hari.

"Yang perlu diatur itu jangan ada peramu sajinya pada malam hari khususnya, warkop yang jauh dari keramaian," katanya kepada media ini.

Seperti diketahui, warkop remang-remang kini kian marak di Gresik. Karena keberadaannya dinilai menciderai julukan Gresik sebagai Kota Santri dan Kota Wali, akhirnya mendapat reaksi dari berbagai pihak. Salah satunya dari kalangan ulama kota ini.

MUI Gresik dan tokoh masyarakat merasa risih melihat warkop plus. Alasannya, merusak citra sebagai Kota Santri dan moral generasi muda. Para ulama yang diinisiasi MUI Gresik beberapa kali membahas keberadaan warung remang-remang yang dianggap risih ini.

Gayung bersambut, rekomendasi ulama tersebut disikapi oleh Pemkab Gresik hingga Bupati Sambari Halim Radianto membuat Raperbup tentang warkop. Mis

 



Komentar Anda



Berita Terkait