Poros Tengah Sepakati Emil Dardak Sebagai Cagub Jatim

 

Emil Dardak bersama Sang Istri, Arumi Bachsin. Foto: SP/IBNU.


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Emil Dardak, nampaknya bakal benar- benar menjadi jago bagi poros tengah yang disebut bakal digagas oleh Gerindra-PAN-PKS. Nama Bupati Trenggalek tersebut muncul setelah Ketua DPD Gerindra Jatim Soepriyatno bertemu dengan Ketum PAN Zulkifli Hasan di rumah dinasnya jalan Widya Chandra IV/16, Jakarta, beberapa waktu lalu.

"Dalam pertemuan antara pak Pri (ketua DPP partai Gerindra Soepriyatno) dan bang Zul (Ketum PAN Zulkifli Hasan) memang mengerucut nama Emil sebagai Calon Gubernur (Cawagub)," kata Wakil Ketua I DPD Gerindra Jatim Muhamad Fawaid. Senin (20/11).

Fawaid yang turut hadir pada pertemuan tersebut mengatakan bahwa, kedua partai telah bersepakat mengusung Emil karena dinilai punya kapasitas membawa Jatim lebih baik lagi. "Juga figur muda yang bisa menjadi alternatif dari kandidat Cagub lainnya di Jatim. Kami yakin Emil bisa membawa Jatim lebih kencang lagi. Beliau juga masih muda," tambahnya.

Selain Gerindra dan PAN, Fawaid juga optimis bahwa PKS akan bergabung dalam koalisi poros tengah tersebut. Pasalnya, sejak awal, ketiga partai itu memang bersepakat membentuk poros baru dalam Pilgub Jatim.

Dikonfirmasi terpisah, Bendahara DPW PAN Jatim Agus Maimun juga mengutarakan hal yang sama. Ia membenarkan bahwa pertemuan antara Ketua DPD Gerindra Jatim Soepriyatno dengan Ketum PAN Zulkifli Hasan salah satunya adalah menghasilkan kesepakatan untuk membawa nama Emil Dardak pada rapat antar Ketum penggagas poros tengah.

"Intinya, kami yakinkan bahwa poros tengah itu sudah pasti akan ada. Untuk calon pastinya, nanti akan diumumkan berpasangan ketika waktunya tepat nanti. Waktunya kapan? Secepatnya," ujar Agus Maimun.

Di sisi lain, Agus juga meyakinkan bahwa deklarasi poros tengah kelak tidak akan menunggu deklarasi dari poros lainnya. "Kita tidak akan terpengaruh dan bergantung poros lain. Jadi akan kita segerakan untuk deklarasi," pungkasnya.

Dimintai pendapatnya, sosiolog politik asal Unesa Agus Mahfud memandang bahwa Bupati Trenggalek tersebut dapat menjadi oase bagi kejenuhan di tengah masyarakat. Kejenuhan tersebut muncul sebab dua Cagub yang ada saat ini merupakan sosok yang sudah meramaikan dua edisi Pilgub Jatim sebelumnya.

"Selain jenuh, pertarungan dua edisi Pilgub ini juga sudah sangat melukai masyarakat. Kenapa? Karena kita tahu pertarungan antar NU yang sudah pernah terjadi sepuluh tahun itu kembali akan terjadi. Memang sudah lama, tetapi lukanya itu masih tersisa. Sehingga, dengan kehadiran poros baru itu bisa menjadi alternatif agar masyarakat tidak lagi terluka karena saling dihadapkan dengan saudaranya sendiri," jelas Agus, secara terpisah.

Akan tetapi, menurut Agus, ada hal penting yang harus diperhatikan oleh poros tersebut untuk melawan dua poros yang sudah ada sebelumnya. "Poros tersebut harus bisa mencari dan memanfaatkan momentum. Karena dalam politik, siapa yang mendapatkan momentum adalah yang menjadi pemenang," pungkasnya. ifw

 



Komentar Anda



Berita Terkait