Air Surut, 4 Rumah Warga Terancam Hanyut

 

Bersamaan longsornya tanah, pohon randu besar di belakang rumah milik Askuri juga roboh mengenahi rumahnya. (SP/MUHAJIRIN)


SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Permukaan air Bengawan Solo mulai surut. Namun surutnya air ini malah mengancam 4 rumah milik warga di Desa Keduyung Kecamatan Laren Lamongan yang berada dibibir sungai.

"Kalau tanah diatas bangunan empat rumah itu airnya surut, besar kemungkinan tanah itu akan sliding dan ambles, dan mengahayutkan bangunan rumah,"kata Muslimin Kasi Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Senin (20/11/2017).

Dikatakannya, ancaman tersebut tidaklah berlebihan, hal itu sudah ditunjukan dengan amblesnya tanah satu rumah bagian belakang milik Askuri, malah sudah terbawa amblesnya tanah saat luapan air Bengawan Solo pada Sabtu (18/11/2017) lalu itu

Bahkan rumah Askuri saat posisi bangunan kamar mandi atau sisa bagian belakang sudah menggantung.

Sebagian besar lahannya sudah hanyut terbawa arus air Bengawan Solo. Askuri bersama keluarga saat ini harus waspada jika sewaktu - waktu tanah tempat berdirinya bangunan rumah itu mengalami sliding. “Yang mengkhawatirkan itu kalau ditinggalkan air," katanya.

 



Bagian belakang rumah ambles akibat permukaan air Bengawan Solo mulai surut. (SP/MUHAJIRIN)


Selain rumah Askuri, masih ada tiga rumah yang terancam hanyut yakni rumah milik Mankurdi dan Subadi dan Kasuaji. Posisi rumah ini ada di bibir sungai Bengawan Solo. Makanya, pihak telah menghimbau agar selalu waspada atau untuk sementara pindah numpang ke rumah kerabatnya yang jauh dari ancaman bencana alam.

"Berbagai pengalaman sebelumnya seperti itu, kalau air surut biasanya dibarengi tanah longsor, sliding dan ambles dibibir sungai, untuk itu BPBD meminta rumahnya yang ada dibibir sungai untuk meningkatkan kewaspadaan," pintanya.

Askuri, salah satu warga yang rumahnya terancam ikut hanyut mengakui, bangunan rumahnya di bagian belakang sudah tidak bisa diselamatkan. Bersamaan longsornya tanah, pohon randu besar di belakang juga roboh mengenahi rumahnya.

Tapi, ia tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak ada lagi tempat pengganti rumahnya. "Ya bagaimana lagi yang kita punyai rumah ya ini saja, saya hanya bisa pasrah dan tentu waspada dengan kemungkinan terjelek yang akan terjadi," terangnya.jir



Komentar Anda



Berita Terkait