Tewas di Tangan Begal Jalanan

 

Foto Suminah semasa hidup


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kurang 10 menit saja, motor yang ditunggangi Suminah akan mendekati pelataran rumahnya. Namun, petaka datang menimpa perempuan 46 tahun itu. Sebab, tepat di depan Kantor Bank Mandiri, Jalan Indrapura 45 Surabaya, kawanan jambret merampas tas yang dibawanya. Suminah pun jatuh ke aspal karena terpelanting dari motornya. Darah di bagian belakang kepalanya saat itu, justru mengarahkan Suminah ke rumah sakit.

Kamis (16/11/2017) malam sekitar pukul 22.30 Wib itu, ternyata menjadi hari terakhir Suminah hidup di dunia. Betapa tidak, sampai di rumah sakit PHC, Suminah dinyatakan meninggal dunia. Bahkan pada jam itu, keluarga besar Suminah belum mengetahuinya. Sebab, tas milik Suminah raib ditangan para pelaku. Polisi yang sempat tidak menemukan identitas Suminah, akhirnya berhasil melacaknya.

Dan sekitar pukul 24.00 Wib, sejumlah anggota polisi dari Polsek Bubutan tiba di rumah Suminah. Yaitu di Jalan Pesapen Gang III no 46 Surabaya. Kabar itu sampai ke telinga keluarga besar Suminah. Adalah Maryono, adik ipar Suminah yang mengetahui kabar tewasnya Suminah tersebut. Darisanalah, Maryono dan dua anak Suminah melihat jasad Suminah ke rumah sakit.

"Setelah mendapat kabar itu, saya langsung menghubungi anak-anaknya mbak (Suminah). Sekaligus mengurus semua keperluan pemakamannya," ujar Maryono, saat ditemui di rumah duka, Jumat (17/11/2017).

Dengan wajah yang masih nampak kusam karena tidak tidur sejak kamis malam hingga Jumat siang. Maryono menceritakan sosok Suminah. Menurut Maryono, kakak iparnya itu merupakan pribadi yang ulet, pekerja keras dan sayang keluarga. Suminah merupakan istri dari kakak kandung Maryono. Namun setelah kakaknya itu meninggal dunia 2009 silam, Suminah hanya tinggal bersama kedua anaknya.

"Setelah anak-anaknya menikah, mbak tinggal sendirian di rumahnya. Tapi, satu anaknya tinggal disana, tidak jauh dari rumah mbak. Mbak ini kerja sebagai juru masak restoran di BG Junction, sudah lama sejak 1999," ulas Maryono seraya mempersilahkan sejumlah tamu yang datang memberi ucapan bela sungkawa.

Sejak ditinggal suaminya meninggal, Suminah memang kemana-kemana naik motor sendirian. Apalagi ketika dia kerja. Nah kamis malam itu, kebetulan Suminah sedang bekerja shift malam. Menurut Maryono, dia dan keluarga Suminah sama sekali tidak mendapat firasat apapun sebelum Suminah meninggal dunia. Hanya saja, Suminah dua hari kemarin sempat ambil cuti.

"Mbak ambil cuti untuk membersihkan makam mas (suami Suminah). Rencana mau dibersihkan dan dipugar," sambung Maryono. Namun, Suminah kini justru menyusul suaminya. Jasadnya akhirnya dimakamkan tepat disamping makam suaminya tersebut, di Komplek Pemakaman Tembok Surabaya.

"Yang pasti tasnya mbak hilang. Kami tidak tahu isinya apa. Terpenting bagi kami sekeluarga, mbak bisa mendapatkan asuransi atas peristiwa yang menimpanya," tandas Maryono.

Hingga Jumat (17/11/2017), Polsek Bubutan dibackup Satreskrim Polrestabes Surabaya masih bekerja untuk mengungkap kasus tewasnya Suminah tersebut. Selain melakukan identifikasi dan olah TKP, tim Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Leonard Sinambela dan Tim Kanit Reskrim Polsek Bubutan AKP Budi Waluyo terus melakukan penyelidikan. Hal itu untuk mengungkap penyebab pasti tewasnya korban. "Sejumlah saksi sudah kami mintai keterangan. Kami belum bisa memastikan penyebab pasti meninggalnya korban. Apakah karena kejahatan jalanan, apakah karena kecelakaan," kata AKP Budi Waluyo.
n bkr



Komentar Anda