Aksi Boikot Traveloka

Anies Baswedan Akhirnya Beri Komentar

 

Traveloka


 

SURABAYAPAGI.com - Walk out pianis kondang Ananda Sukarlan ketika Gubernur DKI Anies Baswedan pidato di acara Ulang Tahun ke-90 SMA Kanisius, merembet ke situs perjalanan Traveloka.

Muncul gerakan di Twitter untuk mengajak masyarakat memboikot Traveloka karena bos Derianto Kusuma disebut-sebut ikut walk out bersama Ananda.

Gubernur Anies Baswedan menanggapi aksi yang menentang walkout terhadap dirinya. Dia meminta masyarakat tidak melakukan aksi boikot terhadap aplikasi Traveloka. Anies meminta orang yang mengajak boikot agar menghormati cara pandang orang lain karena tidak semua orang mempunyai pemikiran yang sama.

"Kita hormati orang berpandangan. Hormati orang berbeda," katanya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa, 14 November 2017.

Aksi boikot bermula dari tagar #UninstallTraveloka yang sudah menjadi trending topic di Twitter pada Selasa. Aksi tersebut merupakan buntut dari sikap musisi yang keluar atau walk out pada saat Anies berpidato di acara Ulang Tahun Kanisius ke-90.

Derianto Kusuma dikabarkan ikut walk out. Namun, manajemen Traveloka membantah bahwa bosnya hadir di acara tersebut.

Dalam acara yang berlangsung di Kemayoran pada Sabtu, 11 November 2017, Kolese Kanisius memberikan penghargaan kepada alumnus yang dianggap berprestasi dan menyumbangkan karya bagi bangsa. Mereka adalah Ananda Sukarlan (komponis serta pianis), Derianto Kusuma (pendiri Traveloka), Romo Magnis Suseno (tokoh Jesuit), Irwan Ismaun Soenggono (tokoh pembina Pramuka), dan Boenjamin Setiawan (pendiri Kalbe Farma).

Menurut Anies, tak perlu harus uninstall Traveloka karena Traveloka memiliki faedah terhadap kemaslahatan hidup orang banyak. Perbedaan pendapat tidak harus berujung pada aksi boikot, seperti uninstall aplikasi Traveloka. Ia meminta kepada masyarakat untuk membiasakan diri menerima perbedaan secara sehat dan saling menghormati tanpa melakukan penghukuman.

"Enggak perlu uninstall segala macam," ujar Anies Baswedan. 



Komentar Anda