Poros Ketiga, Kebutuhan Masyarakat Millenials

 

(ilustrasi) Para Millenials, saat ini disebut-sebut membutuhkan sosok pemimpin di luar sosok yang itu-itu saja


SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wacana munculnya poros ketiga pada Pilgub Jatim 2018 nampaknya akan segera menjadi kenyataan. Setelah Gerindra, kali ini giliran PAN yang bersuara untuk menyatakan kemungkinan kuat bakal adanya poros alternatif tersebut.

Bendahara DPW PAN Jawa Timur Agus Maimun mengatakan bahwa Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan telah menginstruksikan untuk mewujudkan adanya poros ketiga. Hal tersebut, demi mewujudkan harapan masyarakat yang nampaknya sangat menginginkan munculnya alternatif pilihan.

"Lagipula, Ketum soal memunculkan poros baru ini kan juga bukan hal yang baru. Sudah sejak lama. Komunikasi dengan Gerindra dan PKS juga sudah intens. Komunikasi yang dijalin pun sudah hingga level DPP," kata Agus Maimun, Selasa(7/11).

Sebelumnya, Sekretaris DPD Partai Gerindra Anwar Sadad juga mengutarakan hal yang sama. Kesepakatan yang sudah dibangun dengan PAN dan PKS tersebut terbentuk alamiah karena kondisi.

"Kuantitas dari Millenialls ini kan memang besar, tapi sayagnya mereka nggak punya gairah untum masuk dalam proses Pilkada. Bisa jadi, karena figur yang ada belum dianggap pas. Wajar kan kalau Gerindra menjadi berfikir harus ada calon muda berkualitas dan visioner," jelas Sadad pada kesempatan tersebut.

Dimintai pendapatnya, pengamat politik asal Unair Suko Widodo juga memandang bahwa munculnya poros ketiga saat ini memang memiliki kemungkinan yang sangat tinggi. Sebab ia menilai ada banyak tokoh, di luar 2 tokoh yang sudah ada, juga memiliki kemampuan dan modal sosial untuk turut berkontestasi pada Pilgub Jatim 2018.

"Ada banyak sekali Kepala Daerah yang mampu untuk itu. Tersebar di seluruh Jawa Timur. Tinggal sekarang bagaimana partai politik memandang realitas tersebut," kata Suko, secara terpisah.

Kondisi demikian, menurut Suko sudah sangat dipahami oleh Pimpinan Daerah masing-masing partai. "Hanya saja, mereka tidak punya otonomi. Padahal realitas itu nyata. Mereka harus mematuhi keputusan DPP yang sayangnya kurang mau kerja keras untuk melihat hal tersebut. Sehingga cenderung terjebak zona nyaman dan kembali ke dua tokoh yang selama ini diberikan kepada masyarakat," pungkasnya.ifw



Komentar Anda