MUI Gerah, Warung Pangku Makin Marak

 

Warung pangku berkedok warung kopi. (Ft. MIS/SP)


SURABAYAPAGI.com, Gresik - Meski keberadaan warung pangku yang menjamur di Kabupaten Gresik, Jawa Timur tengah mendapat sorotan tajam dari kalangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik. Hingga mengundang para tokoh agama Islam ini, gerah. Ternyata tidak menjadi garansi pihak Pemkab Gresik melalui Satpol PP, bisa mengambil tindakan penertiban.

Buktinya, hingga kini warung pangku tersebut masih marak dijumpai di setiap sudut kota Gresik. Padahal, kota ini dijuluki sebagai Kota Wali dan Kota Santri. Dimana, terdapat dua wali tersohor yakni Syeh Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri. Selain itu, masyarakat dikenal agamis dan taat beribadah.

Lantasan yang mengundang, gerangan apa kendala yang dihadapi Satpol PP Gresik, membuat tak berdaya memberangus aktivitas warung pangku yang menodai citra Gresik sebagai Kota Santri?.

Pengurus MUI Gresik, tak berdaya menghadapi hal ini. Pasalnya, MUI bukan eksekutor. Yang memiliki kewenangan eksekusi hal ini adalah pemerintah daerah.

"MUI Gresik sudah rekom ke Pemkab terkait warung pangku yang dinilai menodai Gresik dijuluki Kota Santri," kata Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq, M.Ag di Gresik.

Sementara itu, Uztad Fathoni juga menuturkan hal sama dengan Ketua MUI. Sehingga tidak ada jalan lain yang harus dilakukan kecuali menertibkan warung-warung berbau seks.

Pasalnya, lebih baik mengorbankan maksiat dari pada sebutan sebagai Kota Santri ditiadakan. Walaupun, kategori sebagai Kota Santri tersebut belum ada standarisasi dari Pemkab setempat.

"Kenapa?, karena maksiat itu dosa. Pemerintah daerah berdosa jika membiarkan maksiat merajalela di daerah ini. Makanya harus, ditertibkan," tegas Fathoni.

Lain Ketua MUI Gresik dan Uztad Fathoni, lain pula kabar yang beredar di masyarakat. Dimana, disebutkan bahwa Satpol PP menghadapi kesulitan dalam penertiban warung seks berkedok warung kopi ini lantaran keberadaannya diduga dibekingi aparat. Namun, tidak disebutkan secara rinci aparat dimaksud.

"Satpol PP ini serbah salah menertibkan warung pangku, karena sebagian warung-warung ini dibelakangnya petugas. Cuman tidak jelas petugas dari instansi mana, karena penjaganya tutup mulut," jelas warga yang sedang berbincang di warkop depan Masjid Agung Gresik.

Kepala Satpol PP Gresik Nuruddin yang dikonfirmasi hal ini, belum bisa dihubungi. Sehingga belum diketahui pasti, kendala dihadapi terkait penertiban warung pangku yang kini disoroti tajam pihak MUI Gresik. Mis

 



Komentar Anda