Djarot-Risma atau Gus Ipul-Risma

 

Surokim Abdussalam


Pengamat politik menguatkan sinyalemen PDIP akan mengusung kader sendiri sebagai calon gubernur. Alasannya, PDIP memiliki kader yang cukup mumpuni untuk diusung dalam kontestasi Pilgub Jatim 2018. Bahkan pengumuman rekomendasi DPP PDIP seperti sengaja dilakukan pada tanggal 15 Oktober bertepatan dengan akhir masa jabatan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat itu adalah kode politik PDIP.

Demikian diungkapkan Dosen Fisip Universitas Trunojoyo, Surokim Abdussalam dan Peneliti Surabaya Survey Center (SSC) Mochtar W Oetomo. "Kalau PDIP mengusung kader sendiri di Pilgub Jatim, besar kemungkinan nama yang direkomendasi adalah Djarot-Risma atau Risma-Djarot. Bisa juga Djarot-Anas, Risma-Anas," kata Surokim kepada Surabaya Pagi, Senin (9/10) kemarin.

Sementara menurut Mochtar, PDIP harus belajar dari dua kali kekalahan telak saat Pilgub Jatim 2008 dan 2013. Saat itu itu PDIP mengusung kader sendiri, tapi kalah. Pilgub 2013 lalu, PDIP mengusung Bambang DH dan Said Abdullah. Keduanya sama-sama kader PDIP. Sedang Pilgub 2008, mengusung Ir. Sutjipto (PDIP)-Ridwan Hisjam (Golkar). “Kalau belajar dari dua kekalahan telak saat Pilgub 2008 dan 2013, tokoh dari NU masih menjadi opsi. Gus Ipul masuk opsi ini,” ujar Mochtar.

Tetapi, lanjut Mochtar, fenomena Khofifah mendaftar lewat Demokrat yang begitu gegap gempita mau tidak mau harus menjadi pertimbangan PDIP. “Saya rasa PDIP akan menunggu kepastian siapa saja koalisi pengusung Khofifah dan juga menunggu siapa wakilnya,” terang Mochtar.

Dengan begitu PDIP, lanjut dia, kalkulasinya kemungkinan apakah akan tetap mengusung Gus Ipul atau mengusung kader sendiri. Bisa Risma atau Djarot Saiful Hidayat, yang segera lengser dari Gubernur DKI Jakarta. “ Tradisi rekom di injury time saya rasa masih akan diterapkan PDIP,” cetus dia. “Kalau Khofifah maju, saya rasa opsi Gus Ipul-Risma yang paling moderat buat PDIP,” pungkasnya. n alq/rko



Komentar Anda



Berita Terkait