GUS IPUL DITINGGAL

Pengurus PDIP Jatim tak Jamin, Sodorkan Kadernya Jadi Cawagub Gus Ipul di Pilgub Jatim Juni 2018. Sementara PKB Masih Optimis Azwar Anas Diduetkan dengan Ketua PBNU yang Kini Masih Menjabat Wagub Jatim

 

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Teka-Teki siapa Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jatim yang diusung PDI Perjuangan (PDIP) bakal terjawab tanggal 15 Oktober 2017 mendatang. Pada tanggal itu, DPP PDI-P sebagai induk parpol berlambang banteng moncong putih ini menggelar acara deklarasi cagub-cawagub. Tapi sayang, siapa yang akan dideklarasikan masih belum jelas. Ada yang menyebut Djarot Saiful Hidayat, mantan Walikota Blitar yang saat ini menjabat Gubernur DKI Jakarta, akan diduetkan dengan Bupati Banyuwangi Azwar Anas. Djarot merupakan kader tulen PDIP, apalagi masa jabatannya sebagai Gubernur DKI segera berakhir. Lantas, bagaimana dengan nasib Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang sudah mendaftar cagub di PDIP?
------------
Laporan : Riko Abdiono – Alqomar, Editor : Ali Mahfud
------------
Kepastian deklarasi itu terungkap dalam surat undangan bernomor 3388/IN/DPP/X/2017 yang diterima redaksi Surabaya Pagi, Sabtu (7/10) siang pukul 12.30 WIB. Bocoran surat yang terbit tanggal 6 Oktober 2017 itu dikirim langsung oleh orang dalam di DPP PDI-P, karena sebenarnya bersifat internal. Ini terbukti dari tujuan surat undangan itu yang diperuntukkan hanya kepada Ketua, Sekretaris, Bendahara, Wakil ketua bidang bappilu dan ketua-ketua DPC PDI-P seluruh Jawa Timur.

Surat Undangan tersebut ditandatangani Bambang DH selaku Ketua Bappilu DPP PDIP dan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristianto. Bambang DH, saat dikonfirmasi tidak membantah adanya surat tersebut. Saat di kirim pesan singkat lewat Whatsapp, Bambang DH hanya membaca, dan tidak menolak soal surat undangan perihal deklarasi itu.

Senada, Sekretaris DPD PDI-P Jatim Sri Untari membenarkan adanya undangan deklarasi itu. Namun ia sendiri tidak tahu apa alasan DPP PDIP menggelar deklarasi cagub-cawagub Jatim di kantor DPP PDI-P Jakarta tanggal 15 Oktober 2017. "Rencana (memang) seperti yang ada di surat itu, DPP memutuskan begitu, saya tidak tahu," jelas Sri Untari, Minggu (8/10/2017), saat ditanya kenapa deklarasi digelar di Jakarta, bukan di Jawa Timur.

Lantas siapa cagub-cawagub yang akan dideklarasikan? Sri Untari enggan membeberkan sekarang. "Nunggu tanggal 15 Oktober saja ya," kelit ketua Fraksi PDI-P DPRD Jatim ini.
Beragam spekulasi beredar di kalangan politisi dan pengamat politik di Jawa Timur, ada yang menyebut rekom kepada Saifullah Yusuf berpasangan dengan Abdullah Azwar Anas sudah di depan mata. Ada juga yang mengatakan cawagub Gus Ipul bukan Anas, melainkan Tri Rismaharini. Ada juga yang menebak Budi ‘Kanang’ Sulistyo akan menjadi pendamping Gus Ipul.

Ada juga yang menyebutkan bahwa deklarasi yang digelar tanggal 15 Oktober 2017 bersamaan dengan pelantikan Gubernur DKI Jakarta. Dengan demikian, momen itu bersamaan dengan habisnya jabatan Gubernur DKI asal PDI-P, Djarot Saiful Hidayat. "Kenapa (deklarasi) di Jakarta, dan kenapa tanggal 15 Oktober? Ini sinyal, bisa saja yang di deklarasikan ya Pak Djarot," tebak seorang politisi yang minta namanya dirahasiakan ini.

Sinyal lainnya, kunjungan Djarot Saiful Hidayat ke Banyuwangi pada Jumat (29/9) hingga Minggu (1/10/2017) lalu. Kehadiran Djarot disambut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Keduanya bersama sejumlah jajarannya tampak menikmati beberapa lokasi destinasi wisata dan acara festival di Banyuwangi. Keakraban Djarot dan Anas ini diyakini terkait Pilgub Jatim 2018. Terlebih lagi, keduanya masuk radar berbagai lembaga survei. Sayangnya, saat itu keduanya enggan ngomong soal Pilgub Jatim.

Wasekjen DPP PDI-P Ahmad Basarah menolak menjawab saat ditanya cagub yang akan diusung merupakan kepala daerah. "Saya belum bisa menyimpulkan dari kepala daerah atau bukan kepala daerah dan sebagainya," kata Basarah dikonfirmasi terpisah.

Begitu juga soal cawagub yang akan ditetapkan Bu Mega sebagai Ketua Umum. "Tunggu Minggu Besok (15/10/2017)," pinta Basarah yang sempat menemui sejumlah kyai NU di Jatim beberapa waktu lalu.

Bu Mega Susah Ditebak
Pengamat politik dari Unair Surabaya, Airlangga Pribadi memprediksi pasca beredarnya undangan deklarasi calon gubernur-calon wakil gubernur Jatim dari PDI-P masih unpredictable. Apalagi dalam undangan deklarasi itu tidak disebutkan siapa cagub-cawagub yang akan dideklarasikan. “Meski sudah ada kepastian tanggal deklarasi, tapi arah kursi Jatim satu dari PDI-P masih belum jelas,” sebut Airlangga Pribadi, Minggu (8/10).

Menurut Airlangga, keputusan dari Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri masih sangat dominan dan sangat menentukan. “Terutama dalam menentukan nasib Saifullah Yusuf alias Gus Ipul ini diusung atau tidak oleh PDIP, ditentukan oleh pilihan Bu Mega,” jelas Airlangga.

Direktur The Initiative Institute ini berpendapat, Jatim sendiri bagi PDI-P adalah wilayah yang proses politiknya bergerak cepat dan sangat strategis bagi PDI-P untuk pemilu 2019. Apalagi kecenderungan yang tersirat saat ini, bahwa Presiden Jokowi, kelihatannya memberi restu kepada Khofifah. “Sehingga Khofifah ini menjadi variable penting sebelum bu Mega memutuskan cagub – cawagub yang akan dideklarasikan besok tanggal 15 Oktober itu,” cetusnya.

Akademisi yang akrab disapa Angga ini mengatakan, PDI-P terlihat masih mencoba membaca dinamika politik baik skala nasional maupun Jawa Timur yang semakin lama semakin dinamis. “Tentunya, dalam kondisi demikian, PDI-P target harus menang di pilgub Jatim ini,” sebut Angga.

Jika dilihat, PDI-P masih belum menampilkan nama yang benar-benar mengerucut meski sudah deklarasi sudah ditetapkan tanggalnya ini artinya Ketua Umum Megawati Sukarnoputri belum memutuskan siapapun. Meski selama ini nama Gus Ipul sudah sering disebut-sebut oleh elite PDI-P. Namun hal itu belum bisa jadi jaminan bakal direkom. “Bisa saja, Risma dimunculkan sebagai alternatif disamping nama Gus Ipul yang sudah digadang-gadang selama ini, atau nama Azwar Anas atau yang lainnya. Kita tidak bisa menebak,” ungkapnya.

Angga memprediksi, PDI-P harus menghitung betul bahwa siapa lawannya di pilgub Jatim nanti. Seiring munculnya nama Khofifah Indar Parawansa yang cukup mendapat perhatian public pasca memutuskan positif maju di pilgub Jatim dengan daftar ke Partai Demokrat belum lama ini. Seandainya tetap merekom Gus Ipul sebagai calon gubernur, maka pendampingnya haruslah luar biasa, untuk bisa berkompetisi dengan Khofifah. “Sementara disisi lain, GI sebagai incumbent, meskipun masih unggul di berbagai survei, tapi tidak menunjukkan progress trend yang bergerak semakin tinggi. Point angkanya Gus Ipul masih statis. Untuk itu, PDIP masih terus mencari pasangan yang cocok untuk tampil di Pilgub Jatim ini,” paparnya.

Nasib Gus Ipul
Jika PDIP merekom Djarot atau Tri Rismaharini sebagai Cagub Jatim, maka praktik Gus Ipul tinggal didukung PKB. Nasib Gus Ipul akan semakin ironis jika Partai Demokrat juga tak memilihnya sebagai Cagub. Apalagi, Mensos Khofifah Indar Parawansa juga sudah mendaftar sebagai Cagub ke Demokrat, setelah dibuka masa perpanjangan pendaftaran di partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu. Meski begitu, Gus Ipul masih bisa maju di Pilgub, lantaran PKB memiliki 20 kursi di DPRD Jatim.

Menanggapi hal itu, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengaku dirinya belum tahu apakah pada 15 Oktober itu nanti akan langsung dideklarasikan pasangan Pilgub Jatim atau hanya pengumuman cawagub. "Nanti ada koalisi beberapa partai. Tidak sendirian PKB, tapi ada beberapa partai lagi. Nanti biarkan pimpinan partai yang menyampaikan saja," kata Gus Ipul.

Namun ia menegaskan penentuan cawagub Jatim yang mendampinginya saat ini sudah dalam tahap finalisasi. "Doakan ya, memang kita sudah sampai tahap finalisasi atau tahap akhir. Saya belum bisa sampaikan sekarang, tetapi mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama, publik akan tahu," papar Gus Ipul yang juga Ketua PBNU ini.

Sikap NU dan PKB
Sementara itu, Wakil Ketua Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim KH Anwar Iskandar mengungkapkan pasangan Cagub Gus Ipul akan segera diumumkan. "Tunggu 15 Oktober ini, pasangannya akan diumumkan," ujarnya ketika dikonfirmasi di Surabaya, Minggu (8/10/2017).

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amin Kediri itu menginformasikan bahwa figur yang akan mendampingi Gus Ipul berasal dari NU. "Syukurlah, pasangannya nanti juga orang NU. Jadi, Cagub dan Cawagubnya dari NU. Insya Allah Jatim ke depan bisa semakin maju dan kepedulian terhadap madrasah diniah semakin nyata," cetus dia.

Sebelumnya, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding mengatakan jika partainya mendapatkan dukungan dari PDIP untuk mengusung Gus Ipul sebagai Cagub Jatim pada Pilgub Jatim 2018. "Tinggal menunggu mereka (PDI) deklarasi," ujar Karding.

Senada dengan Karding, Wakil Fraksi PKB di DPR RI Cucun Syamsurizal menyatakan pihaknya telah bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk memastikan dukungan pada Gus Ipul. Dukungan tersebut, karena kepercayaan PDIP pada pengalaman Gus Ipul sebagai Wagub Jatim dua periode. "Kami berterimakasih atas dukungan Bu Mega," cetus dia. n

 



Komentar Anda



Berita Terkait