Ekonomi Melalui Bambu Trenggalek

 

salah satu bentuk anyaman bambu trenggalek


SURABAYAPAGI.com-Trenggalek, Dalam hal menjamin mutu produk UKM, Pemkab Trenggalek punya cara tersendiri, yakni dengan Gerakan Mutu Industri Cemerlang (Gemilang). Dengan menggandeng kurator profesional, gerakan ini mensertifikasi mutu produk UKM.

Sebagai produk unggulan yang pasarnya pernah sampai ke mancanegara, Pemkab Trenggalek berkepentingan menjaga kualitas mutu produk turunan bambu Trenggalek. Itu juga dilakukan kepada semua produk UKM Trenggalek untuk menjaga pasar dan meningkatkannya. "Produk yang sudah sertifikasi, diberi tanda khusus seperti stiker yang menunjukkan bahwa produk itu layak dikonsumsi atau digunakan," kataBupati Trenggalek, Emil Elistyanto Dardak

Tidak berhenti pada penjaminan mutu, Pemkab Trenggalek juga bertanggung jawab dalam hal promosi dengan strategi merek bersama (communal branding). Strategi ini didesain untuk membawa produk UKM Trenggalek bersaing dengan produk daerah lainnya di pasar dalam dan luar negeri. "Selama ini, antar UKM saling menjatuhkan dalam pasar produk UKM di tingkat Trenggalek," kata Wakil Bupati Trenggalek, Muhamad Nur Arifin.

Selain itu, akan berat jika merek UKM yang notabene tidak memiliki banyak modal, bersaing dengan merek-merek produk sama yang dimiliki perusahaan-perusahaan besar ternama. "Karena itu merek-merek produk UKM harus disatukan menjadi brand besar dari Trenggelak," kata pejabat yang beratatus wakil bupati termuda se-Indonesia ini.

Dengan memiliki brand bersama, perajin diharapkan saling membantu untuk melayani pemesan produk tertentu. Sesama pemilik produk, mereka juga akan banyak berdiskusi bagaimana mengembangkan pemasaran, kualitas produk, dan pengembangan desain produk.

Di Trenggalek, bambu ternyata tidak hanya berfungsi sebagai bahan baku industri kerajinan tangan. Bambu juga memiliki fungsi ekologi sebagai tanaman penahan air untuk mencegah longsor dan banjir.Kabupaten Trenggalek berlokasi di pantai selatan Jawa Timur yang memiliki kontur tanah perbukitan sehingga berpotensi longsor sepanjang tahunnya, khususnya saat musim hujan. Memiliki luas 1.261,40 kilometer persegi, separuh lebih luas wilayah Trenggalek adalah hutan dan dataran tinggi. Dari 14 kecamatan yang ada, 7 di antaranya berada di dataran tinggi. iy



Komentar Anda



Berita Terkait