Jokowi Restui Khofifah Maju Pilgub

 

Khofifah Indar Parawansa


SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Cepat atau lambat, Khofifah Indar Parawansa diyakini bakal mendeklarasikan diri maju sebagai calon gubernur (Cagub) pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018. Apalagi kabar reshuffle (perombakan) menteri kian menguat, yang disebut-sebut bakal dilakukan paling lambat 16 Agustus 2017. Ini sekaligus menjadi momentum bagi Presiden Jokowi merestui Khofifah maju Pilgub Jatim 2018. Posisi Menteri Sosial (Mensos) dikabarkan bakal diisi Najwa Shihab, presenter MetroTV. Di kalangan parpol di Jawa Timur, kabar ini sudah ramai.

 

Laporan : Riko Abdiono, Ibnu F Wibowo, Joko Sutrisno, Editor: Ali Mahfud

 

Di Partai Gerindra misalnya, partai besutan Prabowo Subianto ini sudah deal dengan Khofifah. "Partai Gerindra memang tak membuka pendaftaran Cagub-Cawagub. Tapi akan mengusung calon bersama koalisi partai yang lain," ujar Sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad saat dikonfirmasi Jumát (11/8).

 

Menurut politisi asal Pasuruan, pihaknya sudah melakukan komunikasi intensif dengan Bacagub yang akan diusung Partai Gerindra di Pilgub Jatim mendatang. Salah satunya adalah dengan Khofifah Indar Parawansa. "Beberapa waktu lalu, saya bersama ketua DPD Partai Gerindra Jatim Soepriyatno sudah ketemu dengan Khofifah di rumah dinas Komplek Widya Candra di Jakarta," ungkap Sadad sambil menunjukkan foto pertemuan tersebut di HP-nya.

 

Sayangnya, Sadad menolak membocorkan kapan akan melakukan deklarasi dukungan terhadap Ketum PP Muslimat NU sebagai Cagub dari Partai Gerindra. Namun ia tidak menampik sudah ada deal-deal khusus dengan Ketua Umum PP muslimat NU itu. "Tunggu saja pada saatnya, pasti ada deklarasi," dalih anggota Komisi C DPRD Jatim.

 

Sedang Ketua DPD Partai Hanura Jatim Kelana Aprilianto menyatakan partainya saat ini juga tengah menunggu deklarasi resmi dari Khofifah. Menurut Kelana, hal tersebut sesuai dengan hasil Rapimnas Partai Hanura di Bali beberapa waktu yang lalu. “Saat ini, Partai Hanura masih menunggu(deklarasi Khofifah). Baru kemudian kami akan mulai melakukan tahapan untuk memberikan rekomendasi” kata Kelana dihubungi terpisah,

 

Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Soekarwo menyatakan saat ini pintu dukungan Demokrat kepada Khofifah secara resmi telah tertutup. Sebab, hingga batas akhir masa pendaftaran yang dibuka Demokrat, Menteri Sosial tersebut tidak kunjung melakukan pendaftaran. “Yang berhak menerima pendaftaran hanyalah DPD. Karena sudah ditutup, yam aka sudah nggak bisa. Kecuali dari DPP ada instruksi untuk memperpanjang masa pendaftaran yang sampai sekarang juga belum ada instruksi” kata Soekarwo yang juga Gubernur Jawa Timur dua periode tersebut saat ditemui di gedung DPRD Jatim, Jumat (11/8) kemarin.

 

Isu Reshuffle

Nama Najwa berkibar sepekan ini menyusul keputusannya melalui akun Instagram @najwashihab, 16 September 1977, bahwa dia mundur dari presenter “Mata Najwa” yang sudah dia bawakan selama tujuh tahun. Spekulasi berkembang, termasuk dia meninggalkan acara talkshow di MetroTV itu karena digadang-gadang jadi menteri Jokowi.

 

Menurut kabar yang beredar, beberapa menteri lain yang digeser di antaranya Menteri BUMN Rini Soemarno. Rini disebutkan akan menempati posisi penting di pemerintahan Jokowi sebagai kepala Staf Kepresidenan menggantikan Teten Masduki. Mantan aktivis ICW ini kabarnya digeser jadi Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Menpan RI), menggantikan kader PAN Asman Abnur. PAN mengukuhkan posisinya sebagai partai oposisi pemerintahan Jokowi.

 

Rini Soemarno yang selama ini aman-aman sebagai Menteri BUMN, akan diganti oleh Ignasius Jonan. Sedang jabatan Menteri ESDM yang ditinggalkan Jonan akan diisi Arcandra Tahar, wakilnya saat ini yang dulu pernah menjabat posisi tersebut selama 20 hari karena kena isu berwarganegara ganda, Indonesia dan AS.

 

Isu yang beredar, Jokowi juga kabarnya menginginkan orang dekatnya, yakni Ketua Umum Nawacita Institute RM Suryo Atmanto masuk kabinet. Selain itu, Sekjen Golkar Idrus Marham juga diisukan akan menjadi menteri Agraria dan Tata Ruang menggantikan Sofyan Djalil.

 

Dalam beberapa kesempatan, Jokowi mengaku kurang puas dengan kinerja Kementerian Agraria dan Tata Ruang terutama soal target sertifikasi lahan. Sedangkan Budi Karya Sumadi dikabarkan bakal memimpin Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Angkasa Pura II. Budi sebelumnya dinilai berhasil  Badan usaha Milik Daerah (BUMD) di ibukota, yakni PT Pembangunan Jaya Ancol dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

 

Masih dalam isu reshuffle Kabinet Kerja Jokowi-JK, ada pula sejumlah menteri yang juga akan mengalami pergantian posisi, yakni Menteri Keuangan (Menkeu), Menteri Agama (Menag), Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, serta Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.

 

Dikonfirmasi kabar ini, Juru bicara kepresidenan Johan Budi menyebut rencana reshuffle itu masih rumor belaka. “Tidak ada pembicaraan soal itu (reshuffle menteri) di Istana,” ujar Johan Budi.

 

 



Najwa Shihab


Klarifikasi Najwa Shihab

Sementara itu, Najwa Shihab melakukan klarifikasi atas beredarnya kabar dirinya yang akan menggantikan Khofifah sebagai Menteri Sosial. "Soal rumor jadi Menteri Sosial itu perlu saya luruskan yaitu, yang pertama saya kaget sekali ketika dikirimi headline Indo Pos. saya baru dapat itu ketika saya turun di Kupang (NTT) lalu kemudian saya baca. Saya tidak tahu Indo Pos itu sumbernya dari mana," ujar Najwa di Hotel Aston, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (12/8).

 

Dia menyebutkan, pihak Indo Pos sama sekali tidak pernah melakukan konfirmasi ke dirinya. "Tapi memang akhirnya itu menjadi headline dan headline tidak pakai tanda tanya, seolah-olah sudah pasti itu. Saya dapat banyak sekali WA, telepon dan SMS, mulai dari yang kasih selamat, sampai yang sudah menitipkan pesan-pesan agenda apa yang harus dilakukan," ucapnya.

 

"Padahal tadi saya baru saja sampai Kupang dan tadi sempat heboh dan saya tidak menanggapi," tambah dia. Najwa mengaku, masih mencintai dunia jurnalis karena telah membesarkannya. Apalagi saat ini kata Najwa, dirinya sudah ditunjuk sebagai Duta Baca Indonesia, sehingga dirinya masih fokus ke tugas utamanya itu.

 

Najwa mengaku kalau  beberapa kali mendatangi Istana Negara, tapi itu terkait dengan tugasnya sebagai duta baca. Dia pun ke istana, tidak bertemu dengan Presiden Jokowi, tetapi bertemu dengan Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Staf Khusus Presiden Sukardi Rinakit. "Semua itu dalam rangka fungsi saya sebagai duta baca," tandasnya.

 

Akan Deklarasi

Pengamat politik asal Unair Airlangga Pribadi berpendapat bahwa sinyal-sinyal untuk secara resmi mendeklarasikan diri pada Pilkada Serentak Jawa Timur sebenarnya sudah dapat dilihat sejak awal. Ia menjelaskan, sinyal tersebut sudah dapat dilihat sejak istilah-istilah seperti cek sound dan menyamakan frekuensi mulai sering digunakan oleh Khofifah.

 

“Bu Khofifah mengetes mencoba masuk ke medan lapangan apakah kondusif atau belum. Baru kemudian melakukan deklarasi dalam Pilgub. Istilah-istilah itu sendiri juga mulai muncul ketika ada aspirasi dari tingkat bawah yang mengkehendaki Beliau untuk tampil. Jadi, kecenderungan Bu Khofifah sendiri memang akan maju” kata Airlangga.

 

Senada, pengamat politik Whima Edy juga meyakini hal yang sama. Menurutnya, Khofifah sudah pasti cepat atau lambat akan mendeklarasikan diri. Bahkan, meskipun sudah ada surat edaran yang mengajak NU untuk satu suara dari Kyai Sepuh NU, Whima masih tetap meyakini Khofifah masih akan memiliki Muslimat NU sebagai kekuatan utama. “90 persen sudah pasti. Selain itu, pemilih perempuan juga menjadi pemilih potensial bagi Khofifah,” ujar Whima. n



Komentar Anda