Anggaran Madin Lamongan Dinaikkan 32,48 Persen

 

Bupati H Fadeli saat menyerahkan draft P-APBD 2017 kepada ketua DPRD Lamongan Kaharudin. FOTO:SP /MUHAJIRIN KASRUN


SURABAYA PAGI, Lamongan - Madrasah Diniyah (Madin) di Lamongan akan tetap eksis, ditengah penerapan Eight Day Scool (EDS), karena pemerintah daerah setempat sangat peduli dengan kelangsungan Madin, salah satunya terus menaikan dana hibah untuk operasional sebesar 32,48 persen.

Hal itu terungkap dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2017, dan disampaikan bupati Fadeli dalam Rapat Paripurna Pengantar Nota Keuangan P-APBD Tahun Anggaran 2017 di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Kamis (10/8/2017).

Kenaikan anggaran itu juga, untuk meningkatkan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). "Madin dan Paud harus tetap eksis, dan kita bantu dana operasionalnya "katanya.

Dia menjelaskan, Belanja Daerah secara keseluruhan dialokasikan sebesar Rp 2.807.514.380.152,64 atau mengalami kenaikan 7,32 persen. Kenaikan tersebut disumbang dari komposisi kenaikan Belanja Tidak Langsung sebesar 1,38 persen menjadi Rp.1.696.127.581.371,40 dan Belanja Langsung sebesar Rp 1.111.386.798.781 atau naik sebesar 17,86 persen.

Pada Belanja Tidak Langsung, jelas dia, kenaikan tertinggi ada pada pos Belanja Hibah yang naik sebesar 32,48 persen menjadi Rp. 138.150.588.888. Kenaikan belanja hibah tersebut menurut dia untuk menampung penggunaan dana untuk Belanja Operasional Madrasah Diniyah dan Belanja Operasional Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini.

Sementara perubahan pada Belanja Langsung digunakan pada kegiatan di berbagai bidang. Seperti di bidang pendidikan yang akan digunakan untuk perbaikan sekolah melalui beberapa rehabilitasi di beberapa sekolah dasar, sekolah tingkat menengah, alokasi dana Belanja Opersional Sekolah, dan Pengadaan Alat Peraga Edukatif.

Kemudian di bidang kesehatan akan digunakan untuk peningkatan playanan kesehatan masyarakat. Diantaranya rehabilitasi puskesmas, dan bantuan pengadaan sepeda motor untuk kader penanggulangan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Bidang infrastruktur masih menjadi perhatian utama dalam kebijakan program pembangunan Pemkab Lamongan. Seperti dengan melakukan perbaikan jalan-jalan di Kabupaten Lamongan, baik jalan kabupaten, jalan poros strategis, poros potensial dan jalan lingkungan.

Pada bidang pengairan, kenaikan alokasi anggaran digunakan untuk memberikan ketersediaan sumber daya air untuk pemenuhan kebutuhan pertanian.

Kawasan Jagung Modern tahun ini akan terus dikembangkan dengan peningkatan jalan usaha tani dan fasilitas pembenihannya. Termasuk melakukan standarisasi kualitas bahan baku, penanganan panen dan pasca panen bahan baku serta penanganan limbah ternak dan jagung.

Sementara di pos Pendapatan Daerah, menurut Fadeli pada tahun 2017  ditargetkan mengalami kenaikan sebesar 5,14 persen menjadi Rp 2.745.702.024.672,35.

Kenaikan itu disumbang dari Pendapatan Asli Daerah yang ditargetkan naik 6,17 persen menjadi Rp 438.514.586.701,35, Dana Perimbangan naik 5,07 persen atau menjadi Rp 243.335.278.718 dan kenaikan Lain-Lain Pendapatan Yang Sah sebesar 23,81 persen menjadi Rp 631.853.915.960.

Pada sisi penerimaan pembiayaan mengalokasikan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Daerah Tahun Sebelumnya sebesar Rp. 70.312.355.480,29. Kemudian pada sisi Pengeluaran Pembiayaan dialokasikan penyesuaian terhadap pinjaman daerah kepada PD. BPR Bank Daerah Lamongan menjadi Rp 1 milyar, sehingga diperoleh pembiayaan Netto Rp 61.812.355.480,29. jir



Komentar Anda