Alhamdulillah, Cen Liang Akhirnya Ditahan

Ekspresi Pedagang Pasar Turi setelah Henry J Gunawan Ditahan perkara Penipuan dan Penggelapan atas Notaris. Namun Pedagang Pertanyakan Laporan Pedagang di Mabes Polri

 

Ekspresi Cen Liang saat dibawa ke mobil tahanan di Kejari Surabaya. (SP/Budi)


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Setelah ditetapkan tersangka atas perkara penipuan dan penggelapan atas laporan notaris Caroline. Akhirnya, Kamis (10/8/2017) Henry Jocosity Gunawan alias Cen Liang ditahan dan akan dijebloskan ke Rutan Medaeng Surabaya di Sidoarjo.

Kamis siang tadi, penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya melakukan pelimpahan tahap 2 di Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya.

Cen Liang yang mengenakan batik corak biru terlihat pasrah saat dirinya digelandang dari ruang penyidik Kejari Surabaya menuju mobil tahanan. Tak ada kata satupun yang dikeluarkan dari mulut bos PT Gala Bumi Perkasa, pengembang Pasar Turi Baru.

Kasi Pidum Kejari Surabaya, Didik Adytomo, kepada Surabaya Pagi menyatakan setelah menerima berkas dan tersangka, Henry langsung ditahan. "Langsung kita tahan," jelas Didik, Kamis tadi.

Dua Kali Tersangka
Cen Liang sendiri menjadi tersangka kali kedua dalam dua tahun terakhir. Sebelumnya ditersangkakan para pedagang Pasar Turi di Polda Jatim, kemudian kini ditersangkakan oleh notaris Caroline.

Tak tanggung-tanggung, Cen Liang diduga melakukan tipu gelap hingga Rp 14,5 Miliar, yang sebagian uangnya diduga dipakai untuk operasional PT GBP.

Informasi yang diperoleh Surabaya Pagi, notaris Caroline melaporkan Cen Liang sejak 29 Agustus 2016. Pelaporan itu berawal ketika notaris yang beralamat di Jalan Kapuas itu memiliki klien (korban) yang sedang melakukan jual beli tanah dan bangunan dengan Cen Liang. Cen Liang saat itu, sekitar tahun 2015, masih menjadi Direktur PT GBP, yakni pengembang Pasar Turi Baru. Objek itu dijual oleh Henry Gunawan kepada korban sebesar Rp 4,5 Miliar.

Semuanya itu saat korban hendak melakukan jual beli kepada Henry dan akan menyerahkan sertifikat HGB (Hak Guna Bangunan, red). Sertifikat itu dibeli seharga Rp 4,5 Miliar. Tapi Henry masih belum menyerahkan sertifikatnya, jelas orang dekat notaris Caroline, Senin kemarin.

Akal Licik Cen Liang
Setelah membayar ke Cen Liang, tambah sumber itu, korban seharusnya menerima SHGB dari Henry Gunawan. Namun SHGB yang masih dititipkan di notaris Caroline itu, tiba-tiba diambil oleh suruhan Cen Liang tanpa ada komunikasi dengan korban. Tiba-tiba ada suruhannya Henry datang untuk ngambil. Praktis, SHGB itu sudah ditangan dia. Tetapi sertifikat itu justru malah dijual lagi sama Henry, jelas sumber itu geleng-geleng kepala dengan akal liciknya Cen Liang.

Sumber Surabaya Pagi ini pun menceritakan, Henry menjual obyek dengan SHGB sudah ditangannya, bisa laku hingga Rp 10 Miliar. Dari sinilah licinnya dia. Bahkan ia pun masih bisa berkelit dan bisa menjual lagi dengan harga yang lebih mahal. Tapi semuanya tanpa ada konfirmasi, katanya.

Nah, saat korban mencoba menanyakan SHGB kepada Henry Gunawan, ternyata dia melemparkan bola panas kalau, SHGB itu bukan berada di tangannya, tetapi masih dibawa oleh notaris Caroline. Setelah dicek, Caroline mengaku jika SHGB itu telah diambil oleh anak buah Hendry. Darisanalah, notaris Caroline melaporkan Hendry ke Polrestabes Surabaya," sebut sumber Surabaya Pagi di kepolisian.

Dua Kali Diperiksa
Setelah dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan beberapa kali, polisi dikabarkan menemukan fakta bahwa Henry terbukti telah melakukan penipuan dan penggelapan dua kali dalam satu obyek. Yaitu Rp 4,5 Miliar dan Rp 10 Miliar. Atas dua alat bukti yang dikantongi penyidik, Henry Gunawan alias Cen Liang akhirnya resmi ditetapkan menjadi tersangka.

Dia sudah dua kali diperiksa, dan terbukti melakukan penipuan dan penggelapan. Tapi ini bukan ada kaitannya dengan pedagang pasar turi. Hanya kejadian penipuan ini saat tersangka Henry menjadi Dirut Gala Bumi (Perkasa, red), papar sumber itu.

Pedagang Bersyukur
Dengan ditahannya Henry, para pedagang pasar turi yang mendengar pun mengucapkan syukurnya. Namun mereka masih menunggu kasus laporan pedagang yang kini diambil alih Mabes Polri.

"Alhamdulillah Cen Liang Ditahan! Cuma kini kenapa kasus laporan tersangka penggelapan dan penipuan terhadap 3.600 pedagang tidak segera diproses? Masak kalah dengan Polrestabes yang gerak cepat. Ternyata dibawa ke Mabes tidak berdampak apa-apa," jelas Taufik, salah satu pedagang Pasar Turi.

Henry Gunawan Digugat
Tak hanya menghadapi kasus hukum dengan para pedagang Pasar Turi dan notaris Caroline. Ternyata Cen Liang, bos PT GBP juga bermasalah dengan para pemilik tanah di daerah Jemursari. Pasalnya, Cen Liang, yang juga salah satu pemilik dari pengembang pembangunan Apartemen Madison Avenue di Jemursari itu, mencaplok lahan milik beberapa warga sekitar untuk pembangunan Apartemen Madison Avenue.

Ini diketahui sejak Januari 2016 lalu, lahan yang dicaplok Cen Liang, yakni lahan milik Sugiarto, warga yang memiliki lahan di Jemursari, kelurahan Siwalankerto, Wonocolo. Kini, Sugiarto, pun menggugat perbuatan melawan hukum Cen Liang di Pengadilan Negeri Surabaya.

Namun sayang, beberapa kali sidang, Henry Gunawan sebagai tergugat, tidak pernah hadir dalam persidangan. Henry yang diwakilkan pengacaranya, Lilik Djaliyah Sururi, SH, hingga persidangan Minggu lalu, tidak hadir. Hal ini yang mengecewakan Sugiarto, selaku penggugat. Henry lewat pengacaranya, dua kali mangkir sidang. Saya tak habis ngerti, orang kok senengnya berkasus, kata Sugiarto di ruang PN Surabaya, Minggu yang lalu. bd/rmc



Komentar Anda