Sopir Taksi Online Dirampok Kelompok Bersenjata Api

Ancam pakai pistol, sekap dan rampas mobil korban

 

IDENTIFIKASI PELAKU - Petugas Inafis melakukan identifikasi (Foto : Ilustrasi/Istimewa)


SURABAYAPAGI.com, surabaya - Peristiwa yang menimpa Mustakim, mungkin bakal diingatnya seumur hidup. Betapa tidak, pria 40 tahun warga Petemon Sidomulyo Surabaya itu dirampok. Tidak hanya kehilangan mobil taxi online-nya, Mustakim bahkan dianiaya, disekap dan dibuang. Beruntung, ada yang menolongnya, sehingga dirinya selamat dan melapor ke polisi.

Adalah Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang menangani kasus tersebut saat ini. Sebab, Mustakim dirampok para pelaku di Jalan Kalimas Barat, tepatnya antara gudang 51 dan 53 Surabaya. Meski kejadian itu berlangsung Minggu (6/8/2017) sekitar pukul 19.00 Wib kemarin. Namun peristiwa itu baru mengemuka Kamis (10/8/2017).

Dikonfirmasi terkait kejadian tersebut, Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP Ardian Satrio Utomo membenarkan jika pihaknya sedang menangani kasus itu. Dari keterangan korban dan saksi-saksi di TKP, pihaknya kini tengah memburu komplotan perampok tersebut. Bahkan, AKP Ardian memimpin langsung perburuan terhadap para pelaku.

"Dugaan kami sementara, kelompok ini adalah kelompok luar kota. Kelompok mana, yang pasti kami sudah berhasil mengidentifikasinya. Saat ini, saya dan tim sedang melakukan pengejaran ke luar kota. Semoga ada hasil positif," sebut AKP Ardian, Kamis (10/8/2017).

Mantan Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya ini kemudian membeberkan kronologi kejadian berdasarkan keterangan korban dan para saksi. Awalnya, pada Minggu (6/8/2017) sekitar pukul 17.00 Wib, korban Mustakim mendapat order penumpang saat dirinya mangkal di Ramayana Mall Sidoarjo. Setelah deal, 4 penumpang minta diantar ke Kalimas Surabaya.

Saat hendak sampai tujuan, yaitu sekitar pukul 19.00 Wib, korban dihampiri oleh salah pria mnggunakan motor. Pria itu langsung mengancam korban menggunakan parang. Sedangkan pelaku lain, mengancam korban menggunakan celurit dan pistol. Saat itulah, korban dipukuli kemudian tanggannya diikat. "Kemudian korban dipindah dari kemudi ke jok bagian belakang," papar AKP Ardian.

Saat itulah, korban sempat berontak. Sehingga para pelaku terus memukul korban. Teriakan korban sempat membuat warga masyarakat datang ke TKP untuk menolong. Tapi, salah satu pelaku mengancam warga dengan celurit. Warga yang tadinya ingin menolong, akhirnya mundur. Saat itulah, pelaku yang ada di dalam mobil, mengambil alih kemudi.

Dengan kondisi tangan terikat, mata dan mulut korban ditutup lakban, korban kemudian dibawa ke arah Madura. Sepanjang perjalanan, HP dan dompet milik korban dirampas para pelaku. Sampai di Madura, korban digelandang ke sebuah ruangan, tetap dengan tangan dan kaki terikat serta mata tertutup. Korban disekap hingga Senin (7/8/2017) sekitar pukul 03.00 Wib.

"Kemudian, korban dibawa para pelaku keluar ruangan dan dinaikkan motor kemudian dibuang di daerah Burneh Bangkalan. Korban dibuang dalam keadaan mata tertutup, tangan dan kaki terikat," tambah AKP Ardian.

Beruntung, ada kernet bus pahala kencana yang melihat korban kemudian melakukan pertolongan. Setelah ditolong, korban mendatangi Polsek Burneh untuk melaporan, yang kemudian diteruskan ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak. "Yang pasti, mobil korban juga dirampas para pelaku. Mohon doanya agar kami bisa segera menangkap para pelakunya. Kami masih bekerja untuk itu," tandas AKP Ardian. (Bkr/rmc)



Komentar Anda