Suka Makan Sushi? Simak Tipsnya

 

SURABAYAPAGI.com - Saat makan sushi atau sashimi, kebiasaan orang Indonesia adalah menaruh wasabi di wadah berisi shoyu atau kecap asin khas Jepang. Kemudian wasabi diaduk-aduk hingga tercampur dengan kecap.

 

Apakah Anda termasuk yang memiliki kebiasaan seperti itu? Dikutip dari situs Jepang, RocketNews24, sebaiknya jangan campur wasabi dan kecap khas Jepang. Berikut tiga alasan mengapa wasabi dan kecap asin jangan dicampur saat makan sushi.

 

Rasa kecap jadi rusak.

Jika Anda makan sushi dan sashimi di restoran Jepang kelas atas, kecap asin khas Jepang yang disediakan biasanya berkualitas tinggi. Koki akan memilih kecap berkualitas baik dan memastikan campuran antara seluruh bahan sudah tepat.

 

Dengan menambah wasabi ke kecap, rasa kecap berkualitas bisa rusak. Terlebih lagi,  hal ini seperti tidak menghargai profesi koki yang sudah memastikan keseluruhan pengalaman terbaik saat menikmati sushi.

 

Rasa wasabi bisa rusak

Berbeda dengan jaringan kedai sushi di Indonesia, umumnya restoran sushi kelas atas di Jepang menyediakan wasabi segar. Jadi tamu bukan disajikan pasta wasabi botolan, melainkan parutan wasabi segar.

 

Dengan mencampur wasabi segar ke kecap asin, bisa membuat rasa manis segar dari wasabi bisa hilang. Selain itu, hal ini dipandang tidak menghormati profesi koki sushi yang memastikan agar tamu mendapatkan rasa wasabi yang sesungguhnya.

 

Selain itu, banyak pula koki yang mengkreasikan pasta wasabi menjadi bentuk seni tersendiri. Misalnya wasabi yang dibentuk seperti daun. Tidak ada salahnya menghargai kerja seni dari para koki tersebut.

 

Tidak tampak indah.

Budaya Jepang sangat menghargai keindahan. Bahkan makanan pun disajikan seelok mungkin. Sushi dan sashimi dibentuk sedemikian rupa agar tampak menarik. Dengan mencampur wasabi yang berwarna hijau dengan kecap berwarna cokelat kehitaman, hasilnya adalah campuran warna yang tidak jelas. Tentu tampak tak cantik. Jadi biarkan kecap dan wasabi berada di tempat yang terpisah. asa



Komentar Anda