2 Kali Seleksi Dirut Dibatalkan, PD Pasar Ruwet

 

Walikota Tri Rismaharini


SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS) terus bermasalah. Belum tuntas soal rekening yang diblokir Ditjen Pajak Kanwil Jatim, BUMD milik Pemkot Surabaya kini masih mengalami kekosongan direksi. Pasalnya, lima calon Direktur PDPS kembali ditolak Walikota Tri Rismaharini. Keputusan Risma ini membuat kaget dan terheran-heran. Termasuk calon direktur utama (Dirut) PDPS. Pasalnya, ini untuk kedua kalinya ditolak walikota.

 

"Kalau sekarang dibatalkan, ya, saya menerima saja, tidak kecewa, malah tambah ilmu," kata M. Sunar, calon dirut PDPS, Jumat.

 

Pada 2015 lalu, Sunar juga mengikuti seleksi yang sama. Namun saat akan masuk ke fit and proper test, rekrutmen dibatalkan.  Ia menyebut dalam proses rekrutmen kali ini ia mengaku sudah mengikuti secara profesional. Syarat yang diminta oleh penyelenggara rekrutmen sudah diikuti.  "Saya sudah secara profesional mengikuti syarat yang diberlakukan. Semua sesuai prosedur dan tidak ada tendensi," ucap praktisi di dunia konstruksi ini.

 

Jika yang disebut yang di permasalahan etika, meski wali kota tidak menyebutkan siapa yang dipermasalahkan, Sunar mengaku tidak paham dengan kriteria penilaian tersebut.

"Kami kurang mengerti itu, secara pribadi apapun yang membuat tidak puas. Kecuali ada di pernilaian memang ada persentase seberapa, kami tidak tahu. Terlebih hingga kini belum ada pemberitahuan resmi dari Bawas (Badan Pengawas)," katanya.

 

Meski dua kali dibatalkan, Sunar mengaku akan mengaku akan ikut rekrutmen lagi. Ia mengaku tidak kapok, meski harus mengorbankan waktu pikiran dan tenaga.

"Insyallah akan ikut lagi. Untuk membangun pasar Surabaya, dan saya merasa ilmu saya akan bermanfaat untuk Surabaya," katanya.

 

Sebelumnya, Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan pihaknya tidak mau memaksakan memilih satu di antara tiga calon dirut PDPS terpilih yang dikirim Badan Pengawas (Bawas) PDPS. "Saya tidak mau meninggalkan yang jelek ketika saya tidak menjabat lagi," katanya.

 

Menurut dia, alasan tidak memilih tiga calon dirut dari Bawas PDPS tersebut bukan karena kemampuan teknis yang dimiliki jelek, melainkan lebih menyangkut soal etika. "Pinter iya, tapi etika juga penting," katanya.

 

Risma meminta rekrutmen calon Direktur Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS) diulang atau dibuka kembali menyusul nilai hasil rekrutmen sebelumnya tidak memuaskan. "Lihat nilainya jelek semua. Ada yang nilainya 5, ada yang nilainya 4," kata Tri Rismaharini. 

 

Saat ditanya apakah calon yang nilainya jelek tersebut masih bisa mencalonkan kembali, Risma mengatakan bisa saja mendaftar kembali. "Yang nilainya jelek boleh ikut lagi kalau merasa mampu," ujarnya.

 

Dewas PDPS sebelumnya telah mengirimkan tiga dari enam nama calon dirut PDPS hasil penilaian yang dilakukan yakni Dwi Hari (mantan Direktur Teknik dan Pelaksana Tugas/Plt Dirut PD Pasar), Bambang Parikesit (Plt. Dirut PD Pasar) dan Muhammad Sunar (pengusaha konstruksi).  

 

Hanya saja Risma kurang sreg dengan tiga nama tersebut sehingga Bawas mengirim kembali hasil penilaian lengkap dari tiga calon tersebut.

 

Saat ditanya alasan Risma kurang sreg dengan tiga nama tersebut karena dua calon merupakan petahana (Dwi Hary Soeryadi dan Bambang Parikesit)  dan satu calon berasal dari unsur parpol, Ketua Dewas PDPS Rusli Yusuf mengatakan tidak benar karena semua sesuai dengan penilaian penguji. "Titipan parpol tidak ada, semua murni hasil penilaian penguji professional. Kalau kebetulan ada yang mantan kader parpol itu semua kebetulan saja," ujar Rusli Yusuf. n alq

 



Komentar Anda