Mieke Setia Temani Tora di Tahanan

 

Tora Sudiro ditetapkan sebagai tersangka dugaan kepemilikan psikotropika dengan barang bukti 30 butir dumolid


Meski diperbolehkan pulang dan tak ditahan, Mieke Amalia tetap setia menemani suaminya, Tora Sudiro, yang ditetapkan menjadi tersangka atas obat keras jenis nitrazepam alias dumolit. Mieke memilih menemani suaminya dengan setia di Polres Jakarta Selatan.

 

Dari keterangan sahabatnya, Ringgo Agus Rahman, Mieke Amalia yang sudah diperbolehkan pulang oleh polisi, tetap menemani Tora Sudiro. "Di atas masih ada pihak keluarga, Mieke diatas. Gue nggak tahu (Mike pulang kapan). Gue cuma lihat kondisinya saja," ungkap Ringgo di Polres Jaksel, Jumat (4/8) kemarin.

 

Ringgo memuji kesabaran Tora yang tengah diuji dan dihadapkan kasus hukum. Ringgo mengaku dibuat terbahak terus oleh Tora Sudiro. "Yang paling penting dia tetap lucu sih. Gue dibuat ngakak, itu Tora sih. Dia orang yang baik. Udah ganteng baik lagi," tandas Ringgo.

 

Mieke dan Tora menikah secara tertutup. Banyak sahabat keduanya yang tahu lewat unggahan Twitter Tora pada 19 Desember 2009. Dia mengunggah foto berdua dengan Mieke. Keduanya berpose dengan memegang buku nikah.

 

Dari pernikahan ini, Mieke melahirkan putri ketiganya, Jenaka Mahila Sudiro, pada 21 Maret 2012. Jenaka adalah putri kelima di keluarga Tora-Mieke. Sebab, dari pernikahan sebelumnya, Tora maupun Mieke dikaruniai masing-masing dua anak perempuan.

 

Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan menahan aktor Tora Sudiro karena memiliki pil Dumolid yang tergolong obat keras atau Psikotropika Golongan IV. "TS sudah kami tanda tangani surat perintah penahanan dan diproses secara hukum," kata Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Polisi Vivick Tjangkung.

 

Vivick menyatakan penyidik telah menetapkan Tora sebagai tersangka, menjeratnya menggunakan Pasal 62 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. Sementara Mieke Amalia istri Tora dipulangkan dan disarankan menjalani pengobatan karena ketergantungan pada obat Dumolid.

 

Vivick mengungkapkan hasil pemeriksaan menunjukkan Tora dan Mieke memiliki ketergantungan tingkat rendah. Kepada polisi, Tora mengaku mengkonsumsi Dumolid karena sulit tidur akibat terlalu banyak aktivitas.

 

Vivick menambahkan Tora melanggar undang-undang psikotropika karena memiliki obat berkategori keras tanpa resep dokter. Pengungkapan kasus Tora, menurut dia, merupakan hasil pengembangan dari penangkapan seorang bandar narkoba di Kemang Jakarta Selatan sekitar tiga pekan lalu.

 

Polisi mengamankan Tora dan Mieke di rumahnya di Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Kamis (3/8/2017). Petugas menemukan tiga strip berisi 30 tablet Dumolid di rumahnya.

 

Kompol Vivick Tjankung menambahkan, dari pengakuan Tora, dia telah memakai psikotropika sejak satu tahun lalu. Dan dia tak paham bila memakai obat itu dilarang.

 

"Menurut pengakuan TS, dia sama sekali tidak memahami ini melanggar undang-undang. Dan hanya untuk memenangkan pikiran untuk bisa tidur pulas," kata dia.

 

Dia menambahkan, dari proses hukum yang dilakukan, diketahui Tora juga diinformasikan sebagai pengguna. Namun Tora tak dilakukan rehab, bila tak ada keterangan dokter. "Untuk itu tidak dilakukan rehabilitasi, kalaupun pihak Tora diajukan rehab itu harus ada rekomendasi dari dokter," sambung dia.

 

Perwira menengah ini menyebut bila hasil laboratorium dari Puslabfor Mabes Polri, Tora positif benzo dizetin, yang masuk golongan 4 narkotika.  "Pengakuan TS dia membeli satu strip seharga Rp 250, satu strip itu isinya 10 biji," tukas dia.

 

Sementara itu, Kabag Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Sulistiandriatmoko mengatakan dumolid, obat yang digunakan artis peran Tora Sudiro dan istrinya Mieke Amalia, tidak termasuk dalam jenis narkotika. Namun obat itu masuk ke dalam kategori psikotropika golongan IV. Dijelaskan, obat tersebut mengandung zat nitrazepam. Obat jenis itu bersifat hipnotik sedatif yang biasa digunakan sebagai obat depresi atau stres ringan atau menjadi obat penenang.

 

Jika bukan jenis narkotika, mengapa Tora ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka? Sulis menjelaskan, dalam kondisi penggunaan psikotropika yang tidak sesuai aturan, misalnya cara mendapatkannya ilegal atau tidak diawasi dokter, tindakan yang dilakukan pengguna bisa digolongkan sebagai penyalahgunaan zat psikotropika.

 

"Kasusnya Tora dan istrinya, barang bukti 30 butir dumolid. Menurut kami memang harus diperiksa secara komprehensif riwayat apakah yang bersangkutan memang pernah mendapat perawatan dari dokter terkait dengan kondisi kejiwaannya sehingga digunakan terapi obat yang menggunakan dumolid," kata  Sulis.

 

"Atau memang yang bersangkutan mencari sendiri dan dengan tujuan untuk menikmati pengaruh atau efek dari dumolid itu," kata Sulis lagi. n jk

 



Komentar Anda