Garam Oplosan di Gresik, Tepung Oplosan di Surabaya

 

Kondisi gudang pengoplosan garam ilegal milik PT. GSA di Gresik, Jumat (19/5/2017) kemarin yang tersimpang 116 ribu ton garam yang tak layak konsumsi. Foto: SP/Islam


SURABAYAPAGI.com, Gresik PT Garindo Sejahtera Abadi lagi-lagi berulah. Meski dua tahun lalu, tepatnya 2015, Direktur Utama-nya Chindra Johan telah ditetapkan tersangka oleh Bareskrim Mabes Polri atas dugaan suap dan gratifikasi bongkar muat garam di pelabuhan Peti Kemas Tanjung Priok, Jakarta. Namun perusahaan garam ini tak kapok. Terbaru, Jumat (19/5/2017) sore kemarin, ditemukan garam oplosan illegal sebanyak 116.000 ton dari gudang PT Garindo di Jalan Mayjend Sungkono No. 16A, Kebomas, Gresik. Tak tanggung-tanggung, puluhan ribu ton itu berniat untuk tidak diedarkan menjelang bulan suci Ramadhan ini.

Dari gudang yang posisinya berada dibelakang dari gudang lainnya tersebut, didapati ribuan garam kemasan merk Gadjah. Ditreskrimsus Polda Jatim yang didampingi Polres Gresik saat melakukan penggrebekan, langsung mengamankan area gudang.

Kapolres Gresik AKBP Borowindu Danandito mengungkapkan, garam oplosan ilegal milik PT Garindo Sejahtera Abadi ini temuan Polda Jawa Timur, sedangkan pihaknya hanya melakukan pengamanannya saja. "Yang membongkar garam ilegal ini dari Polda, kami cuma mengamankan TKP," ujar Boro Windu di lokasi gudang penyimpanan garam oplosan ilegal tersebut, Jumat (19/5/2017).

Menurut Windu, garam ini mestinya tidak boleh beredar dan dikonsumsi masyarakat karena garam oplosan dan tidak mengantongi ijin kesehatan. Sehingga layak tidaknya dikonsumsi bagi kesehatan dipertanyakan.

Tidak hanya itu, bahan-bahan yang digunakan untuk mencampur garam ini sebelum di distribusikan ke pasar adalah bahan impor dari Australia dan India. Bahan garam inipun bukan untuk dikonsumsi tapi untuk industri. "Barang garam yang dioplos ini didatangkan dari Australia dan India secara ilegal. Ijin impornya tidak ada dan garam ini bukan untuk dikonsumsi, karena hanya bisa digunakan untuk industri," jelas mantan Kapolres Mojokerto ini.

Ditanya ikhwal pemilik dan tersangka yang berhasil diamankan petugas, sayangnya Borowindu tidak mengetahui pasti. Pasalnya, kasus ini ditangani langsung oleh Polda Jawa Timur.

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin mengatakan, pihaknya menemukan garam impor asal Australia yang semestinya untuk konsumsi industri ditimbun untuk dijual di pasaran. "Ini barang yang masuk seharusnya buat konsumsi industri. Sebab, sesuai aturan kadar garam untuk konsumsi memiliki kadar NaCl yaitu 94 persen. Sedangkan kadar NaCl garam impor memiliki 97 persen," katanya.

Machfud Arifin menambahkan, gudang milik PT Garindo Sejahtera Abadi yang digerebek ini sudah cukup lama beroperasi. Namun, setelah ada laporan dan informasi dari masyarakat, pihaknya melakukan penyelidikan dan menemukan adanya garam impor yang dijual di pasaran.

"Semua pelakunya sudah kami tangkap dan segera kami lakukan penindakan hukum," tambahnya.

Ditempat yang sama, Boro Windu meminta masyarakat Gresik untuk melaporkan ke pihaknya jika ada menemui oknum pedagang menimbun sembako. Bagi yang melapor akan diberi penghargaan. Namun, bentuk penghargaan dimaksud tidak dirinci.

Jatuhkan Harga Pasar
Masih mengenai garam oplosan di PT Garindo Sejahtera Abadi, menurut warga Desa Segoro Madu, pihaknya sejak awal curiga garam yang diproduksi perusahaan ini. Bahkan harganya Sebab, selain harganya yang relatif murah di eceran yakni Rp 1.000 per kemasan kecil, juga bahannya beda dari garam lokal.

"Kami sekitar pabrik garam ini sejak awal curiga jika garam yang diolah itu bahannya limbah. Cuma kami nggak berani ngomong takut salah," kata beberapa warga yang sempat ditemui di lokasi gudang penyimpanan garam oplosan ini.

Menurut warga yang tidak bersedia disebut namanya, pabrik produksi garam ini sudah lama beroperasi. Tapi warga lupa tahun mulai dioperasikan. Dan ada beberapa warga setempat yang ikut bekerja di pabrik itu.

Home Industri Tepung
Hampir sama dengan Gresik, Jumat (19/5/2017) malam tadi, home industry pangan yang diduga dilakukan penimbunan dan bahan baku illegal berhasil digagalkan. Home industri tepung di Jalan Petemon Sidomulyo 27, Surabaya, digerebek oleh Polsek Sawahan. Diduga, usaha ini memproduksi tepung menggunakan bahan roti roti kadaluarsa.

Home Industri milik seorang pria berinisial R ini, langsung ditutup dan sejumlah barang bukti langsung diamankan. Bahkan, tim yang dikomandoi Kapolsek Kompol Yulianto langsung menginterogasi pemilik dan para karyawan di lokasi.

"Kami bergerak kesini, atas dasar informasi masyarakat. Dugaan sementara, home industri ini menjual tepung dari bahan roti kadaluarsa. Kami tengah melakukan penyelidikan lanjutan dan pengembangan," sebut Kompol Yulianto, semalam.

Atas temuan tersebut, satu orang (pemilik usaha) dan 3 orang karyawan, hingga semalam masih diperiksa intensif oleh penyidik Unit Reskrim Polsek Sawahan. "Untuk sementara mereka masih saksi. Namun tidak menutup kemungkinan, bakal ada tersangka, jika pemeriksaan kita selesai," tegas Kompol Yulianto.

Bahkan, setelah dikembangkan, Polsek Sawahan juga berhasil menyita barang bukti tepung berbahan baku roti kadaluarsa, di sebuah toko kelontong. Tepung tersebut dibeli dari home industri milik R tadi. Tepung tepung itu kemudian dijual ke masyarakat umum. "Untuk toko kelontong, pemiliknya juga kami tengah periksa," papar Kompol Yulianto.

Diolah Ulang
Dari pemeriksaan sementara diketahui bahwa home industri tepung di Jalan Petemon Sidomulyo 27, Surabaya itu merupakan sebuah perusahaan roti. Nah, untuk memproduksi tepung, mereka menarik kembali roti mereka yang sudah kadaluarsa dari pengecernya. Setelah roti expired tersebut dibawa kembali, mereka kemudian mengolahnya kembali hingga jadi tepung.

Nah, tepung yang berbahan baku roti roti kadaluarsa tersebut, dijual oleh R ke beberapa pemilik toko kelontong langganannya, untuk kemudian dijual lagi ke masyarakat umum. Usaha yang dijalankan R itu sendiri diketahui sudah beroperasi sekitar 15 tahun. Dalam penggerebekan, sang pemilik usaha terus berdalih, jika tepung tepung produksinya hanya untuk pakan lele dan tidak dijual secara umum. mis/bkr/rmc





-



Komentar Anda