Si Mantan Buruh Pabrik ini, Kini Punya Aset Rp 39,3 T

Kisah Sukses Wanita di RRC (4)

 

Zhang Xin tunjukkan maket proyek propertinya.

Pendiri sekaligus CEO SOHO, pengembang real estate terbesar di China, Zhang Xin saat ini hidup sukses dengan kekayaan mencapai US$ 3,6 miliar atau setara Rp 39,3 triliun. Siapa sangka, wanita ini dulunya bekerja sebagai buruh pabrik di kampung halamannya. Bagaimana ia sukses menjadi kaya raya? Berikut ini laporan Chou Jiang dari Beijing.
-----------------------
Seperti dilansir dari Investor Place, Zhang dibesarkan di tengah kemiskinan setelah kedua orang tuanya diusir dari Beijing semasa pemerintahan Mao Zedong. Orang tua Young sebenarnya lulusan universitas, tapi Mao Zedong tak mempercayai orang-orang berpendidikan dan mengirim kedua orang tuanya ke pinggiran kota untuk dididik kembali.

Dia bekerja selama lima tahun sebagai buruh pabrik sebelum akhirnya memutuskan terbang ke London untuk memulai hidup baru.

Di London, dia bekerja di restoran makanan laut dan belajar bahasa Inggris. Dia lalu mendapat beasiswa untuk belajar di University of Sussex. Young lalu memperoleh gelar master di Economics, Cambridge sebelum akhirnya direkrut Goldman Sachs di New York.

Merasa tidak puas dengan pekerjaannya di bank investasi tersebut, mantan buruh pabrik ini lalu kembali ke China dan menikah dengan Pan Shiyi. Suaminya memiliki karakter yang sama dengannya. Next »



Bukan tanpa alasan ia kembali ke negerinya. "Ada gairah saat orang-orang membicarakan betapa berubahnya China, juga para intelektualnya yang bersemangat," kata Zhang. "Aku merasa negaraku sedang melakukan transisi dan aku ingin menjadi bagian dari itu."

Di China, pada awalnya, pasutri ini mengalami masa-masa sulit sebelum akhirnya berhasil membangun impiannya dan mendirikan SOHO China, perusahaan pengembang real estate. Young lalu pindah ke Beijing. Perusahaan yang didirikannya memiliki aset bernilai US$ 10 miliar dengan total pembangunan seluar 56 juta kaki persegi. Dia telah melakukan 18 pengembangan lahan di Beijing dan 11 di Shanghai.

Kisah hidup Zhang memang luar biasa, memberinya status setara selebritas di negerinya. Forbes 2013 mencatat 24 miliarder perempuan dari jalur kerja keras, enam di antaranya dari China (termasuk Hong Kong).

"Saya pikir perempuan dari generasiku melalui Revolusi Kebudayaan, mengalami kesulitan, menyebar di mana-mana, dan tiba-tiba melihat kesempatan yang luar biasa di China," kata Zhang. "Jadi kami hanya memanfaatkan kesempatan." Next »



Zhang juga mendapat tempat di jagad maya. Ia memiliki pengikut lebih dari 5 juta di Weibo, situs media sosial serupa Twitter--di mana ia berbagi pandangan tentang bisnis, isu kontemporer, dan arsitektur.

Pemimpi ini benar-benar memulai karirnya dari nol dan sekarang sukses dengan berbagai rumah yang dibangunnya di China. Total kekayaannya saat ini tercatat sebesar US$ 3,6 miliar dan membuatnya menjadi wanita terkaya ketujuh di dunia. Cnn/bbc/lip

Zhang Xin tunjukkan maket proyek propertinya.

Pendiri sekaligus CEO SOHO, pengembang real estate terbesar di China, Zhang Xin saat ini hidup sukses dengan kekayaan mencapai US$ 3,6 miliar atau setara Rp 39,3 triliun. Siapa sangka, wanita ini dulunya bekerja sebagai buruh pabrik di kampung halamannya. Bagaimana ia sukses menjadi kaya raya? Berikut ini laporan Chou Jiang dari Beijing.
-----------------------
Seperti dilansir dari Investor Place, Zhang dibesarkan di tengah kemiskinan setelah kedua orang tuanya diusir dari Beijing semasa pemerintahan Mao Zedong. Orang tua Young sebenarnya lulusan universitas, tapi Mao Zedong tak mempercayai orang-orang berpendidikan dan mengirim kedua orang tuanya ke pinggiran kota untuk dididik kembali.

Dia bekerja selama lima tahun sebagai buruh pabrik sebelum akhirnya memutuskan terbang ke London untuk memulai hidup baru.

Di London, dia bekerja di restoran makanan laut dan belajar bahasa Inggris. Dia lalu mendapat beasiswa untuk belajar di University of Sussex. Young lalu memperoleh gelar master di Economics, Cambridge sebelum akhirnya direkrut Goldman Sachs di New York.

Merasa tidak puas dengan pekerjaannya di bank investasi tersebut, mantan buruh pabrik ini lalu kembali ke China dan menikah dengan Pan Shiyi. Suaminya memiliki karakter yang sama dengannya. Next »



Bukan tanpa alasan ia kembali ke negerinya. "Ada gairah saat orang-orang membicarakan betapa berubahnya China, juga para intelektualnya yang bersemangat," kata Zhang. "Aku merasa negaraku sedang melakukan transisi dan aku ingin menjadi bagian dari itu."

Di China, pada awalnya, pasutri ini mengalami masa-masa sulit sebelum akhirnya berhasil membangun impiannya dan mendirikan SOHO China, perusahaan pengembang real estate. Young lalu pindah ke Beijing. Perusahaan yang didirikannya memiliki aset bernilai US$ 10 miliar dengan total pembangunan seluar 56 juta kaki persegi. Dia telah melakukan 18 pengembangan lahan di Beijing dan 11 di Shanghai.

Kisah hidup Zhang memang luar biasa, memberinya status setara selebritas di negerinya. Forbes 2013 mencatat 24 miliarder perempuan dari jalur kerja keras, enam di antaranya dari China (termasuk Hong Kong).

"Saya pikir perempuan dari generasiku melalui Revolusi Kebudayaan, mengalami kesulitan, menyebar di mana-mana, dan tiba-tiba melihat kesempatan yang luar biasa di China," kata Zhang. "Jadi kami hanya memanfaatkan kesempatan." Next »



Zhang juga mendapat tempat di jagad maya. Ia memiliki pengikut lebih dari 5 juta di Weibo, situs media sosial serupa Twitter--di mana ia berbagi pandangan tentang bisnis, isu kontemporer, dan arsitektur.

Pemimpi ini benar-benar memulai karirnya dari nol dan sekarang sukses dengan berbagai rumah yang dibangunnya di China. Total kekayaannya saat ini tercatat sebesar US$ 3,6 miliar dan membuatnya menjadi wanita terkaya ketujuh di dunia. Cnn/bbc/lip


Hashtag









Komentar Anda



Submit

Berita Terkait