Diduga Korupsi, Mantan Ketua UPK PNPM Masuk Bui

 

Mujeni terduga korupsi dana PNPM saat dibawa ke Lapas setempat. FOTO: SP/ MUHAJIRIN KASRUN


SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Diduga karena korupsi, Mujeni Mantan Ketua Unit pengelola keuangan (UPK) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), Kecamatan Laren, Lamongan, dijebloskan ke Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Klas IIB oleh Kejakasaan Negeri setempat Rabu (10/5/2017) petang.

Ditahannya Mujeni, seperti yang disampaikan oleh Herry Purwanto Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Lamongan, agar yang bersangkutan tidak melarikan diri dan menghilangkan barang bukti."Kita tahan agar yang bersangkutan tidak menghilangkan barang bukti dan melarikan diri "ungkapnya kepada wartawan.

Sementara itu, sesuai hasil penyidikan yang dilakukannya dan dari hasil audit BPK, tersangka diduga telah menggelapkan uang negara sebesar Rp 2,4 miliar. Dana yang digelapkan itu berasal dari dana Rp 6 miliar yang dikelola UPK PNPM. Pada saat itu, tersangka masih menjabat sebagai ketua UPK PNMP Kecamatan Laren, tahun 2015-2016. "Kerugian negara, 2,490 sekian, mulai tahun 2014-2016," ujar Herry.

disebutkan oleh Herry, saat menjadi ketua UPK PNPM Kecamatan Laren, dana yang dicairkan, diduga tidak diserahkan ke kelompok peminjam, namun diduga dinikmati sendiri oleh tersangka. "Kronologisnya, ada pengajuan dari masing-masing ketua kelompok, diajukan ke Ketua UPK, dananya turun tapi tidak sampai ke masing-masing kelompok," ucap Herry.

Herry menegaskan, perempuan asal Desa Siser Kecamatan Laren itu, menjadi tersangka tunggal dalam kasus ini. "Tersangka lain tidak ada, karena dia melakukan ini tunggal," tuturnya.

Sesuai perbuatannya itu, penyidik menjerat tersangka dengan pasal Pasal 2 jo pasal 18 UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana pemberantasan korupsi sebagaimana diubah UU RI No 20 Tahun 2001.

Sementara di lain pihak, advokat dari Mujeni, Suisno mengatakan belum bisa banyak berkomentar terkait kerugian negara. "Kami belum bisa mengatakan, nanti akan kami koordinasikan lagi dengan pihak bu Mujeni," ujarnya.

Sebab, Suisno menyebut, belum mengetahui secara detail kerugian negara yang telah digelapkan kliennya. "Makanya nanti kita koordinasikan kembali kerugian-kerugiannya dan gimana nanti penanganan selanjutnya, nanti akan kami komunikasi dengan bu Mujeni," katanya.jir



Komentar Anda



Berita Terkait