Tersangka Korupsi, Dirut PD Aneka Usaha Masuk Bui

 

Dirut PD Aneka Usaha, Amral Soegianto


SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Setelah melakukan pemeriksaan secara maraton sejak pagi hari sampai malam, Tim Kejari Sidoarjo akhirnya menetapkan Dirut Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Amral Soegianto, ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pengelolaan keuangan PDAU tahun mulai 2010 sampai 2016. Amral pun dilakukan penahanan, Senin (8/5) malam.
Selain Amral, Kepala Unit Delta Grafika Imam Junaidi dan Kabag Umum sekaligus Kepala Unit Gas Siti Winarni PDAU juga menjadi tersangka dan juga dilakukan penahanan.

Usai pemeriksaan di bagian ruang Pidsus Kejari Sidoarjo, ketiga tersangka digiring menuju mobil tahanan dan akan dititipkan ke Lapas Kelas llA Delta dan Rutan Medaeng.

Ketiga sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan untuk kelancaran pemeriksaan lanjutan, tegas Kasi Intel Kejari Sidoarjo Andri Tri Wibowo, kemarin.

Dia menambahkan, ketiga pejabat PDAU itu ditetapkan tersangka karena sudah memenuhi bukti-bukti yang cukup. Ketiganya kami titipkan ke tahanan secara terpisah. Ada yang di Rutan Medaeng dan ada yang di Lapas Delta, tambahnya.

Sementara itu, tim penyidik kejaksaan terus mendalami pemeriksaan terhadap tiga pejabat pemkab yakni Dewan Pengawas (Dewas), Heri Soesanto (Kabag Hukum Pemkab Sidoarjo) dan Samsu Rizal (Kabag Perekonomian) serta Kepala Inspektorat (Inspektor) Pemkab Sidoarjo, Eko Udjiono.

Pada Selasa (9/5) dua pejabat pemkab yang diperiksa lagi yakni Kabag Hukum Heri Susanto dan Kepala Inspektorat Eko Udijono.

Salah seorang tim penyidik Kejari Sidoarjo mengungkapkan jika ada kuintasi penerimaan keuangan untuk pejabat Pemkab Sidoarjo senilai Rp 75 juta dan anggota DPRD Sidoarjo senilai Rp 75 juta. Pihaknya memastikan ke saksi aliran dana itu untuk kepentingan apa saja.

Pemeriksaan kami memastikan uang itu untuk apa. Karena saksi yang kami periksa tahu aliran dana itu sekaligus peruntukannya. Tim Penyidik masih bekerja, sabar dulu, tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru dalam kasus ini," kata salah seorang jaksa penyidik, kemarin.

Sedangkan Kepala Kejari Sidoarjo, M Sunarto menyatakan jika pemeriksaan masih mengenai pengelolaan manajemen keuangan. Diantara yang masuk ke Pemkab Sidoarjo, ke PD Aneka Usaha maupun ke orang lain yang peruntukannya tidak sesuai dengan aturan.

Lah yang masuk itu setoran itu masuk rincian apa gelondongan. Itu yang perlu dilacak peruntukannya, tegasnya.

Menurut Sunarto, yang didalami penyidik adalah aliran dana dari 3 unit di PD Aneka Usaha itu yang setorannya diluar Pemkab Sidoarjo dan PD Aneka Usahanya yang terus didalami tim penyidik. Lantaran tim penyidik mengendus ada dugaan aliran itu diluar tanggungjawab setoran ke Pemkab dan PD Aneka Usaha.

Semua itu yang harus didalami. Tim penyidik mengendus ada aliran dana diluar setoran resmi, ungkapnya.

Sementara rencananya setelah pemeriksaan, bakal dilanjutkan antara Direktur dengan 3 Kepala Unit Aneka Usaha baik Unit Gas, Properti maupun Kepala Unit Percetakan serta Keuangan PD Aneka Usaha.

Konfrontir itu penting karena untuk mencari kebenaran keterangan termasuk siapa yang memalsukan keterangan untuk Berita Acara Pemeriksaan (BAP), pungkasnya. sg



Komentar Anda



Berita Terkait