JK Kritik Pemberitaan Media Asing soal Pilkada DKI

 

Wapres Jusuf Kalla (JK) bersama istri, Mufidah Kalla.

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK mengkritisi media luar negeri yang dinilainya kurang adil dalam pemberitaan terkait Pilkada DKI Jakarta. Kritik itu ia sampaikan saat bertemu Wakil Presiden AS Mike Pence.

"Soal pilkada tadi saya ketemu Wakil Presiden Mike Pence saya bilang juga, tidak adil ini media luar, karena yang menang banyak didukung teman-teman organisasi Islam dan sebagainya dianggap garis keras yang menang," kata JK seperti dikutip dari Antara, Jumat (21/4/2017).

Ia mengatakan, Anies Baswedan merupakan salah satu tokoh Islam yang moderat dan paling lembut, dan proses pemilihan di Pilkada DKI itu dinilainya sudah demokratis.

"Karena ada imam besar dianggap keras, padahal dukung saja ini, apapun demokrasi, siapapun, apakah yang dipilih oleh yang ringan yang keras, tetap dong demokrasi, tidak ada bedanya. Karena dipilih orang banyak. Mudah-mudahan dapat dipahami bahwa yang menang demokrasi. Kita hormati semuanya," kata dia.

JK sebelumnya menerima Wapres AS Michael Pence di Istana Wakil Presiden, Kamis, pukul 11.30 WIB. Keduanya menggelar pertemuan bilateral hingga pukul 12.30 WIB. Next »



Dalam pertemuan itu, JK mengatakan, Wakil Presiden Amerika Serikat Michael Pence datang pada saat yang tepat untuk melihat kehidupan demokrasi Indonesia pascapilkada yang dewasa.

"Saya mengatakan, Anda datang pada saat yang tepat, Pilkada DKI selesai, kita sudah jabat tangan, tidak ada lagi ribut-ribut, itulah demokrasi Indonesia. Jadi dia tidak menyinggung lagi," kata JK di Istana Wakil Presiden, Jakarta.

Meskipun demikian, Wapres JK menggarisbawahi bahwa Indonesia dan AS sepakat untuk mempererat kerja sama peningkatan nilai toleransi dan Islam moderat.

Wapres Jusuf Kalla (JK) bersama istri, Mufidah Kalla.

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK mengkritisi media luar negeri yang dinilainya kurang adil dalam pemberitaan terkait Pilkada DKI Jakarta. Kritik itu ia sampaikan saat bertemu Wakil Presiden AS Mike Pence.

"Soal pilkada tadi saya ketemu Wakil Presiden Mike Pence saya bilang juga, tidak adil ini media luar, karena yang menang banyak didukung teman-teman organisasi Islam dan sebagainya dianggap garis keras yang menang," kata JK seperti dikutip dari Antara, Jumat (21/4/2017).

Ia mengatakan, Anies Baswedan merupakan salah satu tokoh Islam yang moderat dan paling lembut, dan proses pemilihan di Pilkada DKI itu dinilainya sudah demokratis.

"Karena ada imam besar dianggap keras, padahal dukung saja ini, apapun demokrasi, siapapun, apakah yang dipilih oleh yang ringan yang keras, tetap dong demokrasi, tidak ada bedanya. Karena dipilih orang banyak. Mudah-mudahan dapat dipahami bahwa yang menang demokrasi. Kita hormati semuanya," kata dia.

JK sebelumnya menerima Wapres AS Michael Pence di Istana Wakil Presiden, Kamis, pukul 11.30 WIB. Keduanya menggelar pertemuan bilateral hingga pukul 12.30 WIB. Next »



Dalam pertemuan itu, JK mengatakan, Wakil Presiden Amerika Serikat Michael Pence datang pada saat yang tepat untuk melihat kehidupan demokrasi Indonesia pascapilkada yang dewasa.

"Saya mengatakan, Anda datang pada saat yang tepat, Pilkada DKI selesai, kita sudah jabat tangan, tidak ada lagi ribut-ribut, itulah demokrasi Indonesia. Jadi dia tidak menyinggung lagi," kata JK di Istana Wakil Presiden, Jakarta.

Meskipun demikian, Wapres JK menggarisbawahi bahwa Indonesia dan AS sepakat untuk mempererat kerja sama peningkatan nilai toleransi dan Islam moderat.









Komentar Anda



Submit

Berita Terkait