Gonta Ganti Kurikulum Tak Jamin Siswa Berhasil

 

Sekkab Yuhronur Efendi saat menerima perwakilan West Lothian College yang berada di United Kingdom (UK).


SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Kecendrungan pemerintah melalui Dinas Pendidikan mengonta ganti kurikulum belajar, teryata tidak bisa menjamin siswa bisa berhasil, kalau metode pembelajaran yang dilakukan oleh guru yang kurang tepat.

Penegasan itu disampaikan oleh oleh Silvana Erlina, Coordinator United States Agency for International Development (USAID), saat penutupan program USAID di Lamongan.

"Metode pembelajaran yang baik lebih penting dari pada harus bergonta-ganti kurikulum,"ujarnya.

Silvana Erlina menjelaskan, program bantuan USAID Prioritas fokus pada peningkatan kualitas proses belajar mengajar. Dimana guru harus menguasai lima hal, yakni kurikulum, metodologi, materi, berkomitmen tinggi serta disiplin.

Disebutkan olehnya, USAID di Jawa Timur telah membantu 294 sekolah dengan total 94.492 siswa. Sedangkan di Kabupaten Lamongan membantu 16 sekolah dasar yang 25 persennya adalah MI dan 8 SMP yang 25 persennya adalah MTs.

USAID fokus pada praktek pembelajaran yang baik. Karena 2/3 ketrampilan anak dilatih oleh guru dan sisanya 1/3 adalah dari kemampuan anak sendiri. Sehingga meski 1.000 kali kurikulum diganti, namun jika pembelajaran di depan kelas tidak berjalan baik, maka tidak akan berhasil, jelas Silvana Erlina.

Dalam acara tersebut ditandatangani komitmen terhadap keberlanjutan praktik-praktik baik program USAID Prioritas antara Pemkab Lamongan, Kemenag, dan Perwakilan Lembaga Sekolah.

Program USAID Prioritas adalah program yang dikembangkan USAID dan Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kualitas akses pendidikan dasar di Indonesia. Program ini merupakan bagian dari kesepakatan antara Pemerintah Amerika Serikat dan Pemerintah Republik Indonesia.

Sementara Wakil Bupati Kartika Hidayati menyebutkan, Program USAID prioritas ini sejalan dengan tekad Pemkab Lamongan , untuk memberikan layanan pendidikan bermutu.

Dia menyebutkan Pemkab Lamongan juga memberikan beasiswa dari APBD untuk mahasiswa baik di Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta. Sampai dengan saat ini sudah hampir 5.000 mahasiswa yang dibantu.

Upaya pemberian beasiswa serta program bidang pendidikan lainnya menurut dia mampu mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia Lamongan, sehingga di tahun 2016 mencapai 70,03.

Meskipun Program USAID Prioritas ini telah ditutup. Tapi praktik-praktik pembelajaran yang baik agar tetap dilaksanakan, pungkas dia.jir



Komentar Anda



Berita Terkait