Terbukti Salahgunakan Wewenang, Dahlan Iskan Divonis Penjara 24 Bulan

Sidang Putusan Korupsi Pelepasan Aset PT PWU

 

Dahlan Iskan saat mendengarkan putusan yang dibacakan Hakim Taksin.

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Hari Jumat sial bagi bos Jawa Pos, mantan Direktur Utama (Dirut) PT PWU Jatim, mantan Dirut PLN dan bekas Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dahlan Iskan, yang kerap menulis di beberapa media, tidak pernah terima gaji, ternyata merugikan keuangan negara. Itu tertuang pada sidang putusan Jumat (21/4/2017) siang tadi, Dahlan Iskan, oleh majelis hakim, divonis 2 tahun penjara atas dakwaan turut bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi.

Meski dalam dakwaan primernya, majelis hakim menyatakan tidak terbukti, tetapi dalam subsidairnya, Dahlan, dianggap terbukti melakukan bersama-sama.

“Mengadili, terdakwa Dahlan Iskan tidak terbukti sebagaimana didakwakan dalam dakwakan primer. Serta menyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan tindak pidana korupsi secara bersama-sama, sebagaimana dakwaan subsidair. Oleh karena itu, memutuskan terdakwa diputuskan pidana 2 tahun penjara dengan denda Rp 100 juta,” jelas Majelis Hakim yang diketuai Taksin, di Pengadilan Tipikor Juanda, Jumat pagi tadi.

Meski mengadili dengan putusan 2 tahun penjara, Taksin, tetap menyatakan bahwa Dahlan menjalani tahanan kota. Next »



Vonis dijatuhkan karena Dahlan dianggap terbukti menyalahgunakan kewenangan sebagai Dirut PT PWU Jatim. "Saya bertanggungjawab sebagai Dirut PT PWU waktu itu dan saya tidak akan lari dari tanggungjawab ini. Namun setelah berkoordinasi dengan tim kuasa hukum saya, secara hukum saya nyatakan banding," ujar Dahlan usai putusan dibacakan.

Sementara pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur menyatakan pikir-pikir atas vonis hakim ini. bd/rmc

Dahlan Iskan saat mendengarkan putusan yang dibacakan Hakim Taksin.

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Hari Jumat sial bagi bos Jawa Pos, mantan Direktur Utama (Dirut) PT PWU Jatim, mantan Dirut PLN dan bekas Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dahlan Iskan, yang kerap menulis di beberapa media, tidak pernah terima gaji, ternyata merugikan keuangan negara. Itu tertuang pada sidang putusan Jumat (21/4/2017) siang tadi, Dahlan Iskan, oleh majelis hakim, divonis 2 tahun penjara atas dakwaan turut bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi.

Meski dalam dakwaan primernya, majelis hakim menyatakan tidak terbukti, tetapi dalam subsidairnya, Dahlan, dianggap terbukti melakukan bersama-sama.

“Mengadili, terdakwa Dahlan Iskan tidak terbukti sebagaimana didakwakan dalam dakwakan primer. Serta menyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan tindak pidana korupsi secara bersama-sama, sebagaimana dakwaan subsidair. Oleh karena itu, memutuskan terdakwa diputuskan pidana 2 tahun penjara dengan denda Rp 100 juta,” jelas Majelis Hakim yang diketuai Taksin, di Pengadilan Tipikor Juanda, Jumat pagi tadi.

Meski mengadili dengan putusan 2 tahun penjara, Taksin, tetap menyatakan bahwa Dahlan menjalani tahanan kota. Next »



Vonis dijatuhkan karena Dahlan dianggap terbukti menyalahgunakan kewenangan sebagai Dirut PT PWU Jatim. "Saya bertanggungjawab sebagai Dirut PT PWU waktu itu dan saya tidak akan lari dari tanggungjawab ini. Namun setelah berkoordinasi dengan tim kuasa hukum saya, secara hukum saya nyatakan banding," ujar Dahlan usai putusan dibacakan.

Sementara pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur menyatakan pikir-pikir atas vonis hakim ini. bd/rmc


Hashtag









Komentar Anda



Submit

Berita Terkait