Bersama Istri Muda, Tahanan Kabur Ditangkap

Saat Tidur di Emperan Pasar Pucang. Kini, Tingga 2 Tahanan Polsek Tambaksari yang Belum Tertangkap

 

Tiga tahanan yang kabur, Budi (baju merah tahanan paling kiri) bersama Mustofa dan Shohib, diamankan ke Mapolrestabes Surabaya, Kamis (20/4).


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Cerita kaburnya Budi Sasmito (45), dari sel tahanan Polsek Tambaksari ini, bisa menjadi bahan pertimbangan bagi semua tahanan dan narapidana. Selain harus berpindah-pindah tempat untuk bersembunyi, pria asal Jl Setro III/21, Surabaya itu harus ngemper layaknya gelandangan. Pasalnya, tersangka kasus penadahan dan narkoba itu kehabisan bekal. Mirisnya, dalam pelariannya, dia mengajak istri mudanya dan anak perempuannya yang masih berumur 5 tahun.

Budi sendiri ditangkap Tim Anti Bandit Satreskrim Polrestabes Surabaya pada Kamis (20/04/2017) sekitat pukul 08.00 Wib. Dia ditangkap pada saat menggelandang di emperan Pasar Pucang Surabaya. Dia mengajak Tri Jatiningsih, istri mudanya dan seorang anak perempuannya yang masih berusia 5 tahun. Saat diamankan, Budi dibawa secara terpisah dengan istri mudanya dan anaknya.

Ningsih dan anaknya lebih dahulu dibawa ke Mapolrestabes Surabaya untuk dimintai keterangan. Sedangkan Budi dikeler terlebih dahulu untuk menunjukkan keberadaan M Salman, yang kini masih belum tertangkap. Sebab dari pengakuan Budi, dirinya bersama Salman bersama sama hingga Terminal Bungurasih. Namun, Budi malah mencoba kabur saat dikeler.

Budi mengaku, dirinya berusaha kabur lagi saat dikeler, karena kefikiran istri dan anaknya. Aksi nekat Budi, mencoba kabur saat dikeler tersebut akhirnya membuat Tim Anti Bandit bertidak tegas. Budi dihadiahi timah panas pada kedua kakinya. Sebelum kembali ke Surabaya, Budi sendiri sempat bersembunyi di beberapa daerah, mulai Nganjuk, Trawas dan Tretes.

Kepada penyidik, Budi mengaku sudah kehabisan bekal (uang) untuk berpindah pindah kota. Sehingga dia memutuskan kembali ke Surabaya. "Saya tidak berani kembali ke kos kosan istri (Jalan Klampis Ngasem Surabaya). Karena takut tertangkap. Makanya saya ajak anak istri saya ngemper di Pasar Pucang," aku Budi.

Di tempat terpisah, Tim Anti Bandit juga berhasil menangkap M Shohib (31), asal Jalan Kedung Klinter V RT 5 RW 4, Surabaya. Shohib disergap di daerah asalnya yaitu sebuah perkampungan di tengah hutan, yaitu Desa Alas Kembang, Kec. Burneh, Bangkalan Madura. "Saat kami sergap di persembunyiannya, dia (Shohib, red) melarikan diri. Terpaksa kami tembak kaki kanannya," sebut Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga.

Pelarian Shohib sendiri diketahui difasilitasi oleh Mustofa (49), pamannya. Setelah berhasil kabur dari tahanan, tersangka narkoba itu ditampung oleh Mustofa disebuah rumah kontrakan di daerah Kalianak Surabaya. Mustofa pula yang memberikan uang saku kepada Shohib agar bisa pergi ke Madura. "Shohib berhasil kami tangkap di Ds Kampek, Kec Burneh Bangkalan. Saat ini masih kami dalami keterlibatannya. Jika terbukti, akan bisa kami jerat dengan Pasal 221 KUHP tentang menolong dan melarikan tahanan polisi dengan ancaman 9 bulan penjara," bener AKBP Shinto.

Kronologi Pelarian 7 Tahanan
Dari hasil pemeriksaan kelima tahanan kabur yang sudah tertangkap, AKBP Shinto membeberkan bagaimana perjalanan kaburnya ketujuh tahanan tersebut. Dua hari sebelum mereka kabur, Ryan menyampaikan niatnya kepada Salman (buron). Dari sanalah, Salman mulai mempengaruhi yang lain. Salman pula yang meyakinkan bahwa teralis besi tahanan di atas kamar mandi blok bisa putus. Darisanalah mereka akhirnya melakukan aksinya.

Nah setelah berhasil kabur, Fadilla (tertangkap), menyewa taksi dan meminta diantarkan ke Japanan dengan ongkos 250 ribu. Sedangkan Ryan (tertangkap), Salman (buron), Saiful Haq (buron), Jeffry (tertangkap) dan Budi (tertangkap) serta Shohib (tertangkap), menyegat lyn menuju By Pass Krian. Darisana, Shohib menghubungi Mustofa, pamannya untuk minta tempat bersembunyi.

Setelah disarankan oleh Mustofa agar Shohib pergi ke Kalianak, Shohib pun mengajak kelima rekannya. Namun Ryan memilih berpisah dan pulang ke rumahnya dan akhirnya dia tertangkap. Kemudian, Shohib, Salman, Budi, Jeffry dan Saiful Haq pergi kearah Kalianak. Di Kalianak, kelimanya hanya beberapa jam saja. Di kontrakan Mustofa inilah mereka merencanakan untuk kabur ke arah Madura.

Tetapi, Jefrry memilih menuju Bungah Gresik menuju rumah neneknya. Hingga Jeffry akhirnya menyerahkan diri ke Polsek Bungah. Sedangkan Budi mengajak Salman menuju kos kosan istri muda Budi (Jati Sriningsih) di Klampis Ngasem Surabaya. Setelah bertemu Ningsih, ketiganya berangkat menuju Terminal Bungurasih. Budi, Ningsih dan anaknya menuju Ds Rajek, Kec Tanjung Anom, Ngajuk yang tak lain daerah asal Ningsih. Sedangkan Salman tidak tahu entah kemana, karena mereka berpisah di Bungurasih.

Nah untuk Shohib dan Saiful Haq, memutuskan lari ke arah Madura. Namun keduanya berpisah di Bangkalan. Shohib menuju kampung halamannya, di Ds Alas Kembang, Kac Burneh, Bangkalan. Pada saat sampai di Bangkalan, Shohib dibonceng oleh Mustofa menggunakan motor Supra X L 6567 WU hingga sampai ke kampung halaman Shohib.

"Hingga kini, kami masih melakukan pengejaran terhadap Salman dan Saiful Haq. Kami peringatkan lagi, agar keduanya segera menyerahkan diri dan melapor ke Polsek terdekat. Daripada dikejar kejar oleh peluru," tegas AKBP Shinto.

Kapolsek Tambaksari Resmi Dimutasi
Kapolsek Tambaksari, Kompol David Triyo Prasojo secara resmi dimutasi, Rabu (19/04/2017). Hal itu sesuai Surat Telegram Kapolda Jatim nomor : ST/808/IV/2017/RO SDM. Dari TR itu, David ditarik ke Polrestabes Surabaya. Dia ditempatkan sebagai analis kebijakan pertama perencanaan Polrestabes Surabaya.

Posisi David sebagai Kapolsek Tambaksari akan ditempati Kompol Prayitno, yang sebelumnya menjabat Kepala SPKT Polrestabes Surabaya. Pemutasian David ini, diduga dilakukan setelah peristiwa tujuh tahanan Polsek Tambaksari yang kabur. Yaitu pada Senin (17/04/2017) lalu.

Kapolrestabes Surabaya Kombespol M Iqbal mengatakan, siapa saja yang melakukan pelanggaran diberikan punishment (hukuman). "Pergantian jabatan sudah biasa dalam institusi kepolisian," sebut Iqbal, Kamis (20/04/2017). Iqbal menambahkan, jabatan itu merupakan suatu amanah yang harus dikerjakan secara baik.

Sementara dalam Surat Telegram Kapolda Jatim tersebut, juga ada beberapa Kapolsek di Surabaya yang promosi dan digeser ke tempat lain. Seperti Kapolsek Simokerto Surabaya, Kompol M Harris diangkat sebagai Kasatreskrim Polresta Sidoarjo. Posisi yang ditinggal diganti AKP Nurnaeni yang sebelumnya menjabat Subbagpers Bagsumda Polrestabes Surabaya.

Selanjutnya Kapolsek Genteng Surabaya juga berganti. Kompol Wahyu Endrajaya menjadi Kasatlantas Polresta Sidoarjo. Kemudian kursi Kapolsek Genteng ditempati Kompol Yhogi Hadi Setiawan, yang sebelumnya Kapolsek Dukuh Pakis. Dan Kapolsek Dukuh Pakis yang ditinggal Yhogi, bakal ditempati Kompol Ari Trestiawan. Dia sebelumnya merupakan pamen Polda Jatim.

Pergeseran juga terjadi pada Kapolsek Wonokromo Surabaya. Ini seiring Kompol Arisandi ditarik ke Ditreskrimsus Polda Jatim. Posisinya ditempati Kapolsek Gubeng, yakni Kompol Agus Bahari. Sedangkan kursi Kapolsek Gubeng ditempati AKP Sudarto.

Kapolsek Wiyung Surabaya Kompol Hariyono juga terkena mutasi. Ia dimutasi sebagai analis kebijakan pertama Bioang Perencanaan Polres Sampang. Sebagai gantinya, AKP M Rasyad menempati Kapolsek Wiyung. Ia sebelumnya menjadi Wakapolsek Wonokromo. n



Komentar Anda



Berita Terkait