KPK Tolak Biaya Gratis Ahli Kornea Singapura untuk Novel

 

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan


SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menolak tawaran dari ahli kornea di Singapura yang berencana menggratiskan biaya pengobatan Novel Baswedan, penyidik senior KPK yang diteror dua orang tak dikenal dengan disiram air keras hingga Novel harus dibawa ke Singapura untuk berobat.

Terkait hal ini, pucuk pimpinan KPK, Agus Rahardjo lebih memilih meminta bantuan pemerintah untuk membiayai perawatan Novel melalui Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla dan itu disetujui oleh pemerintah.

Terpisah Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang menjelaskan alasan pihaknya menolak tawaran yakni karena pihaknya tidak ingin ketergantungan terhadap bantuan pihak lain terlebih Novel merupakan penyidik KPK.

"Soal ini kami juga kemarin konsultasi dengan Komisi III, mereka juga tidak menghendaki. Ini resources kita. Ini orang kita dan yang dihindari dari beri memberi itu kan ketergantungan," kata Saut, Kamis (20/4/2017) di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Meski begitu, Saut mengaku mengapresiasi perhatian yang ditujukan ahli kornea Singapura bagi Novel Baswedan.

"Oleh sebab itu kalau memang kita bisa membiayai, perhatian mereka terhadap Novel ini sudah cukup baik, terus kemudian kita yang membiayai semuanya," ucap Saut.

Untuk diketahui Donal Tan, dokter ahli kornea di Singapura berniat menggratiskan biaya perawatan Novel.

Tawaran ini diajukan Donal sebagai bentuk simpati setelah mengetahui pekerjaan Novel sebagai penyidik KPK yang mendapat serangan dari orang tidak dikenal. jk



Komentar Anda