Ahok, Sudah Terima Kekalahan

Dari Hasil Hitung Cepat, Ahok-Djarot Kalah Telak dari Anies-Sandiaga Uno dengan Selisih lebih dari 10 Persen

 

Basuki Tjahaja Purnama

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Setelah perhitungan cepat (Quick Count) yang ditayangkan di sejumlah TV swasta mencapai 90% dan perolehan suara Ahok-Djarot tertinggal jauh dibanding Anies Baswedan-Sandiaga Uno, partai-partai pendukung Ahok, tak muncul. Termasuk Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri. Rabu (19/4/2017) sore itu, Ahok, langsung menghubungi Anies, di dua nomor telepon selulernya. Sayang, dua HP Anies, off, sehingga Ahok, tak bisa menyampaikan ucapan selamat atas keterpilihan jago dari Partai Gerindra-PKS, menjadi Gubernur DKI periode 2017-2022. Ir. Basuki Tjahaja Purnama, tak kurang akal. Dia mengirim ucapan selamat melalui pesan WhatsApp (WA). Dua jam, WA-nya, belum dibaca Anies, apalagi dibalas.

Wartawan Surabaya Pagi di Jakarta, Umar Satrio, sore kemarin bertemu Ahok di kantor DPP NasDem. Berdiri disamping Ketua Umum NasDem Surya Paloh, Ahok, menerima wawancara sejumlah wartawan dengan mimik tenang. Tidak ada kesan emosi, apalagi marah.

"Saya menerima bila ada Gubernur DKI yang lebih baik dan lebih cepat bekerja," jelas Ahok, dengan tenang. Bahkan ia mengajak Anies dan Sandiago, datang ke Balai kota, membuka akses informasi terkait semua kegiatan pembangunan di DKI.

"Kami tidak pernah menutupi semua kegiatan di DKI. Malahan semua rapat dinas pun kini sudah di Youtube khan, sebagai transparansi kepada publik. Semoga Gubernur baru nanti juga bisa transparan seperti era saya," harapnya.

Ajak Anies Ikuti Ahok Next »


Bahkan, Ahok sempat mengajak kepada Anies untuk mengikuti kegiatannya Ahok, sebagai Gubernur DKI saat ini saat menerima keluhan warga setiap pagi pukul 07:30 WIB. Hal itu disampaikan saat Ahok ditelpon oleh salah satu anggota tim sukses Anies Baswedan, yakni Erwin Aksa, salah satu pengusaha asal Makassar.

"Besok aku sidang, enggak keburu kali ya. Atau besok setengah 8 juga boleh ya. Tapi kan banyak masyarakat juga. Atau setengah 8 boleh si kalau mau ikut, oke lah. Makasih ya," ucap Ahok saat berbincang.

Ahok lantas menawarkan pertemuan dengan Anies dilakukan besok pagi di Balai Kota, sebelum dirinya menjalani sidang lanjutan kasus dugaan penodaan agama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

"Terus saya nawarin mau enggak besok pagi, kan kita terima warga jam setengah 8. Jadi Pak Anies juga ikut. Supaya bisa tahu bagaimana ketemu orang," ucap Ahok. Menurut Ahok, terkait hal itu Erwin yang akan menyampaikan ke Anies Baswedan.
Next »


Legowo, Tidak Gugat
Sementara, timses Ahok-Djarot, menyatakan, meski masih menunggu hasil perhitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, tidak akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Meski dengan hasil hitung cepat yang menempatkan pasangan Ahok-Djarot tertinggal lebih 10 persen. "Kita lihat nanti hasil resmi KPU DKI, kita ada catatan-catatan," ujar Ketua Timses Ahok-Djarot, Prasetyo Edi Marsudi, di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Rabu (19/4/2017).

Apalagi, Prasetyo melihat, perbandingan di hitung cepat yang beredar di media sosial dan TV dari beberapa lembaga survey, terlalu jauh. Timses Ahok menyatakan tetap mendukung bila kenyataan hitung cepat benar.

"Tapi, melihat hasil quick count yang sudah berjalan ini, kecenderungannya terlalu jauh. Kalau dia (Anies-Sandi) menang, kita mesti support dia juga sebagai pemenang pilkada. Jakarta perlu pembangunan, masih banyak yang perlu dibereskan. Ya kita lihat rasional saja," ucap Prasetyo.

Terlepas dari itu, Prasetyo mengucapkan terima kasih kepada partai pendukung, relawan, simpatisan, dan warga Jakarta yang sudah memberi kepercayaan kepada Ahok-Djarot. Walaupun kalah, Prasetyo tetap bersyukur bisa mendapat angka 43 persen. "Terima kasih ke koalisi partai, relawan, simpatisan, pendukung, warga Jakarta yang sudah memberikan kepercayaan kepada Pak Basuki-Djarot di angkat posisi quick count 43 persen sekarang ini. Saya terima kasih," tutup Prasetyo. Next »




Hasil Hitung Cepat
Sementara, dari beberapa hasil cepat dari sejumlah lembaga survey seperti LSI Denny JA, Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC), Lembaga Pollmark Indonesia, Media Survei Nasional (Median), Litbang Kompas, hingga Populi Center, semuanya menempatkan pasangan Anies-Sandi mengungguli Ahok-Djarot lebih dari 10 persen.

Dari LSI Denny JA, Ahok-Djarot berada di peringkat kedua dengan perolehan 44,59 persen, sementara Anies-Sandi dengan 55,41 persen. Sementara SMRC sendiri, Ahok-Djarot justru kalah telak dan hanya mendapatkan 41,94 persen, tertinggal jauh dari Anies-Sandi yang mendapatkan suara 58,06 persen.

Pollmark Indonesia juga tak jauh beda. Lembaga survey itu menempatkan Ahok-Djarot mendapatkan suara 42,47 persen dan Anies-Sandi 57,53 persen. Sedang Litbang Kompas, dengan mengklaim suara sudah 100 persen, menyatakan bulat bahwa Anies-Sandi unggul 58 persen meninggalkan Ahok-Djarot yang hanya 42 persen. jk/umr/ds/erk Next »


Basuki Tjahaja Purnama

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Setelah perhitungan cepat (Quick Count) yang ditayangkan di sejumlah TV swasta mencapai 90% dan perolehan suara Ahok-Djarot tertinggal jauh dibanding Anies Baswedan-Sandiaga Uno, partai-partai pendukung Ahok, tak muncul. Termasuk Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri. Rabu (19/4/2017) sore itu, Ahok, langsung menghubungi Anies, di dua nomor telepon selulernya. Sayang, dua HP Anies, off, sehingga Ahok, tak bisa menyampaikan ucapan selamat atas keterpilihan jago dari Partai Gerindra-PKS, menjadi Gubernur DKI periode 2017-2022. Ir. Basuki Tjahaja Purnama, tak kurang akal. Dia mengirim ucapan selamat melalui pesan WhatsApp (WA). Dua jam, WA-nya, belum dibaca Anies, apalagi dibalas.

Wartawan Surabaya Pagi di Jakarta, Umar Satrio, sore kemarin bertemu Ahok di kantor DPP NasDem. Berdiri disamping Ketua Umum NasDem Surya Paloh, Ahok, menerima wawancara sejumlah wartawan dengan mimik tenang. Tidak ada kesan emosi, apalagi marah.

"Saya menerima bila ada Gubernur DKI yang lebih baik dan lebih cepat bekerja," jelas Ahok, dengan tenang. Bahkan ia mengajak Anies dan Sandiago, datang ke Balai kota, membuka akses informasi terkait semua kegiatan pembangunan di DKI.

"Kami tidak pernah menutupi semua kegiatan di DKI. Malahan semua rapat dinas pun kini sudah di Youtube khan, sebagai transparansi kepada publik. Semoga Gubernur baru nanti juga bisa transparan seperti era saya," harapnya.

Ajak Anies Ikuti Ahok Next »


Bahkan, Ahok sempat mengajak kepada Anies untuk mengikuti kegiatannya Ahok, sebagai Gubernur DKI saat ini saat menerima keluhan warga setiap pagi pukul 07:30 WIB. Hal itu disampaikan saat Ahok ditelpon oleh salah satu anggota tim sukses Anies Baswedan, yakni Erwin Aksa, salah satu pengusaha asal Makassar.

"Besok aku sidang, enggak keburu kali ya. Atau besok setengah 8 juga boleh ya. Tapi kan banyak masyarakat juga. Atau setengah 8 boleh si kalau mau ikut, oke lah. Makasih ya," ucap Ahok saat berbincang.

Ahok lantas menawarkan pertemuan dengan Anies dilakukan besok pagi di Balai Kota, sebelum dirinya menjalani sidang lanjutan kasus dugaan penodaan agama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

"Terus saya nawarin mau enggak besok pagi, kan kita terima warga jam setengah 8. Jadi Pak Anies juga ikut. Supaya bisa tahu bagaimana ketemu orang," ucap Ahok. Menurut Ahok, terkait hal itu Erwin yang akan menyampaikan ke Anies Baswedan.
Next »


Legowo, Tidak Gugat
Sementara, timses Ahok-Djarot, menyatakan, meski masih menunggu hasil perhitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, tidak akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Meski dengan hasil hitung cepat yang menempatkan pasangan Ahok-Djarot tertinggal lebih 10 persen. "Kita lihat nanti hasil resmi KPU DKI, kita ada catatan-catatan," ujar Ketua Timses Ahok-Djarot, Prasetyo Edi Marsudi, di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Rabu (19/4/2017).

Apalagi, Prasetyo melihat, perbandingan di hitung cepat yang beredar di media sosial dan TV dari beberapa lembaga survey, terlalu jauh. Timses Ahok menyatakan tetap mendukung bila kenyataan hitung cepat benar.

"Tapi, melihat hasil quick count yang sudah berjalan ini, kecenderungannya terlalu jauh. Kalau dia (Anies-Sandi) menang, kita mesti support dia juga sebagai pemenang pilkada. Jakarta perlu pembangunan, masih banyak yang perlu dibereskan. Ya kita lihat rasional saja," ucap Prasetyo.

Terlepas dari itu, Prasetyo mengucapkan terima kasih kepada partai pendukung, relawan, simpatisan, dan warga Jakarta yang sudah memberi kepercayaan kepada Ahok-Djarot. Walaupun kalah, Prasetyo tetap bersyukur bisa mendapat angka 43 persen. "Terima kasih ke koalisi partai, relawan, simpatisan, pendukung, warga Jakarta yang sudah memberikan kepercayaan kepada Pak Basuki-Djarot di angkat posisi quick count 43 persen sekarang ini. Saya terima kasih," tutup Prasetyo. Next »




Hasil Hitung Cepat
Sementara, dari beberapa hasil cepat dari sejumlah lembaga survey seperti LSI Denny JA, Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC), Lembaga Pollmark Indonesia, Media Survei Nasional (Median), Litbang Kompas, hingga Populi Center, semuanya menempatkan pasangan Anies-Sandi mengungguli Ahok-Djarot lebih dari 10 persen.

Dari LSI Denny JA, Ahok-Djarot berada di peringkat kedua dengan perolehan 44,59 persen, sementara Anies-Sandi dengan 55,41 persen. Sementara SMRC sendiri, Ahok-Djarot justru kalah telak dan hanya mendapatkan 41,94 persen, tertinggal jauh dari Anies-Sandi yang mendapatkan suara 58,06 persen.

Pollmark Indonesia juga tak jauh beda. Lembaga survey itu menempatkan Ahok-Djarot mendapatkan suara 42,47 persen dan Anies-Sandi 57,53 persen. Sedang Litbang Kompas, dengan mengklaim suara sudah 100 persen, menyatakan bulat bahwa Anies-Sandi unggul 58 persen meninggalkan Ahok-Djarot yang hanya 42 persen. jk/umr/ds/erk Next »










Komentar Anda



Submit